
Keesokan harinya Karina berada di ruang !cu sedang memperhatikan adiknya yang masih tertidur diantara hidup dan mati. Dhika membuka pintu kemudian masuk dengan membawa beberapa cemilan dan minuman bersama Bimo dan Ryan. Bimo sedikit bingung dengan melihat kondisi pamannya.
"Ibu! Kenapa paman Andi dipasangi banyak alat seperti ini? Apakah paman sakit?" tanya Bimo dengan wajah polosnya.
"Iya nak! Sekarang paman Andi sedang dirawat untuk segera sembuh dan dapat bermain dengan Bimo lagi" jawab Karina yang mengelus rambut Bimo.
"Berapa lama paman Andi akan sembuh?" Bimo masih penasaran dengan kondisi pamannya tersebut.
"Ibu tidak tahu nak tapi ibu berharap semoga pamanmu segera sembuh" Karina hampir saja meneteskan air matanya.
Dhika mengusap punggung Karina untuk menenangkannya agar tidak menangis dihadapan anaknya. Ryan juga merasa kasihan dengan kondisi Andi namun, dia akan berusaha mendapatkan penawar racun tersebut.
"Paman Dhika! Ayo kita main di luar! Atau tidak kita pergi jalan - jalan" ajak Bimo yang menarik tangan Dhika.
"Iya! Sabar dulu Bim!" jawab Dhika yang ditarik paksa oleh Bimo.
Paman dan keponakan tersebut sudah keluar dan hanya ada Karina,Ryan dan Andi(yang masih dalam keadaan koma). Ryan menatap Karina yang terlihat sedih dari pada sebelumnya.
"Karina!" panggil Ryan yang sedikit ragu.
"Kenapa ?" tanya Karina yang menoleh ke arah Ryan.
"Aku hanya ingin bertanya... Apa hubunganmu dengan Michael?".
"Aku dan Michael adalah teman masa kecil. Dulu kami begitu dekat sampai banyak orang yang mengatakan kami berpacaran padahal sebenarnya tidak".
"Lalu... Sekarang kalian masih berteman?".
"Masih tapi tidak begitu dekat seperti dulu. Bagaimana hubunganmu dengan Michael?".
"Aku dan dia adalah rival dan kadang juga jadi kawan. Kami dulu sering bersaing satu sama lain bahkan untuk hal sekecil apa pun. Tapi semenjak empat tahun yang lalu aku mulai membenci dia karena beberapa alasan".
"Kenapa kau membenci dia? Alasannya apa?".
__ADS_1
"Alasan aku membenci dia adalah karena masalah obat itu, dia sudah merusak banyak wanita,bahkan melakukan penjualan obat - obatan terlarang dan masih banyak. Kalau masalah obat itu kau pasti tahu tapi untuk masalah wanita dia sudah merusak banyak wanita dari menidurinya,memaksa meminum obat dan banyak mengambil organ - organnya".
"Untuk apa dia mengambil organ wanita?".
"Dijadikan sebagai bahan obat. Dari dara!,kul!t dam lainnya. Intinya aku membenci dia!".
"Hmmm... Apakah dia pernah bercerita sesuatu tentangku?".
"Pernah! Tapi aku tidak terlalu yakin kalau itu kau namun dia pernah bercerita tentang seorang wanita yang dia cintai selama ini. Michael bercerita dia sangat mencintai wanita tersebut melebihi dirinya sendiri bahkan dia pernah berjanji jika dia akan menikahi wanita tersebut di masa depan. Sayangnya, wanita tersebut sudah menikah dengan pria lain dan itu membuat Michael hancur. Semenjak wanita itu menikah Michael menjadi sosok yang pemarah,dingin,bengis,dan semua sisi positifnya berubah menjadi sisi negatif".
"Apa mungkin itu karena aku? Karena aku orang yang menyakiti perasaannya".
"Mungkin! Tapi jangan menyalahkan dirimu sendiri lagipula kau sudah menikah saat itu dan dia harus menerima kenyataan".
"Sekarang aku seorang janda satu anak pasti dia akan berusaha mendapatkan hatiku lagi...".
"Jangan khawatir Karina! Aku yang akan menjadi orang yang akan selalu menjagamu termasuk menjaga Bimo".
Ryan menggenggam kedua tangan Karina kemudian menyatukannya. Karina terharu mendengar kesungguhan ucapan Ryan tersebut. Ryan mengambil bungkus cemilan kemudian memberikannya kepada Karina.
"Terima kasih Ryan! Maaf sudah merepotkanmu" jawab Karina yang tersenyum menerima bantuan Ryan.
"Bukan masalah! Ayo makan! Lihat! Aku juga sudah memakannya" Ryan mengambil satu biji cemilan kemudian melahapnya dan memperlihatkannya kepada Karina.
