
Di restoran Happiness Food's, Andi telah sampai dan langsung masuk. Di dalam restoran terlihat jelas kalau ada paman Niki dan bibi Rosie sedang berbincang - bincang.
"Permisi! Bibi dan pamannya Ryan kan?" tanya Andi yang menghampiri tempat yang diduduki oleh bibi Rosie dan paman Niki.
"Iya benar! Ada apa,ya?" jawab bibi Rosie.
"Saya hanya ingin memberitahukan kepada bibi kalau Ryan dan Ryaiden mengalami perkelahian dan sekarang mereka berdua sedang dirawat di rumah sakit Cemara" Andi mengatakannya dengan penuh keberanian.
"Hah?! Kenapa dia bisa mengalami perkelahian?! Perasaan bibi mereka berdua tidak memiliki musuh sama sekali" bibi Rosie langsung berdiri dari bangku.
"Mereka sama sekali tidak memiliki musuh. Penyebab perkelahian mereka karena diriku" Andi menghela nafas panjang saat mengucapkannya.
"Apa katamu? Coba katakan lebih jelas!" bibi Rosie menatap tajam Andi.
"Lebih baik paman dan bibi pergi ke rumah sakit dulu dan aku akan menjelaskannya disana nanti".
Paman Niki dan bibi Rosie menyetujui ucapan Andi. Mereka bertiga langsung pergi menuju rumah sakit Cemara. Di dalam lubuk hati paling dalam Andi masih memiliki ketakutan untuk menjelaskan kejadian yang sebenarnya.
.....
Beberapa menit perjalanan akhirnya mereka bertiga sampai. Andi langsung menunjukkan jalan menuju ruang inap Ryan. Bibi Rosie berjalan dengan terburu - buru.
Andi membuka pintu ruang inap Ryan dan mendapati Karina sedang memeluk Ryan yang sudah tersadar dari pingsannya. Bibi Rosie menyorobot masuk.
"Astaga Ryan! Apa yang terjadi kepadamu? Apa kau baik - baik saja?" tanya bibi Rosie yang mendorong tubuh Karina sehingga pelukannya lepas.
"Ryan baru melewati operasi penyembuhan pendarahan dan mendapatkan beberapa jahitan di lengan serta punggungnya" jawab Karina yang membantu Ryan menjawab.
__ADS_1
"Ada saya bertanya kepadamu? Saya bertanya kepada Ryan!" bibi Rosie membentak Karina.
Badan Karina terguncang saat mendengar bentakan tersebut. Tapi Ryan langsung memegang tangan Karina agar sang kekasih merasa tidak ketakutan.
"Yang dikatakan Karina benar bibi dan jangan membentak Karina seperti tadi" ucap Ryan.
"Kenapa kau bisa seperti ini nak? Siapa yang melakukannya? Biar bibi beri pelajaran pada orang tersebut".
"Saya yang melakukannya bi! Sayalah penyebab Ryan seperti ini" jawab Andi yang tiba - tiba muncul di belakang bibi Rosie.
Bibi Rosie terdiam sejenak setelah dia mendengar jawaban Andi. Karina semakin takut kalau tiba - tiba saja bibi Rosie langsung murka.
"Kamu apakan keponakan saya? Kamu apakan keponakan saya?! Jawab!" bibi Rosie memegang erat kerah baju Andi tapi paman Niki langsung menariknya.
"Saya adalah penyebabnya! Ada sekumpulan orang yang mengikuti mobil Ryaiden dan mereka saya ada di dalam mobil itu juga. Lalu sekumpulan orang tersebut menabrak mobil Ryaiden dan terjadilah perkelahian yang. Yang mereka cari seharusnya saya bukan Ryan dan Ryaiden" jawab Andi yang menjelaskan situasi sebenarnya.
"Saya sudah melakukannya! Saya yang membiayai seluruh biaya operasi,ruang inap,dan seluruh obat - obatan untuk kesembuhan dua keponakan anda" Andi menjawab ucapan bibi Rosie dengan rasa bersalah.
