Cafe And Restoran

Cafe And Restoran
Chapter 131: Pencarian Andi


__ADS_3

"Untuk apa aku melepaskannya Ryan? Tidak ada untungnya aku melepaskan dia yang ada aku rugi tahu" jawab orang tersebut yang berjalan mendekati Andi dan mengusap pipinya.


"Lepaskan saja atau kau akan dalam bahaya" Ryan berjalan mendekati orang tersebut dan sedang menyipkan diri untuk menyerang.


"Aku tahu Andi adalah adik iparmu tapi jangan pura - pura peduli seperti ini Andi masih bisa mendengar pembicaraan kita,kan?" orang tersebut menampar wajah Andi.


"Aku peduli sama dia, memang benar awalnya aku tidak peduli sama dia tapi aku masih ada hutang yang aku belum bayar sama sekali" Ryan mengeluarkan sedikit pisaunya.


"Hahaha.... cuman karena balas budi? Hahaha menggelikan sekali kau ini, hahaha.... oh iya aku lupa kalau keponakanmu sudah menjadi kekasihnya Andi".


"Jadi lebih baik kau lepaskan sekarang atau kita berkelahi".


"Ternyata kau berani menantangku ya? Oke kalau begitu mari kita berkelahi".


Sebelum lanjut ke scene berkelahi author mau kasi penjelasan tentang orang yang menculik Andi. Orang yang menculik Andi adalah teman lama Ryan yang bernama Jack. Ryan bisa mengenal Jack karena satu SMA dan mereka sering berkelahi satu sama lain. Walaupun begitu yang sering masuk ruang BK adalah Jack karena Ryan mengeluarkan bukti yang kuat untuk membalas Jack. Mereka berdua memang musuh bebuyutan sejak zama SMA tapi yang paling dibanggakan guru adalah Ryan.


Saat mereka lulus SMA semuanya pindah jalur, Ryan melanjutkan pendidikannya dan Jack tetap dijalur anak nakalnya. Ryan pernah mendengar kalau Jack mengani aya salah satu wanita sampai dia dipenjara karena kasus itu.


Tapi nyatanya hukuman yang diberikan hakim hanya dua tahun dan Ryan tidak mengetahuinya. Ryan dulu mengira kalau Jack dipenjara selama empat tahu ternyata dia salah.


Sebenarnya Ryan tahu alasan Jack menculik Andi bukan karena ingin merendahkan harga diri Andi melainkan untuk balas dendam. Balas dendam tersebut adalah untuk membalaskan kejahatan Andi yang telah merusak adik yang dimana adik perempuan Jack telah dijual di pasar gelap dan dijadikan budak oleh pengusaha kurang ajar.


Jack berjanji akan membalas apa yang telah dibuat Andi. Kali ini dia sengaja menculiknya lalu akan dilece hkan dan tidak lupa dia akan merekam setiap adegan Andi. Oke mari kita kembali ke cerita.


Tanpa aba - aba sama sekali Ryan langsung melempar pisau yang dia pegang dan hampir mengenai leher Jack. Tidak dibiarkan istirahat untuk Jack, Ryan langsung menghajar dadanya. Jack berjalan mundur memegang dadanya dan Ryan langsung menendang kepala Jack. Tubuh Jack tumbang dan Ryan langsung mengeluarkan pi sau dia yang lain dan membuka semua ikatan yang ada di tubuh Andi.


Semua ikatan sudah terbuka dan Andi masih tampak lemas. Tubuh Andi memerah dan badannya panas.


"Ryan... tolong aku...hah! Panas sekali" dari penampilannya Andi terlihat seperti orang dikasi obat perang sang.

__ADS_1


"Sabar Andi kita langsung pulang sekarang" Ryan membantu memapah Andi tapi langsung dipeluk oleh Andi.


"Lepaskan Andi Ryan! Kalau tidak kau akan dalam masalah!" Jack bangkit dan langsung meng ha jar badan Ryan.


Ryan berjalan mundur dan Jack langsung menggendong Andi. Jack langsung pergi dengan mobilnya. Ryan telat untuk mengejar Jack karena dia sudah pergi lebih dulu dan tubuhnya masih merasakan sakit.


"AKH! SI AL! AWAS SAJA KAU!" teriak Ryan yang memegangi dada dia.


Ryan berlari keluar gudang dan berharap dia melihat rupa mobil Jack. Saat dia di luar matanya sempat melihat warna dan bentuk mobil Jack yang berbelok ke arah kanan.


