Cafe And Restoran

Cafe And Restoran
Chapter 79: Ryan ketemu ibunya


__ADS_3

Karina terus menggoda Ryan dengan cara menggoyangkan tubuhnya atau mengeluarkan tatapan manisnya. Ryan terus berusaha agar dirinya tidak hilang kendali.


"Kenapa Ryan? Ayo kesini honey!" ucap Karina yang menggunakan tangannya agar Ryan mendekat.


"Tidak! Kita belum resmi! Aku akan melakukannya sampai kita benar - benar resmi! Pakai ini dulu aku ambilkan pakaian yang lain" jawab Ryan yang melempar handuk yang dia kenakan kepada Karina.


Ryan mendekati tote bag yang di atas meja rias. Karina terus memperhatikan Ryan yang sibuk mengambil sesuatu di dalam tote bag.


"Pakai yang ini saja! Lumayan tertutup" Ryan melempar baju dan celana yang berukuran besar dan panjang.


"Besar sekali tapi..." Karina yang belum menyelesaikan ucapannya langsung dipotong Ryan.


"Pakai! Jangan macam - macam Karina! Pakai saja! Sudahlah aku mau pakai pakaianku dulu" Ryan kedengarannya sangat marah.


Karina menuruti ucapan Ryan dan segera memakai pakaian yang diberikan pacarnya tersebut. Keduanya saling membelakangi agar tidak saling melihat.


Mereka sudah selesai memakai baju kemudian berbalik dan memandang satu sama lain. Ryan menggunakan kaos hitam dan celana panjang hitam sedangkan Karina menggunakan baju lengan panjang berukuran besar berwarna abu - abu muda dan celana panjang berukuran dengan warna yang sesuai dengan atasannya.


"Nah itu baru bagus! Kelihatan cantik di tubuhmu" puji Ryan yang menghampiri Karina.


"Tapi aku kelihatan konyol" jawab Karina dengan wajah cemberut.


"Tidak apa - apa sweetie! Sekarang kita pergi cari makan" ajak Ryan yang menggenggam tangan kanan Karina.


"Ya sudah! Ayo!" Karina menjawabnya dengan malas dan wajah cemberut.


"Cup! Besok saat kita sudah menikah pakailah pakaian itu setiap hari saat kita sedang di kamar, aku sangat menyukainya" Ryan menge cup bi bir Karina lalu membisikkan kalimat cinta di belakang telinga Karina.


Yang dibisiki hanya terdiam dengan wajah memerah. Ryan menarik Karina untuk mencari makan malam. Kedua insan tersebut merasa sangat senang bisa menikmati waktu berdua mereka.


...----------------...

__ADS_1


Mereka berdua memutuskan makan malam di pinggir jalan saja sebab mereka sudah bosan makan di restoran saja. Tempat makan malam mereka menyajikan sup kuah ba bi kebetulan Ryan sangat menyukai makanan tersebut.


"Ini mas! Ini mbak!" pelayan tersebut meletakkan dua mangkuk di atas meja kemudian kembali pada pekerjaannya.


"Aku tidak menyangka kalau kau menyukai makanan ini, apa kau tidak takut sakit? Jika makan daging ba bi terlalu banyak bisa membuat lehermu sakit loh" ucap Karina yang mulai menyuap makanannya.


"Dulu bibiku sangat suka memasak makanan ini. Jika suaminya mendapat daging ba bi maka, bibi pasti langsung memasaknya lalu menghubungi aku beserta Ryaiden untuk makan bersama" jawab Ryan yang mulai memakan makanannya.


"Hmmm... Bibimu suka memasak?".


"Iya! Aku bisa belajar masak dari dia. Jika aku menemukan makanan baru atau unik di sosial media maka, aku langsung mencari resep dan mulai memasaknya".


"Enak ya punya calon suami pintar masak yang tiap hari masak suami dan yang makan istri beserta anaknya,hahaha...".


"Hehehe.... Ya memang enak! Apa sweetie ingin mencoba makanan sesuatu?".


"Aku ingin mencoba memasak kuah ba bi ini karena ini adalah makanan kesukaanmu".


"Makan dulu! Nanti menggodaku".


Karina menahan tawanya setelah mendengar ucapan Ryan yang menggoda tadi. Ryan mengetahui kalau Karina merasa tersipu tapi dia biarkan saja agar Karina terus tenggelam dalam godaannya.


