
Sudah kepalang tanggung, dua kubu yang saling kenal tapi tak akur satu sama lain itu harus saling bertemu di tempat yang tidak terduga. Entah hubungan apa yang panyas disebutkan untuk mereka, karena setiap kali bertemu, dua kubu itu selalu bertengkar tapi tidak pernah saling menyerang.
Dua kubu yang dimaksud itu adalah kubu Ken dan kubu Josh. Entah ada dendam apa yang mereka miliki, tapi yang pasti keduanya kadang bisa seperti musuh, namun sering juga mereka seperti layaknya teman. Tergantung dengan keadaan yang mereka hadapi.
Mike sendiri yang berada di pihak netral kadang sering jengah dengan sikap keduanya. Seperti saat ini sudah sangat dipastikan kalau Mike akan sering menghadapi kekesalan atas bertemunya dua orang tersebut. Seperti yang terjadi saat ini, dua orang itu sedang terlibat perdebatan, dan Mike hanya menonton bersama penduduk lokal yang sedari tadi menemani dua bule belanja.
"Sebaiknya kamu pergi, Ken! Sebelum kamu berakhir mengenaskan di tanganku!" ancam Josh. Halus tapi cukup menyeramkan.
"Hahaha ... apa kamu bisa melakukanya? Sepertinya ada yang kamu sembunyikan sampai kamu mengusirku, Josh? Apa kamu tidak takut jika aku akan mengatakan keadaanmu saat ini pada Red dan juga Smitt?"
Josh bukannya takut, tapi dia malah tersenyum tipis. "Bukankah dari dulu kamu memang suka sekali mengadu, Ken? Mungkin kalau bukan karena aduanmu, seseorang masih hidup sampai saat ini."
Ken sontak memandang tajam kearah Josh. Wajahnya tiba tiba diliputi amarah hanya karena ucapan Josh yang terdengar menyindir sesuatu yang pernah Ken lakukan. Dilihat dari raut wajahnya, Ken sepertinya tersinggung dengan apa yang Josh katakan. Namun itu tak berlangsung lama, karena beberapa saat kemudian terlihat raut wajah Ken berubah dengan tatapan sinis.
"Apa cuma itu senjata yang bisa kamu gunakan, Josh?"
Josh malah semakin menyeringai. "Setidaknya aku bukan tukang ngadu yang menyebabkan seorang teman harus mati sia sia!"
__ADS_1
Ken sontak terkesiap. Amarahnya kembali dia tunjukan. Namun, sebelum dia meluapkan amarahnya, Mike segera ambil tindakan guna mencegah terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan.
"Hei! Sudah cukup! Apa kalian akan terus bertindak seperti anak kecil? Josh, sebaiknya kita pergi. Hari sudah gelap. Dan kau, Ken, pulanglah! Terserah kamu mau melakukan apa kepada kami. Aku sudah muak mendengar ancamanmu!"
Mike segera menarik tangan Josh menuju mobil mereka. Sedangkan Ken terpaku dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Entah apa yang akan Ken lakukan pada dua bule itu, tapi yang pasti untuk saat ini Ken akan menyelidiki dimana Josh dan Mike tinggal. Entah ada hubungannya dengan berlian bulan biru atau tidak, tapi yang pasti Ken harus bertindak secepatnya.
Selang beberapa waku kemudian, Josh dan Mike kini sudah sampai di tempat tujuan. Berhubung barang yang dibeli lumayan banyak dan hari yang sudah gelap, dua bule itu menitipkan barang belanjaan mereka di rumah si pemilik mobil. Josh dan Mike hanya membawa pulang beberapa barang pribadi mereka dan juga yang barang sangat dibutuhkan seperti pengaman.
"Tuan bule, kalian baru pulang?" tanya Pak Kades yang kebetulan sedang duduk di depan teras rumahnya.
"Tentu saja ada. Orang dari pondok janda tadi kesini nyari kalian," balas Pak Kades, lalu dia meraih bungkusan yang tergetak di atas meja. "Nih ada titipan dari mereka. Makan malam untuk kalian."
Mike lantas menerimanya. "Terima kasih, Pak. Kalau begitu kami permisi dulu, soalnya saya harus segera ke pondok janda. Malam ini tugas saya berjaga disana."
"Oh gitu? Baiklah. Silakan."
Kedua bule langsung beranjak menuju tempat tinggalnya. Tanpa beristirahat terlebih dahulu dan hanya berganti pakaian, Mike segera saja bersiap diri untuk berangkat ke pondok Janda.
__ADS_1
"Kamu nggak mandi?"
"Nggak perlu. Mandi di sana saja nanti. Lagian mandi maupun nggak mandi, para wanita akab tetap suka. Jadi nggak perlu khawatir."
"Cih! Ya udah sana berangkat. Jangan lupa, kirim satu cewek buat menemaniku, Mike."
"Oke."
Mike langsung berangkat menuju pondok janda yang jaraknya memang cukup dekat. Tak butuh waktu lama, begitu Mike sampai, kedatangannya langsung di sambut hangat oleh para janda.
"Kirain malam ini, Tuan bule tidak akan datang kesini?" tanya salah satu janda langsung mengeluarkan sisi genitnya.
"Pasti datang dong. Kan sudah tanggung jawab saya," balas Mike.
Suasana pondok janda semakin hangat dengan kedatangan bule itu. Sedangkan tak jauh dari pondok itu, ada tiga orang yang sedang bergerak untuk melakukan penyerangan.
...@@@@@...
__ADS_1