
HAPPY 100 CHAPTERš„³š„³š„³
Terima kasih banyak kepada anything yang tetap setia baca novel ini sampai chapter 100 dan author berharap semoga pembacanya semakin banyak
Sekali lagi terima kasih banyak dan happy 100 chapter.
.......
Mari kita saksikan perjalanan Ryan dan Karina yang masih berlanjut yang tanpa tujuan. Mobil Karina terjebak macet sehingga agak lama untuk ke jalan selanjutnya dan Karina mulai merasa bosan.
"Apa kau bosan sweetie?" tanya Ryan yang memperhatikan raut wajah Karina yang lemas letih lesu.
"Iya~.... Kita enaknya ngapain ya?" aku bosannnn" jawab Karina yang bersandar malas.
"Bagaimana kalau kita lanjutkan permainan tebak - tebakan tadi?" Ryan perlahan - lahan melajukan mobil.
"Boleh! Tapi jangan bahas tentang angka pokoknya!" Karina langsung bersemangat saat diajak bermain.
"Baiklah! Kau yang mulai menghitung".
"Oke! Tapi kita tebak apaan?".
"Warna favorit".
"Oke! satu
Dua
Tiga".
"Ungu" ini Ryan.
"Hijau" ini Karina.
"Salah! Warna favoritku adalah biru tua".
"Isshhh! Tidak apa - apa! Selanjutnya pasti bisa! Oh iya,jawabanmu itu benar".
"Hehehe... Sekarang makanan favorit".
"Oke! Satu
Dua
__ADS_1
Tiga!".
"Brownies buatanku".
"Pasta".
"Salah lagi sweetie, makanan favoritku adalah dimsum dan aku alergi terhadap pasta atau jenis mie lainnya".
"Oh... Maaf! Ok jawabanmu benar,selanjutnya!".
"Tempat favorit".
"Satu
Dua
Tiga!".
"Taman bunga".
"Pantai".
"Tumben benar tapi aku memiliki dua tempat favorit".
"Hatimuā”".
Karina mematung mendengar jawaban Ryan tersebut. Ryan tersenyum melihat wajah Karina yang mulai memerah. Perlahan - lahan mobil Karina keluar dari macet.
"Hei! Sadar! Kita sudah kembali ke jalanan yang lancar" ucap Ryan yang menjentikkan jarinya di depan Karina.
"Ha? Ya ampun! Maaf aku melamun dari tadi" jawab Karina yang tersadar dari lamunannya.
"Kau kenapa? Ada hal yang kau pikirkan?" tanya Ryan yang khawatir dengan Karina.
"Aku hanya menganggap diriku payah" jawab Karina yang menunduk lemas.
"Kenapa kau berbicara seperti itu? Sweetieku tidak payah sama sekali" Ryan berusaha memberikan Karina semangat dengan cara menepuk pelan kepalanya.
"Aku menganggap diriku payah karena aku tidak tahu hal apapun tentang dirimu atau sesuatu hal yang kau favoritkan, apa aku ini benar pacarmu?" Karina terlihat sangat murung sekali.
"Ya ampun Sweetie! Dengar baik - baik ini my sweetie pie, dalam menjalin hubungan cinta bukan hanya saja saling mencintai dan menyayangi melainkan harus saling memahami perasaan satu sama lain. Tidak apa - apa kau tidak mengetahui tentang diriku tapi dengan seiring waktu kau pasti memahaminya. Yang penting sekarang adalah kau memahami perasaanku ini karena jika kau memahaminya maka,dengan sendirinya kau akan mengetahui tentang diriku,sekarang kau mengerti?" Ryan memberikan sedikit pemahaman kepada Karina agar tidak murung terus.
"Iya honey! Terima kasih sudah memberiku motivasi" Karina kembali tersenyum setelah mendengar kalimat penyemangat sang kekasih.
