
Hans menatap Andi seakan - akan masih meragukan jawaban Andi.
"Bagaimana cara kamu melepaskan diri?" tanya Hans.
"Aku melakukannya dengan cara nanti aku menghubungi dia untuk menyelesaikan masalah mungkin sekitara nanti malam" jawab Andi yang memegang kedua tangan Hans untuk meyakinkan Hans.
"Nanti malam? Apa kau tahu apa yang kau lakukan ini?" Hans mulai curiga dengan rencana penyelesaian Andi.
"Aku tahu lagipula aku hanya menghubungi dia melalui sambungan telepon" jawab Andi.
Hans balik memegang dua tangan Andi. Kemudian membantingnya di kasur. Hans mendekatkan wajahnya ke wajah Andi.
"Dengar baik.- baik Andi! Aku tidak akan membiarkanmu menghubungi dia malam ini karena sangat berbahaya membiarkan sugar baby keluar malam - malam" ucap Hans yang langsung mencium bibir manis Andi.
Hans tidak memberikan ampun Andi dalam ciumannya itu. Kemudian tangan Hans merobek pakaian Andi. Semua di sobek sampai tidak meninggalkan apa pun. Sekarang Andi tidak berbusana sama sekali.
Selanjutnya Hans melakukan aksinya yaitu untuk menikmati sang sugar baby. Permainan mereka sangat intens. Kamar Andi hanya dipenuhi dengan suara orang berhubungan dewasa.
Andi dibuat sangat hancur sampai dia tidak bisa bangun sama sekali tapi Hans tetap melanjutkan aksinya. Hans memberikan serangan tanpa ampun sama sekali. Aksi dua mahluk adam itu terus berlanjut sampai pagi.
...****************...
Keesokan paginya di kediaman Dhika ,ia mendapatkan panggilan dari Ryan dan Tito. Ryan meminta Dhika dan Andi untuk datang ke restorannya nanti siang sekitar pukul setengah dua belas. Mereka berdua mengundang Dhika dan Andi untuk membicarakan sesuatu yang penting.
Dhika tahu maksud dari undangan tersebut. Tentu saja Dhika menerima tawaran itu. Dhika juga sudah meminta Andi untuk menemaninya. Andi mau mau saja diajak oleh Dhika karena dia juga memiliki hal yang harus dibicarakan dengan Ryan.
Sedangkan di sisi lain Karina sedang menemani anaknya bermain bersama para pasien di taman rumah sakit. Taman rumah sakit cemara memiliki berbagai macam tanaman seperti bunga - bunga dari berbagai negara dan pohon - pohon yang rindang untuk untuk tempat berteduh pasien.
Bimo mendorong kursi roda salah satu pasien. Mereka melihat bunga yang sangat indah dengan beragam macam warna dan bentuk. Pasien itu memberitahu nama bunga yang dia tahu di taman itu kepada Bimo.
"Wahh... Paman tahu banyak tentang jenis bunga" puji Bimo sambil melihat bunga - bunga.
__ADS_1
"Tidak kok Bimo... Paman hanya tahu beberapa saja dan itu pun hanya kebetulan" jawab pasien tersebut yang sedikit merendah dengan pujian Bimo.
Mereka berdua sangat menikmati pemandangan taman itu. Karina dari kejauhan sedang menerima panggilan telepon dari Dhika.
"Ryan mengundangmu untuk berbicara sesuatu?" tanya Karina yang terkejut dengan ucapan Dhika.
"Itu benar kak jadi, sebaiknya kakak ikut juga aku takut kalau aku dan Andi akan kebablasan emosinya nanti" jawab Dhika yang membenarkan ucapannya.
"Baiklah aku akan ikut! Jam berapa aku kesana nanti?".
"Nanti kami jemput kakak di rumah sakit".
"Terima kasih adikku sayang sampai jumpa nanti sayang" Karina memutus sambungan telepon dan beralih kembali ke Bimo.
Karina berpikir masalahnya sudah selesai dengan Ryan ternyatanya tidak. Dia masih ingat kalau urusan Andi dan Ryan masih berlanjut dan pembicaraan nanti pasti akan rumit. Tapi ya sudahlah masalah ini harus segera selesai.
...****************...