"Lihat saja nanti! Aku akan mendapatkan Andi apapun caranya!" ucap Ryan yang masuk ke mobilnya dan mencoba mengejar mobil Jack.


Mobilnya melaju dan mengikuti sesuai arah jejak yang dilalui mobil Jack tadi. Tapi nyatanya Ryan tidak dapat mengejarnya.


Ryan memukul setir dan berteriak. Padahal dia sudah merencanakan ini dari tadi namun pada akhirnya tetap gagal.


Sekarang dia memutuskan untuk pulang dan menyusun rencana. Ryan mengirim pesan chat ke Jack yang bertuliskan,


Lalu Jack membalasnya dengan,


"Oke! Aku akan menghabiskan kau disana".


Ryan melempar ponselnya asal kemudian menambah kecepatan mobilnya. Kali ini dia memutuskan untuk pergi ke restoran terlebih dahulu.


Sedangkan di sisi lain Dhika sedang mencari beberapa bukti di ruangan kerja dia di kantornya demi membebaskan adiknya. Dhika sudah berusaha menelpon Andi dari tadi tapi tidak mendapatkan jawaban.


"Permisi tuan Dhika! Saya menemukan sesuatu di apartement tuan Andi" ucap asisten Dhika yang membawa flash disk dan beberapa kertas.


"Apa itu?! Katakan!" jawab Dhika yang langsung menoleh ke arah asistennya.

__ADS_1


Asisten Dhika memberikan kertas - kertas yang di print tersebut. Kertas itu berisikan gambar awal mula Andi diculik.


"Putar di laptop saya!" perintah Dhika yang langsung dilaksanakan oleh asistennya.


Video mulai diputar di laptop Dhika. Tempat terjadinya Andi diculik adalah apartementnya. Awalnya Andi sedang duduk santai di ruang tamu sambil menonton tv dan memakan pop corn. Kejadian tersebut terjadi pukul delapan malam. Andi mendengar suara pintu digedor dan itu mengganggu dia. Dia berjalan menuju pintu dan membukanya.


Yang menggedor pintu adalah Jack si pelaku. Dhika dan asistennya tidak mengetahui siapa itu Jack dan tetap untuk menonton. Jack berjalan masuk kemudian mengunci pintu kamar apartement Andi. Si pemilik apartement langsung berjalan mundur tapi sayangnya Jack menarik tangan Andi sampai ke pelukan dia.


Andi memberontak untuk dilepaskan sayangnya kekuatan Jack lebih besar. Jack menarik paksa Andi yang terus memberontak. Tangan kanan Jack langsung menam par wajah Andi lalu memaksa Andi meminum obat - obatan. Awalnya Andi menutup rapat mulutnya dan menggoyang - goyangkan wajahnya tapi langsung ditahan oleh Jack.


Pria jahat itu membanting Andi di sofa lalu menginjak kedua tangannya dan memasukkan obat secara paksa ke mulut Andi. Jack menutup mulut Andi menggunakan telapak tangannya.


Obat tersebut berhasil ditelan tapi belum memberikan efek apapun. Jack lagi - lagi mena mpar wajah Andi berkali - kali lalu men ci um bibirnya. Tangan Jack memegang pis tol lalu menembak seluruh cctv yang ada di seluruh ruangan tersebut dan rekaman selesai.


"Cuman ini saja? Apakah tidak ada yang lain?" tanya Dhika yang masih ingin menonton kelanjutan.


"Maaf tuan baru ini saja, cctvnya sedang diperbaiki" jawab asisten Dhika yang menundukkan kepalanya.


"Nanti kalau sudah diperbaiki langsung hubungi saya".


"Siap tuan!".


Asisten Dhika pergi meninggalkan ruangan tuannya dengan barang bukti tetap disana. Dhika meminta salah satu anak buahnya untuk memeriksa orang yang ada di dalam rekaman tersebut.


"DUAR! HADEUHHH! Capeknya..." ucap Ryan yang mendobrak pintu lalu duduk di salah satu sofa.


"Untuk apa kau kemari? Bukannya kau menjaga Kak Karina dengan Bimo" tanya Dhika yang menatap bom bastic side eyes.


"Tenang saja mereka berdua aman, aku kesini ingin memberitahumu kalau aku sudah tahu siapa pelaku yang menyebarkan berita dan menculik Andi".

__ADS_1


Makasi yang sudah mampir dan baca


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>>


__ADS_2