Selesai mereka makan malam, mereka mencari minuman. Ryan menggandeng tangan Karina dan mereka berjalan melewati orang - orang yang berlalu lalang.


Pasangan tersebut berhenti di suatu minimarket. Ryan memutuskan untuk diam di luar dan membiarkan Karina yang membeli minuman. Sambil menunggu Karina belanja, Ryan duduk di salah satu kursi di depan minimarket juga menikmati pemandangan orang yang berlalu lalang.


Mata Ryan melihat seorang wanita di tengan kerumunan orang tersebut. Ryan menyipitkan matanya untuk melihat lebih jelas siapa sosok wanita tersebut.


"Ibu? Kenapa dia ada disini?" batin Ryan di dalam hati yabg ternyata wanita yang dia lihat adalah ibunya sendiri.


Wanita tersebut terlihat linglung di tengah kerumunan orang. Dia memijat pelipisnya sebentar lalu dirinya terjatuh diantara kerumunan orang. Ryan sigap membantu ibunya tersebut.

__ADS_1


Karina yang baru keluar dari minimarket terkejut melihat Ryan yang membantu seorang wanita paruh baya. Ryan berjongkok di sebelah ibunya dan meletakkan tangan kirinya di belakang kepala ibunya.


"Bu! Bangun ibu! Ayo buka matamu! Karina telpon ambulans!" ucap Ryan yang menepuk pelan pipi ibunya dan memerintahkan Karina agar menelpon ambulans.


Karina segera menghubungi ambulans. Ryan memeriksa denyut nadi di leher ibunya dan di pergelangan tangannya. Untungnya denyut nadinya masih ada.


"Bagaimana ini sweetie? Apakah ibu akan baik - baik saja?" tanya Ryan kepada Karina.


"Dia akan baik - baik saja! Kalau denyut nadinya masih ada maka, dia masih aman lagipula kita sudah menelpon ambulans. Harap kalian semua untuk memberikan ruang agar ibu ini bisa bernafas" jawab Karina yang sudah menelpon ambulans dan membelah kerumunan orang.


"Berapa lama ambulans akan datang? Aku dengar ada rumah sakit di dekat sini" Ryan masih meggoyang - goyangkan wajah ibunya.


"Mungkin sekitar lima atau sepuluh menit, tenang okay sebentar lagi akan sampai" Karina ikut membantu menyadarkan ibunya Ryan.


Beberapa menit kemudian mobil ambulans sampai. Ryan menggendong ibunya memasuki ambulans. Sesudah memasukkan ibunya di ambulans, Ryan berlari menuju parkiran untuk mengambil mobilnya diikuti Karina di belakangnya.


Mobil Ryan melaju mengikuti ambulans dari belakang. Kondisi malam ini cukup ramai jalan raya dan Ryan memutuskan mengendarai mobilnya hati - hati.


Mobil ambulans tersebut melaju sangat cepat dan sampai pada persimpangan yang dimana jalur kiri tempat lampu lalu lintas berwarna hijau. Entah kenapa mobil ambulans itu tidak berhenti sama sekali sampai dimana ambulans tersebut menabrak mobil yang lewat ditambah ada mobil dijalur kiri juga menabrak mobil ambulans tersebut.


"Honey.... Apa kau baik - baik saja? Jangan khawatir oke?" tanya Karina dengan nada pelan yang juga melihat kecelakaan tersebut.


Ryan terdiam memandangi kecelakaan tersebut. Dia tidak mengeluarkan sepetah kata pun dan hanya memandangi mobil ambulans yang ringsek tersebut dengan pandangan kosong.


"Ryan bangun! Sadar Ryan! Polisi sudah datang! Kita ikuti polisi itu,ya? Biarkan aku yang menyetir ya?" Karina masih berusaha menyadarkan Ryan.


Namun Ryan tidak mengeluarkan sepatah kata pun melainkan air matanya turun dari matanya. Air mata tersebut terus mengalir deras.


"Hehehe.... Kenapa di hari baikku ada kejadian seperti ini?" tanya Ryan yang tersenyum tapi air matanya terus mengalir.


MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA LPVE YOU GUYSSss

__ADS_1


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>


__ADS_2