BULE NYASAR JADI REBUTAN

BULE NYASAR JADI REBUTAN
Semakin Jelas


__ADS_3

"Ada apa? Tumben sekali kalian ke tempat kami siang begini? Ada yang bisa kami bantu?" pertanyaan beruntun keluar dari mulut seorang bule pada dua wanita yang saat ini duduk di hadapannya. Sedangkan bule yang satunya memilih diam karena apa yang ingin dia tanyakan sudah terwakili oleh bule di sebelahnya.


Dua wanita yang dilempar pertanyaan beruntun saling lirik. Ada rasa ragu dari wajah kedua wanita itu. Namun berhubung mereka sudah datang ke tempat ini, setidaknya mereka harus mengatakan yang sebenarnya tentang tujuan mereka datang menemui Tuan bule. Kedua wanita itu lantas menatap lekat dua bule dan salah satunya terlihat siap menjawab pertanyaaan bule tersebut. "Kami datang kesini mau bertanya tentang berlian, Tuan."


"Tentang berlian?" tanya Josh dan Mike hampir bersamaan. Wajah mereka menunjukan kalau keduanya cukup terkejut dengan apa yang baru mereka dengar. Josh dan Mike bahkan saling pandang sejenak. Mereka ingin tersnyum tapi berhubung kedua tamu di depannya masih menatapnya, Josh dan Mike menahan bibirnya agar tidak mengembangkan senyumnya.


"Apa benar jika seseorang memiliki berlian, hidupnya tidak akan aman dan tenang?" tanya salah atu dari wanita itu lagi, dan itu cukup membuat dua bule yang ada di sana tercengang. Namun Mike jadi teringat kalau semalam dia memang mengarang cerita tentang berlian kepada salah satu wanita di pondok janda.


"Sebenarnya tergantung sih, Nona," jawab Mike. mendengat jawaban Mike, Josh sontak menoleh dan sempat mengerutkan keningnya saat menatap pria di sebelahnya. Tapi Mike memberi kode kalau Josh lebih baik diam terlebih dulu.


"Tergantung bagaimana maksudnya, Tuan?" tanya wanita itu menegaskan. Terlihat dari wajah keduanya kalau mereka sangat penasaran.

__ADS_1


"Tergantung bagaimana cara orang itu memilikinya. Ya, walaupun cara membeli berliannya dengan cara yang sah, belum tentu pemilik berlian itu hidupnya aman. Kalau misalnya berlian itu barang curian atau yang lainnya, pemiliknya bisa dipastikan sedang dalam bahaya," jawaban santai yang keluar dari mulut Mike sontak membuat wanita itu menunjukkan wajah paniknya. Bahkan keduanya saling pandang dengan tatapan begitu sangat khawatir.


"Memangnya ada apa? Kok Nona bisa menanyakan tentang berlian?" kini giliran Josh yang bertanya.


"Tidak, kami hanya penasaran saja dengan cerita teman saya tentang berlian," salah satu dari wanita itu berkilah.


Mike dan Josh kembali terkejut dengan jawaban dari wanita itu, tapi mereka memilih bersikap biasa saja agar tidak dicurigai kalau mereka sangat ingin mengetahui banyak tentang informasi berlian. Mike dan Josh tahu, dua wanita itu adalah wanita yang diduga menemukan berlian yang hilang. Tapi mereka tidak mau gegabah sampai mereka menemukan pada siapa sebenarnya berlian itu berada. Pada salah satu dari dua wanita itu atau dari satu wanita lainnya yang tidak ikut datang ke rumah bule.


"Kalian tahu kan, kasus yang terjadi di kampung ini? Beberapa wanita hampir menjadi korban penculikan dan penyerangan. Setelah diselidiki ternyata semuanya berhubungan dengan berlian. Mungkin saja akan ada kejadian mengerikan lainnya jika orang yang menemukan berlian tidak mau mengakuinya. Tidak menutup kemungkinan kalian juga bisa menjadi korban berikutnya."


Mata dua wanita itu membulat dan menatap lekat dua bule di hadapan mereka. Terlihat jelas kalau mereka saat ini diliputi rasa takut setelah mendengar ucapan dari Josh. Tapi bukannya mengatakan yang sejujurnya, salah satu dari wanita itu malah memilih pamit dan segera pulang. Wanita yang satunya juga cukup terkejut melihat temannya tiba tiba berdiri lalu meninggalkan tempat itu. Dia tidak bisa mengatakan apa apa selain mengikuti temannya itu pergi.

__ADS_1


"Apa kita tidak keterlaluan?" tanya Mike begitu dua wanita telah menghilang dari pandangannya "Sepertinya mereka sangat ketakutan setelah mendengar ucapan kamu, Josh."


"Ya, nggak apa apa. Memang seharusnya begitu bukan? Kalau mereka memang menemukan berlian itu, harusnya mereka tahu apa yang akan mereka lakukan jika ingin aman," balas Josh sembari membaringkan tubuhnya di atas kursi kayu.


Mike yang tadi sempat berdiri dan beranjak di ambang pintu, memutar badan dan menatap ke arah Josh. "Lalu apa yang akan kita lakukan? Sekarang kita tinggal memastikannya saja bukan?"


"Ya, salah satunya itu. dan satu lagi, kita juga harus waspada."


"Waspada kenapa?"


Josh menoleh menatap MIke yang masih berdiri di ambang pintu. "Di sini ada Ken. Bisa saja jika Ken sudah ada disini. yang lainnya juga akan berdatangan, dan itu akan merugikan posisi kita disini, Mike."

__ADS_1


...@@@@@...


__ADS_2