
Hans bisa merasa sangat lega sekarang karena si jahat Michael telah ditangkap. Karina menangis di dalam pelukan kakeknya.
"Haaa~ ketangkep juga si sialan itu" ucap Dhika yang menghampiri Hans.
"Kau benar! Tapi aku merasa ada kejanggalan di dalam masalah ini" jawab Hans yang tiba - tiba perasaannya merasa tidak nyaman.
"Memangnya ada apa? Ada sesuatu yang mencurigakan?" tanya Dhika yang sedikit bingung dengan perasaan Hans.
"Jawabannya adalah dimana Michael mendapatkan uang untuk mendapatkan bahan - bahan yang terbilang sangat susah untuk dicari" kakek Dito menyebut jawabannya.
Dhika baru teringat hal tersebut. Dimana Michael bisa mendapatkan uang? Sementara dia sudah memutuskan hubungan keluarganya jadi tidak mungkin ayahnya yang mentransferkan uang.
"Karina! Apakah Michael mempunyai saudara dekat atau teman lainnya?" tanya Hans mengenai kerabat Michael.
"Sepertinya tidak ada, Michael hanya mempunyai beberapa sekolah saja sisanya aku tidak tahu" jawab Karina dengan sangat yakin.
__ADS_1
"Sudahlah kalian semua! Sekarang Michael sudah tertangkap jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan kembali" saut Ryan yang tanpa permisi sama sekali menggenggam kedua tangan Karina.
Kakek Dito yang melihat keberanian Ryan sedikit terpukau. Ryan bersujud dihadapan Karina tanpa melepas genggamannya.
"Karina! Aku mohon sekali! Tolong terima aku sebagai kekasihmu!" ucap Ryan dengan lantang.
Karina menoleh kanan kirinya yang membuat dia jadi pusat perhatian. Bimo yang berada di belakang Dhika hanya memberikan acungan jempol kepada ibunya. Dhika hanya mengangkat kedua bahunya yang memberikan jawaban "tidak tahu" atau " entahlah". Karina mengumpulkan keberanian dan mengatakan,
"Maaf Ryan... Aku belum siap menerimamu karena beberapa hal yang terjadi sebelum ini".
"Tapi aku bisa menjadi penyembuh! Aku akan melakukan berbagai cara agar bisa mendapatkanmu! Aku akan menjadi penyembuhmu!".
"Ayolah Karina! Aku sangat mencintaimu bahkan Bimo menerimaku".
"Aku tidak mau menyakitimu dengan perasaan cinta tak terbalaskan! Aku merasa kasihan melihat kondisimu seperti ini yang selalu berjuang demi cintamu tapi yang kau dapatkan adalah perasaan tidak terbalaskan jadi, cukup mencintaiku Ryan".
__ADS_1
"Aku tidak bisa berhenti mencintaimu! Kau itu sangat sempurna Karina! Jangan memintaku untuk berhenti mencintaimu karena aku tidak akan bisa!".
Karina beranjak dari sana kemudian menaiki motornya. Bimo yang hendak menghampiri ibunya tapi ditinggal. Kakek Dito merasa kasihan kepada Ryan setelah dia mendapatkan perlakuan seperti itu. Ryan hanya terdiam setelah Karina pergi.
"Paman Ryan! Apa kau baik - baik saja?" tanya Bimo yang memeluk Ryan dari belakang.
"Mulut paman berkata tidak apa - apa tapi hati ini berkata sangat sakit! Sakit sekali!" jawab Ryan yang tidak bisa menghentikkan air matanya jatuh.
Bimo memeluk erat Ryan dari belakang sehingga bisa mentransferkan rasa kasih sayangnya. Ryan benar - benar tidak bisa menahan rasa sakit ini. Dia mengubah posisi tubuhnya menjadi menghadap Bimo. Ryan memeluk Bimo seperti anaknya sendiri.
"Bimo... Hati paman sangat sakit... Paman kenapa,ya? Apa paman mengidap penyakit parah?" Ryan membiarkan air matanya terus turun tanpa henti.
"Paman tidak sakit kok... Paman hanya memerlukan pelukan Bimo untuk menyembuhkannya" Bimo ikut menangis setelah merasakan perasaan sakit Ryan.
Kakek Dito sangat marah dengan tindakan yang dilakukan oleh cucu perempuannya. Hans mengubur dalam - dalam perasaan sedih tersebut agar tidak ikut menangis dan lebih tenang menghadapinya.
__ADS_1
MAKASIH YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA
To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>