
"Sembunyikan! Kita harus menyembunyikan informasi dan jangan tinggalkan jejak sedikit pun" Dhika langsung memberikan perintah kepada adiknya.
"Laksanakan" Andi mengakhiri panggilan tersebut dan melanjutkan kegiatannya.
Dhika kembali fokus kembali kepada Kaila. Pria tersebut mendudukan tubuhnya di sofa ada disana sambil memangku sang kekasih. Kaila mengalungkan tangannya di leher Dhika.
"Sayang~... Apa yang kau bicarakan dengan Andi tadi?" tanya Kaila yang penasaran dengan pembicaraan di panggilan telepon tadi.
"Tadi Andi memberitahu kalau ada seseorang yang ingin mencari informasi kakak sepupumu dan aku menyuruh Andi menyembunyikan informasi kakak sepupumu" jawab Dhika yang menjelaskan tentang pembicaraan tadi.
"Oh... Kakak pantas mendapatkannya! Karena dia sudah berapa kali mencoba merebutmu dariku" Kaila sedikit cemberut mengingat masa lalunya.
"Sudahlah sayang jangan dipikirkan! Aku masih sayang sama kamu dan kau itu orang yang kuat" Dhika mengusap pipi kenyal Kaila.
"Hihihi… Kau benar sayang! Aku tidak akan membiarkan kakak sepupuku yang jahat itu merebutmu dan kau jangan berpindah hati,ya?" Kaila menyatukan dahinya dengan dahi Dhika.
"Iya sayangku tercinta~... Aku ingin segera menikahimu" tangan Dhika melingkari pinggang Kaila yang ramping.
"Kalau begitu bicara saja dengan ayah".
"Tapi aku harus menyelesaikan masalah kakakku dengan pria kurang ajar itu".
"Kakakmu punya pria lain?".
"Bukan! Tapi ada pria lain yang sedang mendekati kakakku".
"Siapa pria itu?".
"Anak dari ayah yang melecehkan kakakmu".
"Hah?! Yang benar saja?! Bagaimana mungkin?!".
"Itu benar Kaila! Pertama aku membaca informasinya saja aku kaget".
"Lalu kenapa kau ingin menyelesaikan masalah kakakmu dengan anak pria tersebut?".
"Dia tidak cocok sama sekali dengan kakakku! Pekerjaannya saja tidak jelas! Memang dia punya usaha restoran begitu tapi dia sama sekali tidak cocok dengan kakakku!".
"Aku pahama maksudmu! Semisal mereka jadian pasti yang pria akan mendapat banyak keuntungan dari kakakmu. Aku juga merasa dia tidak cocok , hanya karena dia memiliki restoran bukan berarti dia bisa bersanding dengan kakakmu".
"Itu benar! Aku benci kakakku dimanfaatkan! Kalau saja dia seperti mendiang kakak ipar pasti aku akan setuju padanya".
"Hahaha... Bagaimana mungkin tidak cocok? Jelas - jelas mereka sudah berpacaran selama lima tahun dan aku iri dengan keromantisan mereka".
"Memangnya aku tidak romantis?".
"Sedikit".
"Kau jahat Kaila! Padahal aku sangat mencintaimu!".
"Iya memang! Lebih romantis Bang Chan Stray Kids ketimbang kamu!".
__ADS_1
"Iya tahu! Tahu kok! Aku tidak romantis tapi aku kan masih pacarmu bukan si Bang Chan kan?".
"Enak saja! Bang Chan itu pacar keduaku!".
"Hahaha... Lucu sekali kau! Kapan - kapan kita nonton konsernya saat dia konser di negara ini,ya".
"Makasi pacar pertamaku! Aku bisa bertemu pacar keduaku".
Dhika memeluk Kaila setelah membicarakan topik yang berbeda. Kaila sangat senang Dhika menerima dirinya yang seorang kpopers tapi Dhika kadang suka kesal melihat pacarnya lebih fokus ke biasnya daripada dirinya.
...****************...
Di apartement elit, Andi sedang menikmati minuman capuccinonya dengan melakukan pekerjaannya untuk menyembunyikan informasi kakak sepupu Kaila. Hans keluar dari kamar mandi dengan menggunakan celana pendek tanpa menggunakan baju dan handuk bertengger di bahunya. Terlihat sangat seksi Hans dengan memperilihatkan perut kotak - kotaknya.
"Andi! Mandi dulu sana! Habis main kamu harus membersihkan diri!" Hans mengambil pengering rambut milik Andi.
"Ya nanti! Tunggu spermamu melakukan pembuahan di dalam rahimku dulu baru aku mau mandi" jawab Andi yang masih fokus pada pekerjaannya.
