Cafe And Restoran

Cafe And Restoran
Chapter 15 : Pertengkaran Ryan dan Andi


__ADS_3

Mereka bertiga pun sampai di apartemen Andi.Bimo turun lebih dulu kemudian lari masuk ke bagian resepsionis dan disusul oleh Karina juga Dhika. Tiga orang itu menuju lift.


Di dalam lift hanya ada mereka dan suasana sangat sepi. Lift yang mereka tumpangi menuju lantai 5.


Pintu lift terbuka yang menandakan mereka sudah sampai.Mereka berdiri di kamar bernomor 202. Tangan Karina memutar gagang pintu lalu pintu terbuka dan menampilkan pemandangan yang tidak menyenangkan.


Dhika langsung menutup mata Bimo dengan tangannya dan Karina terdiam entah apa yang dia bayangkan melihat adiknya yang sedang berduaan dengan Hans. Posisi Andi saat ini sedang di bawah menggunakan bathrobe dan Hans yang di atas Andi dengan bertelanjang dada.


Karina masuk langsung menyingkirkan Hans dari adiknya. Andi cukup kaget melihat kehadiran kakaknya begitu juga dengan Hans.


"Andi apa hubunganmu dengan Hans?! Lalu apa yang kalian lakukan tadi,hah?!" tanya Karina dengan nada tinggi.


Dua adam tersebut hanya duduk sambil menundukkan kepalanya.Mereka takut untuk menjawab langsung pertanyaan Karina.


"Apa kalian bisa?! Atau kalian tuli?! Jawab!" kini suara Karina lebih keras yang membuat mereka semakin ketakutan.


Andi memutuskan untuk menjawab pertanyaan kakaknya itu.Mulutnya sangat susah untuk berbicara tapi dia harus menjawabnya.


"Ehm... Ka... Kami memiliki hub... --"


"Aku dan Andi memiliki hubungan sebagai pacar!" saut Hans yang menyambung kalimat yang akan diucapkan oleh Andi.


Karina dan Andi kaget mendengar jawaban Hans.Andi tampak bingung kenapa dia harus menjawab dengan kalimat seperti itu?.


"Apa itu benar,Andi?" Karina menoleh ke arah Andi.


"I... Iya itu benar kak! Kami sedang berpacaran!" jawab Andi dengan sedikit panik.


Karina masih curiga dengan jawaban dua mahluk yang ada dihadapannya tapi ya sudah lah biarkan saja.Dhika mengajak masuk Bimo dengan tetap menutup mata Bimo.


Setelah Hans dan Andi memakai pakaian,mereka kembali ke ruang tamu.Mata Andi tertuju pada banyak coklat yang dibawa oleh Karina.


"Kak apa itu untukku?" tanya Andi dengan mata berbinar.


"Iya ini untukmu,ambilah!" Karina memberikan beberapa coklat dari buket yang sudah dibongkar oleh Bimo.


(Jadi dalam perjalanan itu Bimo merusak buket bunga itu dengan maksud melampiaskan emosinya).


Dengan sangat senang Andi menerima coklat itu.Hans yang cemburu melihat Karina yang memberikan coklat itu kepada Andi membuat si sugar baby senang.Karina menatap tajam Hans.


"Hans... Kalau kau cemburu karena aku memberikan coklat kepada adikku sendiri sebaiknya jangan jadi pacarnya" sindir Karina yang melirik kepada Hans.


"Kak jangan seperti itu... Hans hanya belum terbiasa..." ucap Andi yang berusaha menangkan kakaknya.

__ADS_1


"Iya! Iya kakak ngalah"


"Oh iya Andi berapa kali kamu sudah digempur oleh Hans ?" pertanyaan yang dilontarkan Karina sontak membuat Andi tersedak coklat.


"Kak! Jangan bahas itu ada Bimo sini" Dhika berbisik kepada Karina sambil melirik - lirik Bimo.


Karina lupa kalau dia mengajak anaknya.Bimo yang menoleh kanan kirinya terlihat kebingungan dengan pertanyaan ibunya. Dalam pikirannya ia bertanya - tanya apa maksud pertanyaan ibunya? Digempur apa? Apakah paman Andi dan paman Hans berkelahi?.


"Tidak pernah kak,kakak tidak perlu khawatir" jawab Andi yang mengalihkan topik pembicaraan agar tidak terlalu berpengaruh pengaruh oleh Bimo.


Mereka semua menikmati coklat yang dibawa oleh Karina.Bahkan ada yang bucin sendiri dan menganggap yang lain adalah nyamuk. Setelah semua coklat habis Karina,Dhika,dan Bimo memutuskan untuk pulang.


Sesudah dua kakak dan keponakannya pergi dua pria yang kelebihan hormon ini melanjutkan aksinya.Bahkan mereka menjadi lebih ganas entah setan apa yang merasuki mereka.


...****************...


