
Hari minggu pun tiba yang dimana Bimo tidak sabar untuk ke pantai bersama dengan keluarga tercintanya.
"Ibu ayo!"panggil Bimo yang sudah menunggu di dalam mobil Dhika.
"Iya sabar nak"
"Ibu lagi bawa banyak barang" Karina membawa banyak barang yang membuat dia kesusaha berjalan.
Semua barang sudah diletakkan di mobil,semua anggota sudah siap dan yang terakhir tinggal menuju tempat tujuan.
Di perjalanan suasana di mobil terkesan sepi Karina dan Bimo tidur di mobil karena sudah kebiasaan sedangkan Andi sedang memainkan ponselnya.
"Ting!" suara ponsel Andi berbunyi.
Saat Andi mengecek suara notifikasi itu ia terkejut.Ia mendapatkan pesan dari sugar daddynya.
"Baby"
"Kamu dimana? Nanti malam kita main yuk!"
Andi membalas pesan itu dan agak sedikit menjauh dari Dhika agar tidak diketahui kalau tidak kakak laki-lakinya ini pasti mengadukannya kepada kakak perempuannya.
"Saya mau pergi ke pantai"
"Diajak keluarga"
"Kalau begitu saya meluncur kesana"
"Saya sudah mengecek ke arah mana kamu"
"Baiklah daddy aku menunggumu"
Hans membalas dengan emotikon hati dan senyum.Andi mematikan ponselnya kemudian melihat ke arah jalan di depannya.
Dhika merasakan ada yang mencurigakan dari adiknya itu.Perasaan penasaran pun muncul ia ingin tahu apa yang dilakukan adiknya sampai sembunyi-sembunyi begitu.
Setelah perjalanan yang lama mobil Dhika telah sampai di tujuan.Bimo yang pertama keluar kemudian Karina memperingatkan anaknya tidak terlalu jauh bermainnya.Dhika dan Andi mengeluarkan barang bawaan sedangkan Karina mencari tempat untuk berpiknik mereka.
Karina menemukan daerah yang kosong lalu mengajak adik-adiknya kesana.Mereka bertiga menyiapkan barang-barang mereka si bocah kecil yang sudah tidak sabar masuk ke air menunggu salah satu orang dewasa untuk penjaganya nanti.Keadaan pantai terlihat sangat ramai karena ini merupakan hari libur jadi wajar saja.
Sesudah menyiapkan,Karina memanggil anaknya untuk dipakaikan sunblock agar tidak terlalu terpapar matahari.Yang menjaga Bimo adalah Dhika dan yang lainnya duduk memperhatikan bocah kecil itu bermain dengan gembira.
"Ahh... Seger bngt" ucap Bimo yang merasakan air pasang mengenai kakinya.
"Jangan terlalu ke tengah! Nanti kau tenggelam" Dhika menarik tangan Bimo ke pinggiran sedikit dan tetap memegang tangan keponakannya.
__ADS_1
Bimo menyiram Dhika dengan air pasang tepat di bagian wajahnya.Dhika yang merasakan itu sontak terkejut dan si pelaku tertawa jail melihat pamannya basah kuyup.Bimo menyiram kembali Dhika dengan lebih banyak air si tua tidak ingin kalah dia ikut menyiram Bimo.
Di daratan, Karina dan Andi duduk memakan cemilan dan memperhatikan si paman dan bocilnya.Andi yang sedang makan tiba-tiba dirinya diganggu oleh pesan yang dikirim Hans.
"Baby! Aku sudah di pantai"
"Kamu dimana?"
Andi menoleh memastikan Karina tidak menoleh ke dirinya.Daddy dan baby sugar baby ini melanjutkan kirim mengirimnya.
"Aku tunggu kau di dekat kios penjual es serut"
"Baiklah! Aku kesana nanti".
Andi mematikan ponselnya lalu meminta izin kepada kakaknya ia ingin membeli es serut.Karina mengangguk yang menandakan bahwa ia di perbolehkan.
Andi dengan cepat menuju tempat janji agar tidak dimarah oleh sang sugar daddy.Di kios es serut Andi menunggu Hans datang sambil memesan satu mangkuk es srut.
Tidak lama menanti seseorang yang dinanti akhirnya datang juga. Andi yang melihat sumber atmnya meminta Hans untuk duduk lalu menyuapi si boss dengan es serut rasa coklat.