__ADS_1
Mobil Karina terus melaju dan berhenti di salah satu parkiran di taman kota. Karina sedikit bingung kenapa Ryan mengajaknya kesini,tadi dia mengatakan kalau dia mau mengajak jalan - jalan tapi kenapa ke taman kota. Ryan turun dari mobil kemudian membukakan mobil untuk Karina.
"Kenapa kita kesini? Apa kita mau jalan - jalan disini?" tanya Karina yang melihat sekitarnya.
"Iya! Ayo!" Ryan menggenggam tangan Karina lalu mengajaknya jalan - jalan di taman kota.
Taman kota negara C terkenal sangat menyejukkan. Di taman tersebut juga terdapat spot - spot indah yang mampu membuat siapapun yang berkunjung merasa tenang dan nyaman. Bukan hanya anak muda saja yang datang kesana tapi kalangan orang tua,lansia,dan anak - anak kecil datang ke taman tersebut cuman sekedar menghibur diri.
Ryan sengaja mengajak Karina ke taman kota untuk menyejukkan hati. Di taman tersebut juga terdapat beberapa pasang kekasih yang pergi ngedate. Karina merasa malu saat diajak pergi ngedate lagi. Terakhir dia pergi ngedate adalah waktu dia masih bersama mendiang suami pertamanya dan itu pun sudah sangat lama Bimo pun belum lahir. Karina sedikit ragu saat diajak jalan - jalan tapi dengan Ryan di sisinya dirinya memiliki sedikit keberanian untuk menggenggam balik tangan Ryan.
"Fotoin aku,ya?" tanya Karina yang mengeluarkan ponselnya.
"Boleh! Ayo ambil posisi" jawab Ryan yang siap - siap mengambil gambar.
Karina mulai berpose dengan pose terbaiknya dan Ryan mengambil gambar dengan sebaik mungkin. Bukan satu gaya yang digunakan melainkan ada sekitar enam gaya digunakan dalam ambil gambar. Ryan hanya merasa senang saja saat memfoto sang kekasih.
"Coba lihat! Itu yang terakhir" ucap Karina yang berjalan mendekati Ryan untuk melihat hasil fotonya.
(Pic for pin)
"Lumayan hasil fotomu" puji Karina yang kagum melihat hasil foto Ryan.
"Tentu saja dong! Aku selalu melakukan yang terbaik untuk kekasihku tercinta" jawab Ryan yang merangkus pinggang Karina.
"Isshh!... Apaan sih? Gandengan tangan aja dulu nantian ngerangkulnya" Karina menyingkirkan tangan Ryan yang berada di pinggangnya.
"Hehe...... Maaf, ayo jalan lagi" Ryan kembali mengajak Karina untuk jalan - jalan.
Karina sangat senang diajak jalan - jalan seperti ini karena akhir - akhir ini dirinya selalu sibuk dengan urusan rumah sakit dan tidak ada waktu untuk healing. Tapi Ryan yang mewujudkan keinginan Karina tersebut. Mereka berdua sangat menikmati jalan - jalan tersebut. Banyak kegiatan mereka lakukan di taman tersebut seperti memberi makan kepada burung - burung yang hinggap, bermain bersama anak - anak yang ada disana, berbicara dengan para lansia, dan foto bersama dengan anak - anak muda disana.
Waktu sudah menunjukkan pukul tiga sore, Ryan mengajak Karina ke tempat lain. Karina ditarik paksa oleh Ryan tapi tidak sampai kesakitan ke suatu tempat. Ryan berhenti parkiran mobil dan mengatakan,
"Sweetie~... Aku ingin mengatakan sebaiknya kita jangan bertemu dulu selama beberapa hari ini".
SEGINI DULU GUYSSS HAHAHAHAHA....
AUTHOR SUKA MEMBUAT ANYTHING MENJADI PENASARAN DENGAN CERITA SELANJUTNYA s s s s s s s s s s s s s s s s s s
MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA
To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>>
__ADS_1