
"Itu kan, Ken? Dia ada di kota ini? Wahh! Bakalan seru nih." ucap seorang pria dengan sangat antusiasnya. Senyum liciknya terkembang sempurna melihat orang yang dia kenal berada di tempat yang sama dengan dirinya. Pria itu sangat yakin kalau orang yang baru saja dia lihat memiliki tujuan yang sama datang ke negara ini.
Sedang kan Ken sendiri saat ini suah berada di toko baju yang letaknya tidak terlalu dengan lokasi hotel. Meskipun dia selalu memakai pakaian mahal, tapi Ken sepertinya tidak canggung membeli beberapa potong kaos dan celana pendek yang memang pas digunakan untuk dirinya saat berada di kampung janda.
"Apa tuan sangat kaya? Ini kan harganya cukup mahal?" tanya Meisin dalam ketikan layar ponselnya saat melihat Ken memilih satu buah kaos yang harganya di atas ratusan ribu. Ken hanya menjawab pertanyaan wanita itu dengan senyuman. Tak lupa juga dia memberi perintah pada wanita itu untuk memilih baju yang dia suka.
"Nambah lagi. Kenapa beli cuma satu?" tanya Ken.
"Nggak lah. Nanti uang Tuan habis." Ken malah terkekeh lalu dia memilih beberapa baju yang menurut perkiraannya cocok di tubuh Meisin dan membawanya ke kasir. Meisin yang cukup terkejut awalnya menolak, tapi penolakannya percuma karena Ken tidak meresponnya.
Selain berbelanja pakaian, Ken dan Meisin juga mencoba beberapa kuliner sebelum kembali ke hotel. Mereka benar benar sangat menikmati waktu berdua padahal hubungan mereka baru saling kenal. Begitu waktu sudah semakin malam, keduanya memutuskan kembali menuju hotel.
"Hello, Ken," sapa seseorang saat langkah kaki Ken baru saja menapaki lantai hotel. Mata Ken sontak membulat begitu dia melihat siapa yang menyapanya saat ini.
Sementara itu di kampung janda, saat ini gantian Mike yang merasa canggung berada di pondok tersebut. Para wanita yang menghuni pondok janda, sikapnya tidak sehangat seperti sebelum mereka ditolak cintanya oleh dua bule. Mereka memang tidak sepenuhnya mendiamkan Mike, cuma mereka tak seantusias seperti harii sebelumnya saat ada bule di sana.
"Tuan belum tidur?" suara seorang wanita mengejutkan Mike yang saat ini sudah terbaring di dalam kamar yang biasa digunakan untuk jaga.
__ADS_1
Mike menoleh dan langsung bangkit. "Belum," jawabnya berusaha bersikap biasa saja. Wanita itu mendekat dan mendudukan dirinya di tepi kasur agak jauh sedikit dari tempat keberadaan Mike. "Nona kenapa disini? Saya tidak ditemani juga tidak apa apa, loh?"
Wanita itu menoleh ke arah MIke dan tersenyum tipis. "Tidak apa apa, saya juga belum ngantuk. Lagian nggak enak membiarkan Tuan bule sendirian."
MIke tersenyum kecut. "Nggak apa apa kalau saya malam ini sendirian, Nona."
Wanita itu mengarahkan pandangan matanya ke tempat lain. "Jangan seperti itu, Tuan. Jangan membuat jarak dianatara kita."
"Siapa yang membuat jarak?" Mike manatap ke arah wanita itu dengan kening berkerut. "Memang yang Nona suka itu saya atau teman saya? Soalnya saya sendiri juga bingung, kalian semua serentak mendiamkan saya sejak saya datang tadi."
Wanita itu menatap lantai lalu tersenyum masam. "Kalau saya sebenarnya lebih suka sama temen Tuan. Tapi karena kalian kompak menolaknya, jadi sikap saya ikut ikutan seperti yang lainnya."
Wanita itu menoleh dan menatap ke arah Mike. "Apa tidak ada pembahasan lainnya, Tuan. Biar suasananya tidak canggung begini?"
Mike sedikit terkejut lalu dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Kenapa?"
Wanita itu merubah posisi duduknya dan sekarang posisi badannya menghadap ke arah Mike. "Wajar sih, jika kita merasa sangat patah hati, wanita manapun pasti sangat ingin memiliki diri tuan sepenuhnya."
__ADS_1
Kening MIke sontak berkerut dan membalas tatapn wanita itu. "Maksud, Nona?"
"Tuan memang sangat tampan dalam keadaan apapun. Hati Tuan juga begitu baik. Jadi wajar kalau banyak wanita yang ingin memiliki Tuan bule atau teman Tuan?"
Mike seketika langsung tersenyum lebar dan dia memang tidak menyangkal ucapan wanita itu. Memang benar banyak wanita yang ingin menjadi bagian dari hidup Mike dan Josh secara spesial, tapi sayang para wanita dimanapun berada harus dibuat patah hati karena baik Josh ataupun Mike dengan tegas menolak semuanya.
"Saya tidak sesempurna itu, Nona," bantah Mike.
"Yang menilai kan, orang lain, Tuan, dan penilaian saya memang seperti itu."
"Hehehe, yayaya, baiklah."
Wanita itu malah tertawa melihat Mike mangalah dalam perdebatan kecilnya. Namun tawa wanita itu perlahan menghilang dan matanya langsung menatap serius ke arah Mike.
"Tuan."
"hum?"
__ADS_1
"Apa Tuan tahu harga berlian?"
...@@@@@...