
Karina masih bingung harus memilih yang mana. Masalahnya Karina belum melihat bukti yang ditunjukkan Dhika dan Ryan yang menuduh Michael adalah pelakunya. Pusing memikirkan hal itu terus Karina beranjak dari kursinya lalu melihat ke arah jendela. Dia dapat melihat anaknya yang sedang bermain bersama Dhika dan Kaila. Untuk sekarang Karina tidak akan memilih siapa pun lebih baik menunggu bukti.
Di taman rumah sakit Cemara, Bimo kembali mengejar kupu - kupu dan Dhika bersama Kaila sedang membicarakan mengenai ucapan Bimo tadi. Dhika menduga kalau yang dilihat oleh Bimo adalah Michael.
"Kaila... Menurutmu yang dilihat Bimo apakah Michael?" tanya Dhika bersandar pada bangku taman.
"Aku rasa iya sih! Tapi kita masih belum bisa menentukan siapa itu, apakah di rumah sakit ini ada cctv di dekat ruang icu?" jawab Kaila yang juga menanyakan mengenai cctv.
"Sepertinya ada... Bagaimana kalau kita lihat saja?" usul Dhika.
"Ide bagus! Kita ajak Bimo juga agar lebih jelas siapa orang tersebut" Kaila langsung menyetujui usulan Dhika.
Kaila memanggil Bimo untuk nendekat lalu dia menceritakan usulan Dhika tadi. Bimo mengangguk menerima ajakan Kaila. Dhika dan Kaila memandang satu sama lain sambil tersenyum. Mereka pun langsung pergi ke ruang kontrol cctv.
Di ruangan tersebut ada dua penjaga yang mengawasi pergerakan orang - orang di rumah sakit baik di dalam maupun di luar rumah sakit. Kebetulan dua penjaga ini adalah temannya Dhika jadi, mudah untuk Dhika untuk melihat kejadian kemarin.
"Sekitaran disini, ya Bimo?" tanya Dhika yang menunjuk salah satu layar.
"Iya disitu paman! " jawab Bimo.
"Bro minta rekaman cctv kemarin yang lalu" pinta Dhika kepada dua penjaga tersebut.
__ADS_1
Dua penjaga tersebut langsung mencarikan rekaman cctv kemarin yang lalu. Setelah beberapa menit menunggu akhirnya rekaman cctv pun didapatkan. Salah satu penjaga menayangkan rekaman kemarin yang lalu di komputer.
Rekaman pun di putar. Awal - awal rekaman masih terlihat normal tidak ada yang mencurigakan sama sekali. Rekaman terus berlanjut sampai pada Andi sudah dibawa ke ruang pemeriksaan dari sana keanehan dimulai. Ada seseorang yang memakai pakaian semuanya hitam yang bersebrangan dengan ruang pemeriksaan dan ada juga seseorang yang menunggu sesuatu di dekat ruang pemeriksaan Andi dengan badan banyak luka pukul.
"Berhenti disana!" Dhika menahan penjaga tersebut untuk melanjutkan rekaman tersebut.
Penjaga tersebut menghentikan rekaman itu dan Dhika mulai mengamati dua orang tersebut. Dhika memperhatikan dua orang mencurigakan tersebut dan Kaila juga melihat dari segi ukuran tubuh. Menurut kesimpulan Dhika orang pertama bukanlah Michael dan orang yang kedua adalah Michael karena sebelum dia tiba di rumah sakit dia sudah adu tojos dengan Michael.
"Yang ini orangnya! Aku yakin itu Michael" ucap Dhika yang menunjuk ke arah orang kedua.
"Kenapa kau bisa berpendapat seperti?" tanya Kaila yang sedikit bingung dengan kesimpulan Dhika.
"Itu memang benar orangnya bibi Kaila! Aku ingat postur tubuhnya memang seperti itu! Lalu... Siapa yang berpakaian hitam itu,paman?" celetuk Bimo yang membenarkan kesimpulan Dhika dan menanyakan seseorang yang berpakaian hitam tersebut.
"Kau benar Bimo! Tapi menurutku orang tersebut tidak aneh sama sekali! Mungkin saja dia sedang menunggu sesuatu atau seseorang? Tidak usah pedulikan dia yang penting sekarang adalah cara kita menemukan bukti lain untuk meyakinkan kak Karina" Dhika memikirkan kembali bagaimana cara mendapatkan bukti lain.
"Salin itu pak! Ini flashdisknya! Apa kita kembali saja ke tempat kejadian kemarin untuk melakukan penyelidikan? Mungkin saja kita bisa menemukan sesuatu disana" Kaila memberikan flashdisknya kepada petugas tersebut.
"Sebaiknya jangan! Para pasukan Michael sudah membersihkan tempat tersebut dengan cara membakarnya yang sekarang kita punya adalah salah satu anak buah Michael. Jika dia berani mengaku maka, sangat mudah bagi kita untuk menangkap Michael" Dhika menyarankan Kaila untuk tidak kembali ke gudang kemarin.
"Ide bagus Dhika! Sebaiknya kita introgasi dia besok saja yang sekarang kita perlu lakukan adalah menyiksa dia sampai dia mengaku besok" Kaila menerima keputusan Dhika dan pergi dari ruang kontrol cctv dengan membawa flashdisk di tangannya.
__ADS_1
Dhika dan Bimo mengikuti Kaila di belakang keluar ruangan tersebut. Kaila berbalik lalu memberikan barang bukti dia bawa sekarang kepada Dhika. Setelah Dhika mendapat barang bukti tersebut Kaila lantas pergi dari sana. Misi Dhika selanjutnya adalah mengintrogasi anak buah Michael yang dilaksanakan besok.
...****************...
Keesokannya Dhika sudah berada di markas bawah tanahnya bersama Kaila dan Bimo. Dhika memandang tajam anak buah Michael tersebut dan introgadi dimulai.
"Kemana bossmu pergi ? Apakah dia juga ikut bermain dengan Andi?".
"Saya tidak tahu! Kalau pun saya tahu saya tidak akan memberitahumu! Bodo!".
"Jaga ucapanmu tuan! Saat ini adik saya berada di antara mati dan hidup! Sebaiknya tuan mengaku saja".
"Saya tidak akan memberitahu apapun!".
"Kau adalah orang yang sulit diajak kompromi... Baiklah! Kalau begitu jawab pertanyaan yang lain saja. Berapa lama kau bekerja untuk Michael? Dan alasannya apa?".
"Saya bekerja bersama dia selama tiga tahun setengah. Saya rela mengorbankan nyawa saya demi tuan Michael karena dia telah membantu saya untuk menyekolahkan adik saya.
Makasi yang sudah mampir :).
To be continued\=\=\=\=\=\=\=>>>>>
__ADS_1