BULE NYASAR JADI REBUTAN

BULE NYASAR JADI REBUTAN
Kejutan Untuk Red Lagi


__ADS_3

"Apa yang terjadi? Dimana mobil mobilku!" teriak Red begitu dia sampai di tengah lapangan dan tidak melihat satupun mobil beserta anak buahnya di sana. Red dan seorang anak buah langsung mondar mandir ke sana kemari mencari mobil mereka yang telah hilang.


Sementara itu tak jauh dari sana, ada dua orang yang sedang menertawakan Red dari dalam rumah. Mereka adalah Josh dan Mike yang langsung terbahak saat mendengar suara teriakan dari orang yang mereka kenal. Meski begitu, dua bule itu memilih tetap berada di tempatnya.


"Gimana ini, Bos? Mobilnya benar benar nggak ada," lapor anak buah yang masih bersama Red setelah berkeliling berusaha mencari mobil mereka di tengah kegelapan.


"Sial! Apa mereka pada berkhianat?" Red jelas sekali sangat kesal. Amarahnya seketika meledak di dalam dadanya. "Sebaikya kita kembali ke rumah yang tad, sialan!"


"Baik, Bos!"


Setelah cukup lama berada di tanah lapang, Red dan anak buahnya kembali ke rumah yang ditunjuk Pak kades untuk menginap. Mereka masuk kerumah tersebut dan betapa terkejutnya mereka saat melihat keadaan rumah yang akan digunakan untuk istirahat Red.


"Kita akan istirahat di tempat seperti ini?" tanya Red dengan tatapan tak percaya. Di sana hanya ada kursi kayu dan ranjang dengan kasur busa yang tidak terlalu tebal. Di sana juga tersisa satu kamar, karena satu kamar yang lainnya digunakan oleh Daniel dan Alex.

__ADS_1


"Numpang nggak perlu banyak nawar!" teriak Alex dari dalam kamar. Rupanya mereka belum tidur. "Kalau mau tempat yang bagus, sana kembali ke hotel!"


Red mendengus kesal lalu dia masuk ke dalam kamar yang tersisa, sedangkan anak buahnya memilih merebahkan tubuhnya di kursi kayu. Sebelum Red merebahkan diri, dia terlebih dahulu mengamankan senjata api yang dia bawa. Bingung menyimpannya dimana, Red memutuskan menyimpan senjata api di dalam lemari yang ada disana.


"Apa ini pakaian Mike dan Josh?" gumam Red begitu membuka lemari, ada beberapa pakaian yang tersisa disana. Red meletakkan senjatanya lalu dia mengeluarkan ponsel yang dia bawa. "Percuma bawa ponsel, nggak ada sinyal sama sekali disini," Red meletakkan ponsel di dalam lemari yang sama lalu dia segera berbaring..


Pikiran Red berkelana. Dia tidak habis pikir kenapa anak buahnya pada menghianatinya. Padahal tanpa Red ketahui, anak buah dan mobil yang Red gunakan, semua sudah di sembunyikan oleh Josh dan Mike. Lama Red memikirkan hal itu hingga rasa kantuk perlahan menghampiri matanya dan tak lama kemudian Red terlelap di sana.


Hari kini berganti lagi, Di pagi yang sudah terlewati, dan sekarang sedang menuju siang, seseorang sedang menepuk nepuk pundak red yang masih terlelap dalam tidurnya. Setelah tepuka yang entah ke berapa kali, Red terlihat memberi reaksi. Badan Red bergerak dan matanya mengerjap. Saat mata Red perlahan terbuka, Red kembali dibuat terkejut dengan apa yang dia lihat saat ini.


Mata red semakin membelalak. Dia tidak menyangka saat ini dua orang polisi sudah berada di depan matanya. Saat tangan Red bergerak, lagi lagi dia dibuat terkejut karena ditangannya kini sudah terpasang borgol.


"Apa apaan ini! Kalian telah salah tangkap orang!" red denga lantang menyangkal tuduhan yang diberikan padanya.

__ADS_1


"Baiklah, anda bisa memberikan keterangan pada kami saat di kantor nanti," ucap salah satu polisi, lalu dia menunjukkan senjata api serta ponsel milik Red. "Sementara barang anda akan kami sita sebagai barang bukti."


"Tidak! Ini tidak benar! kalian salah orang!" teriak Red. Tapi usaha pria itu sia sia belaka. Dua orang polisi itu memaksa Red untuk segera keluar dan untuk kesekian kalinya Red kembali dibuat terkejut, karena di sana sudah berkumpul semua warga dan beberapa polisi. Anak buah Red yang tersisa juga sudah tertangkap.


Dengan perasaan marah, para warga langsung memaki, bahkan ada yang memukul Red dan anak buahnya. Sedangkan Pak kades masih menatap tak percaya dengan peristiwa yang terjadi saat ini.


"Aku ngak nyangka kalau dua orang itu sebenarnya penjahat berbahaya, Bu," ucap Pak kades.


"Ibu juga nggak nyangka, Pak. Justru merekalah penjahatnya," balas istri Pak kades. "Beruntung Tuan bule masih mau membantu kita. Kalau tidak, entah apa yang akan terjadi di pondok janda tadi malam."


Ya, sesuai rencana Josh dan mike, para janda langsung menceritakan segalanya kepada Pak kades di pagi harinya. Bahkan pagi pagi sekali dengan menggunakan mobil milik Red, Josh dan Mike pergi bersama beberapa janda untuk membuat laporan ke polisi.


"Lalu, dimana Mike da josh sekarang?"

__ADS_1


...@@@@@...


__ADS_2