"Aku kira kau tidak akan kesini" Andi masih menyuapi Hans.
"Kalau babyku ada disini tentu saja aku harus kemari" jawab Hans dengan memberikan satu wink.
Reflek itu membuat Andi klepek-klepek dan si pelaku hanya bisa tersenyum saja.
"Ahahaha... Kalau begitu rasakan ini juga" Dhika membalas serangan Bimo dengan lebih banyak.
Bimo dan Dhika bermain siram menyiram air satu sama lain.Karina yang memperhatikan dari jauh tertawa kecil memperhatikan tingkah laku mereka berdua.
"Kak aku kembali! Ini aku belika es serutnya satu" Andi memberikan satu cup es serut matcha kepada Karina.
"Aduh...kamu baik sekali Andi" Karina dengan senang hati menerima es serut itu.
"Hai Karina! Lama tidak berjumpa" sapa Hans yang muncul dari belakang Andi.
"Astaga Hans! Lama tidak berjumpa,apa kabarmu?" Karina sedikit terkejut melihat Hans ada di pantai.
Karina dan Hans teman satu kuliah dan satu jurusan.Banyak rumor di kuliah dulu mereka sedang berpacaran sebenarnya tidak sama sekali karena Hans memiliki kelainan dari pria lainnya.
Hans berasal dari keluarga orang kaya termasuk Karina.Mereka bisa dekat karena satu pemikiran tapi Hans tidak mengetahui kalau Karina memiliki adik yang sekarang jadi sugar babynya.
"Aku baik"
"Mana anakmu? Apakah dia mirip ayahnya sekarang?" tanya Hans mendudukan tubuh di sebelah Andi.
__ADS_1
"Ahaha... Kau ini ada-ada saja"
"Dia memang sedikit agak mirip seperti ayahnya tapi kebanyakan sifat ibunya" jawab Karina yang sedikit membuat suasana.
Hans tertawa kecil mendengar jawaban Karina.Andi yang sedikit bingung melihat keakraban Karina dan Hans.
"Kak darimana kau tahu Hans?" tanya Andi kepada Karina.
"Kakak dulu satu universitas sama Hans makanya kakak tahu dia" jawab Karina yang menjelaskan awal kenal dia dan Hans.
Andi mengaggukkan kepalanya yang paham dengan penjelasan kakaknya.Tapi Karina sedikit bingung kenapa adiknya bisa mengenal Hans?
"Andi! Kenapa kau bisa mengenal Hans?"tanya Karina sambil memakan es serutnya.
Andi yang mendengar pertanyaan kakaknya itu mulai panik apakah dia harus menjelaskan semuanya?atau tidak?
Untungnya Hans ada disana yang membantu Andi untuk menjawab.Hans menjawab pertanyaan dengan karangannya
"Aku mengenal Andi saat aku lagi di cafe yang pada saat itu ada wanita yang mau menggodaku,untungnya ada Andi disana"
"Jadi aku selamat".
Andi ingin tertawa mendengar karangan Hans yang cukup menggelitik perutnya.Karina jadi paham karena penjelasan Hans walaupun karangan.
"Ibu!!!" panggil Bimo yang berlari menghampiri Karina.
"Ya ampun Bimo! Hati-hati awas jatuh nanti" Karina memberikan peringatan kepada Bimo.
Si anak mengangguk paham peringatan ibunya.Selanjutnya Karina mengelus rambut Bimo.
"Ibu! Siapa paman tampan ini?"tanya Bimo yang menanyakan Hans.
"Ini teman ibu dulu teman ayah juga sih,namanya paman Hans" jawab Karina yang memberikan pemahaman kepada anaknya.
Kemudian Bimo tersenyum kepada Hans sebagai salam hormatnya.Hans tersenyum balik kepada Bimo.
"Senyumannya sangat manis sekali" batin Andi sampai menganga.
Hans melirik ke arah Andi seketika membuat Andi salah tingkah.Andi tidak berani menatap langsung mata Hans.
"Ibu... Aku lapar" Andi menganyun-anyunkan tangan Karina.
"Baiklah! Sekarang ibu mengeluarkan bekal dulu" Karina melepaskan tangannya kemudian mengeluarkan makanan dari keranjang yang ia bawa.
(Bantu promisi ya terima kasih)
__ADS_1
TO BE CONTINUED\=\=\=\=\=>>>>