Cafe And Restoran

Cafe And Restoran
Chapter 74: Melihat TK


__ADS_3

Karina sangar terkejut mendengar jawaban Ryaiden. Ryan yang hendak memberikan minuman kepada adiknya langsung mematung terdiam. Dua bocah itu kebingungan dengan maksud ucapan Ryaiden.


"Andi! Bisa tidak sih setiap pria yang menjadi teman Ryan atau kerabat Ryan atau pria manapun kau tidak pacari?! Perasaan kakak, semua pria kau pacari! Bikin heran saja" ucap Karina yang memarahi sang adik.


"Aku dan Ryaiden hanya teman di atas itu saja kami hanya menjalankan satu kesapakatan saja" jawab Andi yang berusaha menjelaskan yang sebenarnya kepada kakaknya.


"Kesapakatan apa?! Katakan!" bentak Karina.


"Sabar Karina biarkan mereka menjelaskannya terlebih dahulu, Bimo dan Vivi main di sebelah sana dulu kami mau berbicara serius sebentar" Ryan berusaha menenangkan Karina dan meminta dua bocah disana untuk menjauh.


Akhirnya terpaksa Andi harus duduk sebentar untuk menjelaskan apa yang terjadi. Andi dan Ryaiden duduk bersebelahan sedangkan Ryan dan Karina duduk bersebelahan.


"Baiklah! Silakan jelaskan!" ucap Ryan yang mempersilakan keduanya mulai menjelaskan hubungan mereka.


"Aku dulu! Jadi kejadian ini terjadi satu tahun yang lalu saat aku baru saja menyelesaikan penyelidikan dan baru diputusin pacarku saat itu. Pada saat itu aku sedang berada di bar ku dan disana juga aku bertemu Ryaiden. Bocah ini meghampiriku lalu tanpa permisi sama sekali dia langsung men ci um bi birku. Setelah bocah ini menyambar bibirku kemudian dengan santainya dia mengatakan kita jadi f w b yuk dan aku akan membantumu dalam penyelidikan" jawab Andi yang menjelaskan setengah cerita.


"Penyelidikan yang dimaksud adalah penyelidikan tentang perusahaan suami Andi dengan perusahaan ayah. Sebenarnya aku hanya ingin menyelidiki perusahaan ayah sebab itu aku meminta bantuan Andi. Tapi aku tidak menyangka kalau perusahaan ayah ada hubungannya dengan perusahaan suaminya Andi seharusnya rencananya tidak seperti ini" ujar Ryaiden yang melanjutkan ceritanya Andi.


"Memangnya ada apa dengan perusahaannya ayah? Aku rasa baik - baik saja" Ryan sedikit bingung dengan kisah Andi dan Ryaiden.


"Kakak tidak tahu! Selama kita tinggal di rumah cuman aku saja yang mengetahui kebusukan ayah dimulai dari koru psi, pele cehan, dan masih banyak lagi. Aku sengaja meminta bantuan Andi untuk menyelidiki tentang pemal suan uang".


"Yang dikatakan Ryaiden benar sekali! Sebenarnya penyelidikan ini masih berlanjut namun rencananya agak sedikit kacau karena kakek tua itu!" Andi melipat kedua tangannya.


"Kenapa kau menyalahkan kakek?! Kakek itu tidak salah sama sekali lagipula dia tidak mengetahui rencanamu" Karina kembali meminum minumannya.


"Seharusnya rencana awalnya adalah aku menjual sample biru bangunan itu dan ada syarat lainnya yaitu orang yang mendapatkan sample itu harus memberitahu semua rahasia perusahaannya kepada diriku tapi gara - gara kakek tua itu semuanya berantakan!" Andi sangat kesal saat mengingat kembali tentang rencana dia yang gagal.


"Yang dibilang Andi benar! Jika saja rencana ini berjalan mulus maka, Hiro dan ayah pasti sudah ditangkap atas kasus - kasusnya. Tapi apa yang aku bisa katakan semuanya sudah terjadi" Ryaiden hanya bisa pasrah saja dengan rencana Andi.

__ADS_1


"Tapi aku akan menemukan cara apapun untuk mengungkap kejahatan Hiro dan ayahmu Ryan! Dulu aku juga pernah mengatakan Nika ada hubungannya dengan kasus ini namun kita belum menemukan apapun" Andi menundukkan kepalanya.