Besoknya di restoran happine's food,Ryan sedang mengelap meja dan Tio memasak pesanan.Suara pintu restoran terbuka dan menampilkan bocah kecil bernama Bimo. Bocah kecil itu menghampiri Ryan.


"Ada perlu apa, Bimo?" tanya Ryan yang menekuk satu tangannya di pinggang.


"Ibu minta gula sedikit" jawab Bimo dengan ragu - ragu yang juga menyerahkan satu kantung plastik.


"Minta ? Ibumu kan bisa beli sendiri kenapa harus minta?" Ryan kembali bertanya dengan pertanyaan yang sedikit pedas.


"Bilang saja kalau kamu yang mau balas dendam! Tidak perlu sok polos bocah!" Ryan mengambil kantung plastik itu dengan cara yang kasar.


"Kalau paman tidak ingin memberikan bilang saja jangan mengambil paksa seperti ini".


"Yang menyerahkan tadi siapa? Hah?!".


Bimo menunduk malu untuk menjawab pertanyaan dari Ryan.Setelah mengisi gula ke dalam kantung plastik Ryan langsung memberikannya kepada Bimo.


"Terima kasih paman".


"Ibumu lebih sukses dari kami kenapa dia sering minta,hah?!".


"Aku sudah bilang paman aku tidak tahu!".


"Syukur aku sayang pada ibumu kalau tidak aku tidak mau memberikannya".


"Ini paman! Aku tidak jadi minta!" Bimo meletakkan kantung plastik berisi gula itu di meja kemudian berlari keluar sambil meneteskan air mata.


Tio yang melihat kejadian itu cukup kasihan dengan Bimo.Lalu ia menghampiri sahabatnya itu.

__ADS_1


"Ryan yang kau lakukan kepada Bimo itu jahat,dia itu masih bocah jangan diperlakukan seperti itu" Tio menasehati temannya itu.


"Dia yang duluan menyombongkan dirinya kemarin jelas salah dia!" jawab Ryan yang menyalahkan Bimo.


"Dia itu hanya anak kecil! Ya masa kamu gituin dia sampe seperti tadi ?! Kamu sudah dewasa! Mikir dong!".


"Aku tidak peduli! Jelas dia yang salah pokoknya!".


"Bagaimana kau bisa mendapatkan Karina ? kalau anaknya saja kamu jahatin".


"Masalah itu gampang,ayo kembali kerja!" Ryan kembali ke posko begitu juga dengan Tio.


Di luar restoran,Bimo terduduk dengan menekuk lututnya dan menyembunyikan wajahnya di lutut yang di tekuk. Bocah kecil yang manis itu sedang menangis terisak - isak.


Di parkiran cafe , Andi baru saja selesai memarkir mobilnya ia melihat keponakannya sedang terduduk di luar cafe. Ia memutuskan untuk menghampiri Bimo.


"Bimo..." sapa lembut dari Andi dan sentuhan lembut di rambut Bimo.


Wajah Bimo yang terangkat dengan keadaan memerah akibat menangis.Andi sangat terkejut melihat kondisi Bimo sekarang.


"Ya ampun Bimo! Ada apa denganmu?! Siapa yang membuatmu seperti ini?!" tanya Andi yang sangat panik.


Jari Bimo menunjuk ke arah restoran milik Ryan. Melihat kode yang diberikan Bimo,Andi memahami situasi sekarang. Andi menggendong Bimo lalu masuk ke restoran tersebut.


"Selamat datang " sambut Ryan yang langsung mendapatkan satu tamparan dari Andi.


"Kau apakan keponakanku?! Jawab!" tanya Andi yang menunjuk - nunjuk Ryan.


Ryan yang masih shock tidak bisa memahami situasi sekarang ini. Tio yang melihat seseorang menampar Ryan menyadari sesuatu.


"Aku tidak melakukan apa pun! Dia yang kesini tadi!" jawab Ryan yang menyentuh pipinya terkena tamparan tadi.


"Jangan bohong kau! Mana mungkin anak kecil manis ini tidak diapa - apakan!" tuntut Andi yang terus meminta Ryan untuk jujur.


Seketika Tio tersadar kalau yang menampar Ryan adalah Andi yaitu adik direktur Dhika juga pemegang saham terbesar pertama di perusahaan media terbesar di dunia. Tapi Andi tidak tertarik dengan media jadi dia mengembangkan di bidang lain seperti produk makanan dan minuman atau kosmetik.


Tio masih tidak menyangka yang menampar temannya adalah Andi. Dalam pikirannya sepertinya dia akan habis di bunuh oleh Andi.


"Jawab!"


"Tunggu dulu tuan Andi! Saya bisa menjelaskan!" Tio yang langsung jadi penengah di antara pertengkaran orang besar dan orang sok.


Aku lagi siapin novel dengan genre bxb silakan dinantikan.

__ADS_1


To be continued\=\=\=\=\=\=\=>>>>>


__ADS_2