
Ryan menoleh ke arah Tio dan bertanya sesuatu kepada temannya itu.
"Tio... Kau ingat tentang kejadian dua hari lalu? Masalah aku dengan pamannya Bimo itu".
"Oh yang itu! Aku ingat! Ada apa ?" jawab Tio yang menghampiri Ryan dan duduk dihadapannya.
"Ternyata benar ucapanmu itu, pamannya Bimo adalah direktur utama perusahaan media terhebat di dunia. Bagaimana ini?" Ryan menyebut tentang kebenaran identitas pamannya Bimo( maksudnya Dhika dan Andi).
"Apa?! Yang benar saja?!" tanya Tio yang masih tidak percaya dengan ucapan Ryan.
"Itu benar! Karina sudah memaafkanku tapi tidak tahu dengan pamannya Bimo" jawab Ryan yang langsung lesu mengingat kejadian tadi.
Tio merenung sebentar untuk memikirkan cara menyelesaikan masalah ini. Ryan masih dalam rasa ketakutan. Dia takut akan terjadi sesuatu pada dirinya atau Tio atau restorannya atau keluarganya. Masalahnya Dhika dan Andi tidak segan - segan menyerang musuhnya langsung secara terang - terangan.
"Mungkin kita harus mengajak bicara mereka dengan baik - baik supaya tidak terjadi hal buruk" usul Tio.
"Bagaimana kalau mereka tidak mau diajak bicara baik - baik ?" tanya Ryan yang mulai sedikit panik.
"Kita pasti bisa! Coba besok kau hubungi Karina dan minta dua adiknya itu untuk datang ke restoran kita " jawab Tio yang meyakinkan Ryan.
"Baiklah! Aku akan mencoba yang terbaik tapi yang aku takutkan adalah mereka tidak mau menerima permintaan maaf kita" Ryan mulai yakin kalau dirinya pasti akan berhasil memanggil dua paman Bimo.
Tio menepuk bahu temannya itu untuk memberikan semangat. Ryan memang mulai yakin bisa memanggil dua paman Bimo tapi tidak dengan permintaan maaf mereka.
...****************...
Di rumah sakit, dokter July dan Bimo sedang menikmati makanan dan minuman di kantin. Bimo tampak lahap memakan makanan yang ada dihadapannya itu.
"Pelan - pelan makannya Bimo! Tidak ada yang merebutnya darimu!" dokter July memperingatkan Bimo untuk perlahan - lahan menyantap makanannya.
"Ehehe... Maaf tante July habisnya ini lezat sekali" jawab Bimo yang tersenyum cengengesan dengan mulut belepotan.
Dokter July geleng - geleng kepala melihat senyuman Bimo. Dokter July mengambil saput tangan kemudian membersihkan makanan dan saus yang menempel di bibir Bimo.
"Terima kasih tante July" ucap Bimo yang lanjut makan.
"Sama - sama , ayo habiskan makananmu sebentar lagi kita akan bekerja!" jawab dokter July yang meminta segera menghabiskan makanannya.
__ADS_1
...****************...
Selesai dokter July dan Bimo makan siang mereka kembali ke ruangan dokter July. Di depan ruangan sudah ada beberapa pasien yang menunggu. Dokter July meminta mereka untuk mengantri.
Pasien pertama masuk dan dia mengeluh mengalami sakit perut. Dokter July ingat pasien itu memiliki penyakit maag dan dokter July segera meminta Bimo untuk mengambil obat sakit maag. Bimo dengan sigap mengambil obat maag sayangnya Bimo tidak tahu oba itu yang mana.
"Tante July! Obatnya yang mana ?" tanya Bimo kepada dokter July mengenai obat.
"Ini bungkusnya Bimo" jawab dokter July memberikan sobekan bungkus obat itu.
Bimo segera mengambil obat itu di lemari obat. Dia melihat bungkusnya kemudian melihat secara hati - hati agar tidak tertukar karena ada beberapa obat dengan warna yang sama.
Bimo akhirnya menemukan obat itu dab segera kembali lalu memberikannya kepada dokter July. Obat itu ditulis harus berapa kali sehari diminum selanjutnya diberikan kepada pasien dan pasien membayar.
Pasien pertama selesai dan pasien selanjutnya. Banyak hal yang dilakukan oleh Bimo dimula dari mengambil obat, mengambil alat medis, menyapa pasien, dan menghibur pasien. Dokter July tertawa melihat Bimo menghibur pasiennya. Pekerjaan terus berlanjut begitu pula Bimo yang terus berlanjut membantu.
...****************...
