Cafe And Restoran

Cafe And Restoran
Chapter 113: Ryan mengerjai Karina


__ADS_3

Pasangan ini memutuskan untuk mengajak Bimo bermain di area bermain. Ryan menurunkan Bimo kemudian membayar tiket masuk untuk tiga orang yang terdiri dari dua orang dewasa dan satu anak kecil. Setelah membayar tiket masuk mereka mulai menjelajahi area tersebut.


Area bermain tersebut terlihat seperti pada area bermain pada umumnya, banyak mainan,wahana mainnya dan ada khusus untuk tempat orang tua menunggu. Ryan membayar waktu room bermain selama dua jam. dia ingin membuat bimo senang sedangkan dirinya bisa berduaan dengan Karina. Mereka berdua duduk di kursi yang sudah disediakan ditambah ada mejanya.


"Kenapa lihat aku terus?" tanya Karina iya merubah pandangannya ke arah Ryan.


"Memangnya salah aku melihatmu? Kan Karina adalah pacarku jadi menurutku itu normal normal saja" jawab Ryan iya menyandarkan tubuhnya pada punggung kursi.


"Cih! Modus saja" Karina melakukan bombastic side eye kepada Ryan.


"Hahaha.... My sweetie, apakah kamu lapar?".


"Iya".


"Mau makan apa?".


"Sepertinta pancake enak dan gelato".


"Aku pesankan,ya? Atau mau beli yang lain?".


"Sama milktea boba satu".


"Oke kalau begitu! Aku pesankan sekarang,tunggu disini ya".


Ryan beranjak dari sana menuju kantin yang sudah disediakan. Mata Karina kembali tertuju pada putranya yang sibuk bermain. Bimo terlihat sangat senang bermain disana karena selain banyak permainan dia juga mendapatkan teman baru disana. Teman - teman baru Bimo terlihat sangat senang bisa bermain dengan Bimo. Karina sangat senang bisa melihat Bimo bermain dengan anak - anak yang lain.


Mari kita beralih ke Ryan yang sedang memesan beberapa cemilan. Karina memesan pancake,gelato, dan mungkin saja milktea tersebut untuk Bimo sedangkan Ryan memesan greentea saja. Selama menunggu pesanannya jadi lagi - lagi mata Ryan menangkap seseorang yang berusaha melukainya. Ryan berusaha tenang karena dia tahu saat ini dia sedang berada di tempat banyak anak - anak jika saja dia membuat gerakan tiba - tiba kemungkinan yang lainnya akan panik. Karena tidak ingin membuat suasana panik Ryan memutuskan untuk tetap mengamati gerak - gerik orang tersebut.

__ADS_1


"Ini orang terus mengincarku, memangnya aku ada dendam apa sama dia? Kok bisa - bisanya dia terus mengikutiku" batin Ryan yang tetap fokus mengamati musuhnya.


Orang tampak hanya bergerak sedikit saja seperti berjalan,menggaruk kepala atau bersin saja. Walaupun itu hanya gerakan kecil tapi tetap saja Ryan harus waspada.


"Mas! Pesanannya sudah jadi!" ujar pelayan kantin yang menyodorkan pesanan Ryan.


"Hah?! Eh? Makasi banyak, ini bayarannya" jawab Ryan yang sedikit terkejut kemudian membayar dan segera pergi.


Langkah Ryan terus diikuti oleh orang tersebut. Ryan harus tetap bersikap biasa saja karena akan sangat berbahaya langsung saja bertindak. Dia pun telah sampai meja tempat tadi kemudian memberikan pesanan Karina kepada orangnya.


Karina mengambil bungkusan tersebut kemudian membongkar isinya. Pandangan Karina terhadap Ryan memberikan rasa curiga dan khawatir di benaknya. Kalau saja Karina bertanya sekarang mungkin saja Ryan tidak akan mengatakan yang sebenarnya. Jadi kata Karina, ya biarkan saja lah mungkin itu hanya perasaan dia saja.