"Ya sudah yang sabar saja kalian berdua namanya juga jalan hidup" Ryan mengambil minuman adiknya lalu meminumnya.


Andi dan Ryaiden hanya bisa menghembuskan nafas panjang saja. Karina merasa sedikit bersalah


Selesai menceritakan tentang penyelidikan, Andi dan Ryaiden kembali ke urusan mereka masing - masing dengan meninggalkan restoran Ryan. Andi mengajak Vivi pulang. Bimo hanya bisa bermain sendiri sekarang.


Karina dan Ryan sibuk berpacaran sampai melupakan si bocah manis. Bimo yang merasa terabaikan hanya bisa berbicara dengan para pelanggan.


...****************...


Tiga hari kemudian Karina dan Ryan pergi ke TK yang dikatakan Ryan. Untuk sementara Bimo dititipkan di Dhika dan Kaila.


Selama perjalanan Karina merasa gugup melihat Ryan yang sedang mengendarai mobil. Mata Karina tidak bisa dialihkan dari Ryan.


"Kenapa sayangku terus melihatku? Apa aku terlihat tampan?" tanya Ryan dengan senyum bangganya.


"Hahaha... Ya ampun my sweetie pie terlihat sangat imut saat dalam mode tsundere" Ryan mencubit pipi Karina saking gemasnya.


"Ehmmm... Jangan mencubitku Ryan! Ehhmmm..." Karina menggembungkan pipinya saat Ryan sudah selesai mencubitnya.


Ryan hanya tertawa saja melihat keimutan Karina. Mereka berdua terlihat semakin dekat setiap harinya dan ketika ada salah satu yang menjauh maka yang satunya akan merasa rindu.


Mereka pun sampai di TK tersebut. Papan nama TK itu bertuliskan nama TK tersebut yaitu TK Pelita. Ryan menggenggam tangan Karina lalu mengajaknya masuk.


Terlihat jelas anak - anak sedang bermain kesana kemari baik bersama temannya atau dengan wahana permainan sebab sekarang sudah menunjukkan untuk anak - anak beristirahat. Karina menyapa semua anak - anak yang melewatinya. Ryan tetap menggenggam tangan Karina hingga sampai di ruang guru.


Tok... Tok.... Tok...

__ADS_1


"Masuk!" ucap orang yang berada di dalam ruang guru.


Ryan dan Karina membuka pintu perlahan lalu masuk bersamaan. Mereka berdua tersenyum kepada salah satu yang duduk disana.


"Ada yang saya bisa bantu pak?" tanya ibu guru tersebut yang menghampiri Ryan dan Karina.


"Saya ingin bertemu kepala sekolah TK ini" jawab Ryan dengan sopan.


"Bapak ada keperluan apa mencari kepala sekolah? Apakah ada urusan penting?".


"Sebenarnya tidak terlalu penting saya ingin menemui kepala sekolah karena saya merupakan teman lamanya dan say ingin bertanya - tanya sedikit tentang TK ini".


"Kalau begitu bapak dan ibu tunggu sebentar saya panggilkan pak kepala".


Ibu guru itu memasuki ruangan khusus kepala sekolah. Karina melihat sekeliling ruang guru tersebut. Ruangan itu tertata sangat rapi dan bersih. Cat dinding ruangan tersebut terbilang ramah untuk anak - anak karena warna dan gambar di dinding sangat sesuai untuk anak - anak.


"Bapak dan ibu dipsersilakan masuk" ucap ibu guru yang mempersilakan Ryan dan Karina masuk.


Mereka berdua menuruti permintaan ibu guru tersebut. Ryan mengetuk pintu lalu dia masuk secara perlahan ke ruangan tersebut. Mereka berdua langsung disambut ramah oleh kepala sekolah.


"Wahhh... Lama tidak melihat tukang tagih hutang ini, apa kabar bro?" kepala sekolah itu beranjak menghampiri Ryan.


"Aku sehat! Bagaimana kabarmu tukang ngutang?" Ryan menepuk pelan bahu kepala sekolah itu yang juga merupakan teman lamanya.


"Aku juga sehat! Ayo duduk! Ini silakan duduk?" kepala sekolah itu memberikan dua kursi kepada Ryan dan Karina.


"Makasi!" Ryan dan Karina langsung duduk di kursi yang diberikan tadi.


NANTI DOUBLE UPDATE YA GUYSSS

__ADS_1


MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA


To be continued÷\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>>


__ADS_2