Di sisi lain Karina sedang mampir ke salah satu minimarket. Karina tahu kalau Bimo pasti sudah makan siang dikarenakan dokter July sudah mengajaknya. Jadi, niat Karina adalah membelikan beberapa cemilan dan minuman.
"Sepertinya Bimo akan menyukai susu ini?" Karina mengambil susu kotakan.
Selesai memilih Karina langsung membayar di kasir. Selesai membayar Karina kembali ke rumah sakit dengan menggunakan motornya.
'
...****************...
Di apartement Luxury yang juga merupakan tempat tinggal Andi, mahluk adam itu sedang bersih - bersih rumah setelah mencari informasi mengenai seseorang yang memiliki tanah di wilayah kakaknya. Andi hanya menggunakan celana selutut dan baju kaos oversize.
"Huhhh... Akhirnya selesai juga~ ternyata sangat melelahkan juga" Andi menghembuskan nafas kelelahan dan merebahkan tubuhnya di sofa.
Andi menatap langit - langit apartementnya. Dia terus membayangkan masalahnya yang belum selesai antara dia dan Sammuel kemudian ada masalah lain yang dimana dia harus membalas dendamnya kepada Ryan. Dia memeluk bantal yang ada di sofa tersebut.
"Ding! Dong!" suara bel pintu apartementnya berbunyi.
"Siapa yang datang disaat ini?! Tahu orang lagi capek malah kedatangan tamu!" gerutu Andi yang menghentakan kakinya.
__ADS_1
Andi membuka pintu dengan terpaksa. Saat dia membuka dengan sangat jelas dia melihat sugar daddynya berdiri di depan kamar apartement.
"Hans!" panggil Andi dengan perasaan terkejut.
"Ternyata kau berani bermain api selama ini!" wajah Hans tampak sangat murka.
"Apa maksudmu Hans-- akh!..." Andi yang hendak bertanya tiba - tiba saja lehernya di cekik oleh Hans sampai menempel di dinding.
"Aku sudah bilang! Jangan bermain api dibelakangku!" bentak Hans yang sekaligus memperingatkan sugar babynya itu.
"Aku tidak--... Paham maksudmu Hans?" tanya Andi dengan suara yang putus - putus akibat cekikan Hans.
Dengan sangat kurang ajarnya Hans langsung menampar pipi Andi dengan sangat keras.Pipi Andi yang awalnya putih kini menjadi warna merah terang akibat tamparan keras Hans.
"Tunggu Hans! Sebentar lagi masalahku akan selesai jadi aku mohon dengar penjelasanku dulu!" ucap Andi yang berusaha bertahan dari cekikan Hans.
"Berapa kali aku harus mendengarkanmu, Andi?! Apa kau tidak memikirkan perasaanku?! Rasanya sakit Andi!".
"Aku dan Sammuel hanya masa lalu! Tidak ada apa pun lagu diantara aku dan dia! Sammuel saja yang terus mencariku! Aku terus menghindar daru dia tapi dia tetap mengejarku!".
"Lalu kenapa kau mengundang dia ke apartementmu hah?! Apa kau sengaja bermain game ini?!.
"Bukan aku yang mengundangnya! Dia saja yang datang sendiri! Untuk apa aku mengundangnya?! Dia sudah masa laluku!".
"Kau hanya mencari alasan atau kau sengaja berbohong dariku?! Apa kau rela berbohong untuk dia demi aku?! Andi kau jahat!".
"Aku tidak berbohong sama sekali! Hans berapa kali aku harus katakan! Aku sudah tidak ada hubungan apa pun dengan Sammuel! Semua sudah berlalu!".
"Diam! Kalau kau terus menyebut nama pria itu aku akan mematahkan lehermu!" bentakan keras itu mampu membuat Andi terdiam.
Hans melepas cekikannya. Andi terbatuk - batuk setelah lepas dari cekikan Hans. Dua mahluk adam itu menatap satu sama lain. Satu menatap marah sugar babynya sedangkan yang satunya menatap seakan memohon ampunan dari sugar daddynya.
"Jelaskan kejadian tadi!" pinta Hans dengan nada suara ketus.
"Tadi saat aku di apartement tiba - tiba saja pria itu datang terus memekukku. Aku sudah melawan untuk melepaskan diri walaupun pertama dia tidak mau melepaskanku tapi aku berhasil membuatnya melepaskan diriku" jawab Andi yang menjelaskan semua kronologi kejadian tadi.
Makasi yang sudah mampir dan baca jangan lupa kasih support.
__ADS_1
Sambil kalian menunggu update novel ini kalian bisa membaca novel aku yang lain berjudul bunga Lily milik tuan Edward dan Vino and William( yg ini khusus bxb guys).
To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>