
Setelah puas menyambangi pondok janda, Ken lantas memilih pergi menuju ke rumah Pak kades. Biar bagaimanapun Ken sebenarnya memang tinggal di rumah itu. Di saat hendak sampai ke tempat tujuan, Ken melihat pintu rumah yang ditinggali Josh dan Mike terbuka. Walaupun Ken tahu kehadirannya tidak pernah diharapkan, tapi pria berusia tiga puluh tahun itu tetap nekat menyambangi rumah tersebut.
"Kamu ngapain kesini?" tanya Josh dengan ketus. padahal Ken tadi sempat mendengar suara tawa Josh dari luar. Meski begitu Ken memaklumi sikap Josh kepadanya.
"Kalian tidak pergi ke pondok janda?" tanya Ken yang nampak tidak peduli dengan sikap yang ditunjukkan dua bule yang ada di rumah itu.
"Apa pedulimu? Kita mau kesana atau tidak. bukan urusan kamu," jawab josh.
Ken tersenyum tipis. "Aku tahu, Itu memang urusan kalian. Tapi sepertinya para wanita yang ada disana sedang tidak baik baik saja saat ini."
Josh dan Mke sontak saling pandang. Mereka tahu hal ini pasti akan terjadi dan mereka juga semakin merasa bersalah. Tapi keduanya juga memang harus melakukan sikap tegas kepada para janda agar mereka tidak lagi berharap akan balasan cinta dari dua bule itu.
"Apa kamu tadi singgah disana?" tanya Mike dengan suara biasa saja, tidak seperti josh.
"Ya, tadi saya mampir ke sana dan membantu mereka mencari kayu bakar untuk memasak. Mereka memang wanita yang mandiri. Meski hidup susah, mereka sanggup melewatinya dengan ceria."
__ADS_1
"Dan kamu masih berniat merampas keceriaan mereka?" Josh kembali mengeluarkan kata kata sarkasnya.
Ken tersenyum sinis. "Justru penolakan yang kalian lakukan, telah menghilangkan keceriaan mereka hari ini. Aku tahu itu memang hak kalian, tapi kalian lupa, hati wanita itu beda beda. Bisa ada yang bersedia menerimanya dan ada yang akan terus mengungkit kekecewaan dan berakhir buruk. Dan aku rasa, para wanita di kampung ini kebanyakan tipe wanita yang kedua."
Josh dan Mike sontak terdiam. Mereka sadar penolakan yang mereka lakukan bisa saja berakhir buruk. Biar bagaiamanapun ini bukan pertama kalianya mereka menghadpi wanita seperti itu. Bahkan mereka pernah menghadapi wanita yang nyaris bunuh diri dan juga depresi hanya karena mereka menolak cintanya.
Memang, siapapun yang mendengar kisah mereka, Josh dan Mike sering dianggap kejam jika berhubungan dengan wanita. Tapi menurut mereka itulah sikap terbaik yang harus mereka lakukan daripada memberi harapan yang mereka sendiri tidak yakin bisa mewujudkannya. Kalaupun ada yang menuntut masalah hubungan badan, bukankah kedua belah pihak sama sama menikmati?
Melihat kedua bule itu tanpa bereaksi, Ken kembali tersenyum sinis lalu dia bangkit dan beranjak meinggalkan dua bule itu. Sedangkan Josh dan Mike masih kebingungan mengenai sikap saat menghadapi para janda nantinya.
"Permisi!" suara sapaan yang terdengar begitu lembut cukup mengejutkan pria bule yang sedang rebahan di kursi panjang sambil menatap langit langit.
"Masuk saja! Pintu tidak tidak dikunci!" teriak Mike karena terlalu malas untuk bangkit sekedar membuka pintu.
Tak lama kemudain pintu terbuka dan seorang wanita masuk sembari menunjukkan senyum manisnya. Mike langsung bangkit dari berbaringnya dan membalas senyuman wanita itu.
__ADS_1
"Apakah kedatangan saya mengganggu?" tanya si wanita yang masih berdiri di dekat pintu.
"Tentu saja tidak, silakan duduk," jawab Mike antusias.
wanita itupun duduk di kursi yang ada disana dan menaruh barang bawaan di atas meja. Mike sudah pasti tahu isi bungkusan yang dibawa wanita itu. "Tuan bule yang satunya kemana, tuan?"
"Dia sedang berada di pondok janda. kamu tahu kan dia ngapain?" balas Mike. "ini apa?"
"Makanan untuk, Tuan," jawa wanita itu sembari membuka bungkusan yang dia bawa dan mengeluarkan isinya.
"Wahh, sepertinya sangat lezat," seru Mike dengan mata berbinar. Dia pun langsung saja mengambil piring yang di bawa wanita itu dan mengisinya dengan hidangan yang tersedia. Para warga yang mengantar makanan untuk para bule, memang selalu sekalian membawa piring dan gelas jika untuk digunakan dua bule sesuai perintah bu Kades.
Mike menikmati hidangan itu dengan sangat lahap. wanita itu hanya tersenyum memperhatikan tingkah Mike yang masih terlihat tampan meski sedaang makan. Namun gerakan tangan mike terhenti saat wanita itu nyeletuk. "Sepertinya tuan bule sangat peduli dengan para wanita yang ada dipondok janda ya."
...@@@@@...
__ADS_1