Senyum manis terlihat dari wajah Karina. Dia sangat senang melihat tingkah Ryan yang bercanda kepadanya. Karina dan Ryan tertawa bercanda sambil memakan cemilan juga membuat lelucon tentang hal masing - masing.
Di tempat lain Dhika dan Bimo sedang bermain di taman rumah sakit Cemara. Bimo berlari kesana kemari mengejar serangga dan kupu - kupu. Dhika memperhatikan dari jauh yang dimana dia duduk di bangku taman.
"DHIKA!" Kaila mengagetkan Dhika dari belakang.
Sontak Dhika langsung terkejut dan menoleh ke belakang dan mendapati pacarnya disana. Kaila langsung duduk di sebelah Dhika dan menyandarkan kepalanya di bahu Dhika.
"Kapan kau kesini baby?" tanya Dhika dengan nada bicara sangat halus.
__ADS_1
"Barusan dan kebetulan aku melihatmu ada disini jadi aku langsung samperin saja" jawab Kaila yang menikmati bantal pribadinya.
Pasangan kekasih ini memperhatikan Bimo yang bermain dengan bunga dan serangga. Bimo tampak sangat bahagia sekali walaupun bermain sendirian. Kemudian Bimo menoleh ke arah Dhika dan dia sangat senang melihat ada calon bibinya disana.
"Bibi Kaila!" panggil Bimo yang berlari mendekati Kaila.
"Hai Bimo!" Kaila berhenti menyandarkan kepalanya di bahu Dhika.
"Paman Dhika! Bibi Kaila! Bimo ingin bertanya!" ucap Bimo yang memaksa duduk diantara Dhika dan Kaila.
"Apa itu Bimo?" tanya Kaila yang sedikit menggeser tubuhnya agar Bimo merasa lebih nyaman duduknya.
"Kemarin Bimo bermain bersama dokter July nah... Saat Bimo berjalan sendirian di suatu lorong rumah sakit Bimo melihat sosok yang mencurigakan sekali" jawab Bimo yang menjelaskan kejadian kemarin yang dia alami.
"Seperti apa ciri - ciri orang tersebut?" tanya Dhika yang sedikit curiga dengan sosok seseorang yang dikatakan oleh Bimo.
"Orangnya seperti perampok! Semua pakaiannya berwarna hitam sampai - sampai kupluknya juga warna hitam. Tapi yang lebih mencurigakannya dia menutup mulut seorang dokter sampai tertidur lalu menyeretnya ke suatu gudang" Bimo menjelaskan seseorang yang dia lihat kemarin.
"Terus ? Bagaimana nasib dokter tersebut?" tanya Dhika yang semakin mencurigai seseoang tersebut.
"Anehnya setelah dia keluar orang tersebut sudah mengenakan seragam dokter yang dipakai dokter tadi. Juga aku ingat kalimat yang dia ucapkan kemarin,dia bilang "tuan Michael pasti akan sangat senang setelah melihat aku berhasil membunu!" Andi... Eh? Bukan itu! Aduh! Pakai acara lupa segala! Yang jelasnya dia ada menyebut kata "Michael" " Bimo melanjutkan kembali kisahnya mengenai seseorang tersebut.
Dhika dan Kaila menatap satu sama lain. Kaila memberi tanda melalui matanya kalau orang tersebut adalah orang suruhan Michael. Dhika juga berpikir seperti dan membalas tatapan Kaila dengan anggukan.
"Itu belum selesai paman! Dia kelihatan mondar - mandir kesana kemari seperti mencari celah untuk masuk ke suatu ruangan namun dia selalu terliha gelisah di dekat ruangan paman Andi. Itu benar paman! Dia sangat tampak gelisah!" lanjut Bimo dengan kisahnya.
Dhika semakin mencurigai sosok tersebut. Dia berpikir sepertinya orang tersebut akan melakukan sesuatu terhadap Andi.
......................
Di suatu tempat kosong tampak Michael sedang menghajar anak buahnya habis - habisan. Anak buahnya tersebut sudah banyak mengeluarkan dara! Di bagian wajah. Michael memukul anak buahnya tanpa rasa ampun sama sekali walaupun anak buahnya tersebut sudah memohon - mohon untuk memaafkannya.
"Dasar tidak berguna! Pekerjaan sederhana saja tidak bisa! Betapa bod!hnya kau!" ucap Michael yang memarahi anak buahnya tersebut dengan tetap memukulnya. (keji sekali).
__ADS_1
MAKASI YANG SUDAH MAMPIR BACA AUTHOR MERASA SANGAT BERSYUKUR SEKALI DAN SEMOGA NOVEL INI TERUS BERKEMBANG.
To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>>