"Andi! Jangan keras kepala! Atau aku akan membuatmu benar - benar hamil!" Hans meletakkan pengering rambut di atas nakas.
"Iya sebentar! Aku selesaikan pekerjaan ini dulu!" Andi masih tetap melakukan pekerjaannya.
Hans mulai kesal dengan tindakan Andi yang tidak mau menurut. Dia pun menarik kaki Andi yang tengkurap di ranjangnya. Tanpa rasa kasihan Hans menghempaskan Andi di lantai.
"Apaan sih?! Kenapa kau menarikku?!" tanya Andi yang marah dengan tindakan Hans.
"Aku menyuruhmu mandi tapi kau tidak mau dengar!" jawab Hans yang membentak Andi.
"Andi!" Hans menarik tangan Andi sampai jatuh ke dadanya yang berotot.
"Aku sudah bilang! Akh!--" Andi belum selesai bicara Hans langsung menggigit leher Andi.
"Aku beritahu ya Andi! Jangan menentang ucapanku! Apa kau lupa dengan isi kontrak yang aku buat?!".
"Aku masih ingat! Aku melakukannya nanti saja! Apa susahnya?!".
"Kau yang mandi sendiri atau aku yang mandikan?!".
"Terserah kau saja!".
"Oke terserah aku kalau begitu" Hans menggendong Andi secara paksa kemudian membawanya ke kamar mandi.
Di kamar mandi,Hans menyiapkan air dingin untuk hukuman Andi. Hans mengunci erat tubuh Andi di dalam pelukannya. Tanpa aba - aba Hans melempar Andi di bak mandi berisi air dingin.
"Ahhhh!!!... Apa maksudmu?! Ini dingin tahu?!" tanya Andi yang melempar air ke arah wajah Hans.
"Biar aku membantumu untuk membersihkan diri" jawab Hans yang membersihkan Andi dengan cara kasar.
Hans memandikan Andi bukan dengan cara yanh benar. Ditambah dirinya melakukan sedikit permainan dengan Andi.
...****************...
__ADS_1
Di rumah sakit Cemara, Karina sedang berada di ruangannya sambil membaca beberapa file di laptopnya. Saat sedang membaca file tidak sengaja Karina melihat file foto dia dan mendiang suaminya.
Karina memutuskan untuk membuka file tersebut dan dia banyak melihat foto - foto dia dengan mendiang suaminya dari jaman pacaran sampai memiliki anak. Bimo sangat bahagia di saat dia berfoto bersama mendiang suaminya.
Karina melihat cincin pernikahan yang masih di jari manis tangan kirinya. Dia sangat senang melihat cincin tersebut masih ada dan untuk cincin mendiang suaminya dia masih menyimpannya di suatu tempat yang aman.
"Permisi nyonya Karina!" ucap asisten Karina yang bernama Pina.
"Ada apa Pina?" tanya Karina yang kembali fokus ke file sebelumnya.
"Ada tuan Michael mencari" jawab asisten Pina yang menunduk hormat yang mempersilakan tamu Karina masuk.
"Untuk apa kau kemari?!" tanya Karina dengan nada bicara ketus.
"Aku kangen padamu sayangku" jawab pria tinggi,tampan, putih berambut pirang yang bernama Michael.
"Pergi kau!" Karina langsung mengusir Michael keluar ruangan.
"Jangan begitu sayang! Aku baru saja sampai biarkan aku disini sebentar saja".
"Terserah kau saja!".
"Karina aku ingin menanyakan sesuatu padamu".
"Apa?".
"Apa Bimo benar anakku?".
"Maksudmu apa?".
"Masalahnya kemarin saat aku di negara A aku menemukan cctv hotel tempat kita menginap dulu dan aku menonton cctv itu, apa itu benar?".
"Kenapa kau menontonnya?! Bimo adalah anakku! Bukan anakmu!".
"Kita melakukan hal itu di masa lalu! Itu kejadian lima tahun yang lalu saat kita dan teman - teman kampus merayakan pernikahanmu".
"Itu tidak mungkin!".
"Itu mungkin Karina! Kita perlu melakukan tes DNA!".
"Kita tidak perlu melakukannya! Bimo adalah murni anakku dan suamiku! Tidak ada campur tangan denganmu!".
"Jangan bicara seperti itu! Bimo juga adalah anakku!".
"Bimo adalah anakku!".
"Aku akan menjemput Bimo sekarang!".
Makasi yang sudah mampir dan jangan lupa kasih support.
To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>
__ADS_1