Ryan menggenggam erat tangan Karina karena dia tahu kalau saat ini Karina sedang ketakutan. Bibi Rosie memperhatikan kembali Ryan yang masih terbaring.
"Ryan! Jangan menyentuh tangan janda itu! Bibi tidak menyukainya! Kau juga! Jaga gatal sama keponakanku" bibi Rosie memisahkan kedua tangan Ryan dan Karina.
"Ada apa sih bi? Kenapa bibi selalu menyalahkan Karina? Katakan dimana letak kesalahan Karina" Ryan berusaha menenangkan bibinya.
"Kesalahannya dia itu karena dia adalah seorang janda dan punya anak!".
"Hanya karena itu? Hanya Karina seorang janda? Bibi sudah gi la! Bagiku Karina adalah seorang wanita kuat! Dia sudah ditinggal suaminya untuk selama - lamanya dan dia masih memiliki seorang putra berusia lima tahun! Karina menjaga anaknya seorang diri selama dua tahun. Bayangkan bi! Bayangkan! Seorang istri harus ditinggal suami untuk selama - lamanya! Apa bibi bisa sekuat Karina?!".
__ADS_1
Bibi Rosie terdiam mendengar ucapan Ryan. Karina mengelus punggung untuk menenangkan Ryan yang dimana Ryan masih dalam keadaan tidak sehat. Paman Niki juga menenangkan istrinya agar tidak membuat Ryan sakit lagi.
"Sudahlah honey.... Tenang,ya? Tenang,oke? Jangan marah - marah ya? Kamu masih dalam keadaan tidak baik" ucap Karina yang berusaha menenangkan Ryan.
"Bagaimana aku tidak marah?! Bibi Rosie seenaknya saja memarahi pacarku! Bagaimana aku bisa menerimanya?! Wanita yang aku cintai setulus hati seenaknya saja dihina oleh bibi Rosie" jawab Ryan yang memegang tangan kiri Karina.
Bibi Rosie menarik tangan paman Niki lalu keluar ruangan tersebut. Andi terdiam sambil mengepal kuat kedua tangannya. Dia berusaha menahan tangisannya.
Perlahan - lahan Ryan mulai tenang dan mulai bersandar pada kepada bantal yang ditumpuk. Karina mulai menyuapi bubur ke mulut Ryan. Bimo yang baru saja selesai bermain dengan dokter July memutuskan untuk kembali ke ruang inap Ryan. Bocah manis itu berharap Ryan segera bangun karena tadi dia dititipkan sebentar di ruangan dokter July sebelum bibi Rosie datang.
Bimo membuka pintu ruang inap Ryan. Bocah manis itu sangat senang melihat Ryan sudah sadar dari pingsannya. Karina masih sibuk menyuapi bubur ayam untuk Ryan.
"Paman Ryan!" Bimo berlari menuju bangkar Ryan.
Bimo memeluk kaki Ryan dan tangan Ryan mengelus kepala Bimo. Tangan kanan Ryan merangkul leher belakang Karina lalu menariknya agar lebih dekat dan Ryan memberikan satu kecu pan di bi bir Karina. Untungnya si bocah manis itu tidak melihat adegan tersebut. Bimo yang mulai melepas pelukannya begitu juga dengan Ryan yang melepas tautannya.
"Masih sakit masih bisa saja menggoda pacarnya" ucap Karina yang menutup mulutnya.
"Hehehe.... Aku kecanduan sama bi birmu itu" jawab Ryan yang hanya tersenyum saja.
Karina hanya geleng - geleng kepala saja mendengar jawaban Ryan. Tanpa disadari oleh Ryan dan Karina ternyata masih ada Andi di dalam ruangan tersebut. Andi memutuskan untuk keluar ruangan tersebut dan membiarkan keluarga kecil itu berbahagia.
INGETT GUYSSS HARI INI DOUBLE UPDATE
MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA
To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>
__ADS_1