Karina memanggil Bimo sebentar untuk menikmati pancake dan gelato. Bimo segera menghampiri ibunya kemudian membuka mulutnya dan menunjuk ke arah gelato. Karina langsung menyuapi putra manisnya. Setelah mulutnya diisi Bimo kembali bermain dengan teman - temannya.


Ryan merasa cemburu melihat Bimo disuapi oleh Karina. Tapi dia ingat kalau Bimo di masa depan akan menjadi anaknya jadi sebaiknya cemburu boleh - boleh saja asalkan jangan berlebihan. Ryan menyolek tangan Karina kemudian menunjuk ke arah mulutnya.


"Mau disuapin?" tanya Karina yang menahan tawanya melihat ekspresi Ryan.


"Oke! Tapi mau gelato atau pancake?".


"Pancake aja. Kayaknya pancakenya akan lebih enak disuapin pakai mulutmu saja deh".


Karina yang mendengar ucapan Ryan tersebut langsung menghangtamnya menggunakan tasnya tepat ke arah wajah. Ryan memegangi hidupnya yang terkena tas Karina.


"Aduhhh..... Memangnya tidak boleh,ya?" Ryan meringis kesakitan sambil memegangi hidungnya.


"Tentu saja tidak! Apa kau lupa kita sedang berada dimana?! Ini tempat umum Ryan!" Karina memarahi Ryan atas ucapan dia tadi.

__ADS_1


"Berarti kalau selain di tempat umum boleh dong? Iya kan?" Ryan mengeluarkan senyum miring saat mengeluarkan kalima tersebut.


"Ehm.... Eh... Tetap saja tidak boleh! Kan ada Bimo di rumah! Bagaimana bisa kita melakukan hal seperti itu?! Tahu ah!" Karina malu - malu saat akan menjawab pertanyaan Ryan tersebut.


"Hahaha.... Imut sekali calon istriku ini kalau dikerjai" Ryan mencubit pipi Karina yang mengembung.


"Ishh!..... Jangan sentuh - sentuh!" Karina menepis tangan Ryan.


Yang mengerjai hanya tertawa terbahak - bahak saja saat melihat yang dikerjai semakin marah namun semakin imut. Karina tidak mengerti kenapa Ryan bisa bertingkah seperti ini padahal sebelumnya tidak pernah seperti ini. Tetapi setelah dipikir lagi kalau dirinya saja yang belum terlalu mengenali Ryan makanya dia merasa heran.


Bimo kembali ke arah ibunya kemudian menunjuk gelato. Karina masih marah kepada Ryan sampai tidak menyadari kalau sang anak minta disuapi.


"Ibu! Suapin!" pinta Bimo dengan sedikit penekanan nada.


"Ah?! Iya nak?! Ohh... Minta disuapin.... Ya sudah ayo sini" Karina akhirnya menyadari keberadaan sang anak kemudian segera menyuapi sang anak.


Sesudah mendapat suapan gelato, Bimo kembali bermain dengan teman - temannya. Karina meletakkan sendok kemudian melirik ke arah Ryan yang masih tersenyum miring.


"Ini semua gara - gara kamu! Makanya aku salah fokus" Karina memukul lengan kiri Ryan atas ketidakfokusan dirinya.


"Kok aku yang disalahin? Kan yang salah fokus kan kamu bukan aku" Ryan kembali memulai godaannya.


Karina kembali memukul lengan Ryan dan yang dipukul hanya tertawa saja. Ryan terus mengerjai Karina sampai Bimo selesai masa bermainnya. Selesai bermain Ryan memutuskan mengantar ibu dan anak tersebut ke rumahnya.


Makasi yang sudah mampir dan baca


Author minta maaf kemarin tidak update dari kemarin karena author tiba - tiba saja sakit kemarin dan author terus ada urusan mendadak

__ADS_1


Sekali lagi minta maaf


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>


__ADS_2