Waktu berjalan begitu cepat dan sekarang waktu sudah menunjukkan pukul dua belas lebih lima belas menit. Dhika dan Andi sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit untuk menjemput Karina. Kaca mobil sengaja diturunkan dikarenakan mendapat angin segar jalanan. Andi menggunakan kacamata hitam dan kepalanya sedikit keluar jendela.
Dua pria tampan ini membuat wanita yang sedang berjalan kaki atau pun mengendarai mobilnya terpana. Pesona pria kaya dan royal dikeluarkan oleh Dhika dan pesona Andi sangat unik yang dimana ia bisa dibilang cantik dan tampan. Bahkan pria pun yang melihat wajah Andi pasti akan jatuh hati. Inilah penyebab Andi punya banyak mantan.
Mereka pun sampai di rumah sakit, Dhika turun dari mobil dan untuk Andi diam di dalam mobil. Dhika bertanya pada bagian resepsionis.
"Permisi nona! Apakah nyonya Karina ada?".
"Astaga ternyata tuan Dhika! Saya tidak menyangka kalau itu anda! Ini pertama kali saya melihat anda berpakaian casual. Nyonya Karina ada, apa perlu saya panggilkan?" jawab resepsionis wanita tersebut yang terkejut dengan penampilan Dhika yang terlihat lain.
"Panggil dia! Suruh dia kesini!" pinta Dhika.
Resepsionis wanita itu segera memanggil Karina melalui sambungan telepon. Sesudah melakukan tugasnya resepsionis itu meminta Dhika menunggu sebentar karena Karina masih ada rapat.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian Dhika bisa melihat kehadiran Karina yang mendekatinya. Karina langsung memberi kode untuk langsung berangkat ke tujuan sebenarnya.
Karina dan Dhika memasuki mobil dan melihat Andi sedang asyik bermain ponselnya. Andi menyapa dua kakaknya itu.
Dhika memegang setir,menghidupkan mobil, dan selanjutnya melaju ke restoran Ryan. Dalam perjalanan Dhika menceritakan kejadian yang dimana dia bertemu Kaila kemarin kepada Karina dan Andi.
"Kemarin Kaila datang ke kantorku sungguh aku sangat merindukan dia".
"Kemarin Kaila juga datang ke rumah sakit dia menanyakan keberadaanmu" ucap Karina yang menceritakan kedatangan Kaila kemarin di rumah sakitnya.
"Iya! Kemarin dia sempat cerita kemarin dan dia tidak menyangka kalau Bimo sudah besar jujur saja dia cukup kaget. Dulu saat Kaila masih merawatnya masih kecil sekali dan sekarang hadehh...".
"Kaila diberi izin oleh orang tuanya setelah dua setengah tahun, aku memeluk,mencium pipinya bahkan aku tidak melepas pelukkanku sama sekali. Dia banyak bercerita tentang bagaimana dia harus merayu orang tuanya untuk bertemu diriku lagi. Dia melakukan apa pun yang disuruh oleh orang tuanya selama dua tahun hingga akhirnya dia diizinkan kembali bertemu denganku dan aku bisa mampir ke rumahnya lagi".
"Ya ampun Kaila... Aku terharu mendengarnya" Karina tersentuh mendengar perjuangan Kaila.
"Sekarang Kaila dimana ?" tanya Andi.
"Sekarang dia ada di rumahnya lah!" jawab Dhika yang kesal mendengar pertanyaan tidak berguna dari Andi.
Pembicaraan tiga adik kakak itu berakhir dan suasana menjadi hening. Sebentar lagi mereka akan sampai di restoran Happine's Food hanya tinggal dua belokan.
Mereka pun sampai di restoran tersebut. Di depan restoran sudah Ryan dan Tio menanti kedatangan mereka. Dhika dan Andi berjalan di depan Karina untuk sebagai tameng.
"Selamat datang tuan Dhika,tuan Andi,dan nona Karina" sambut Ryan.
"Tidak perlu seformal itu kita ini masih teman jadi, bersikap biasa saja" jawab Dhika yang melarang Ryan berhasa terlalu formal.
"Baiklah! Mari kita mulai pembicaraan penting ini di dalam".
Makasi yang sudah mampir dan jangan lupa kasi support ke author.
__ADS_1
Seraya para riders menunggu chatpter selanjutnya update ayo baca novel saya yang lain berjudul bunga Lily milik tuan Edward dan Vino and William(yg ini khusus bxb)
To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>