Cafe And Restoran

Cafe And Restoran
Chapter 103 : Melanjalankan misi Step 1


__ADS_3

Pesan dari author untuk semua para pembaca dan anything: author minta maaf yang sebesar - besarnya karena tidak update selama dua hari dikarenakan author benar - benar memiliki kesibukkan di real life tapi sebenarnya author mau nulis tapi ibu author suruh ini itu makanya author belum berani nulis sebab itu author tidak update selama dua hari


Sekali lagi author minta maaf.


Sore harinya di gudang yang juga merupakan markas bagi pasukan - pasukan Andi. Kali ini mereka sedang menjalan misi tahap pertamanya yang dimana pertama - tama mereka harus melakukan perestasan pada semua data di perusahaan yang bekerja sama dengan perusahaan Hiro. Andi turun tangan langsung dalam misi ini hal ini dia lakukan demi keselamatan perusahaan keluarganya juga. Tangan Andi sibuk dengan keyboard komputernya.


"Bagaimana Andi? Apakah kita bisa masuk sekarang?" tanya Ryan dari kejauhan menggunakan alat komunikasi jarak jauh (yang jelas bukan ponsel) yang dimana saat ini posisi Ryan di gedung perusahaan musuh.


"Tunggu dulu! Aku sedang merusak sistem keamanannya" jawab Andi yang masih berusaha merusak sistem.


"Apa Andi bilang kak?" kali ini Ryaiden yang bertanya.


"Dia bilang tunggu sebentar" Ryan memakai kacamata hitamnya.


Untuk yang mencuri data berupa tulisan seperti dokumen,berkas - berkas, dan sejenisnya adalah tugas Ryan dan Ryaiden. Posisi dua bersaudara ini berada di kafe sebelah gedung perusahaan musuh. Mereka berdua berusaha tenang dan tidak terlihat mencolok.


Beberapa menit mereka menunggu akhirnya mereka berdua mendapat jawaban. Andi mengirimkan pesan suara kalau sistem keamanan sudah rusak dan laksanakan tugas kalian.


Ryan dan Ryaiden beranjak dari kursi menuju kasir lalu pergi ke gedung tersebut. Mereka berdua berjalan sambil memperhatikan sekitar. Dengan santainya mereka berdua masuk ke gedung tersebut dan tidak dilarang sama sekali oleh pihak security. Tanpa berlama - lama mereka berdua masuk ke lift dan langsung memencet tombol lantai paling atas. Tapi saat pintu lift akan tertutup ada seseorang yang mau masuk dan dengan terpaksa Ryan membantunya masuk.


"Hadeuhhh... Terima kasih ya pak! Saya terselamatkan dari orang - orang gi la tersebut" ucap orang tersebut dengan menggunakan pakaian berjas seperti seorang bos besar.


"Tidak masalah" jawab Ryan dengan singkat.


"Oh iya! Kalian berdua pegawai baru? Tumben aku melihat kalian berdua" tanya orang tersebut tanpa basa basi.


"Ehmm... Kami adalah pengantar makanan dan di tas kresek ini ada merupakan makanan yang dipesan dan kebetulan yang memesan makanan adalah teman saya" jawab Ryan dengan keadaan sedikit panik.

__ADS_1


"Ohh... Aku kira kalian pegawai baru disini karena kalian menggunakan pakaian berjas" Orang tersebut melirik sedikit ke arah Ryaiden.


"Heh! Anda salah paham tuan" ucap Ryaiden sambil tersenyum miring.


"Oh iya kah Ryaiden? Aku kira kau bekerja sendiri demi Andi saja tapi ternyata kau membawa TEMANMU! AKHH!!!" jawab orang tersebut yang mengetahui identitas Ryaiden lalu menendangnya dengan tendangan memutar ke belakang yang mengenai lengan kanan Ryaiden.


Untungnya Ryaiden menahan tendangan tersebut lalu tangan kanan Ryaiden memegang kepala orang tersebut ke dinding lift dan membe nturkannya yang mengakibatkan orang terdebut pingsan. Ryan yang melihat situasi berubah tersebut berusaha tenang dan melihat siapa identitas orang tersebut. Tangan Ryan sibuk melepaskan jas yang dikenakan orang tersebut dan posisi orang tersebut dalam keadaan pingsan. Tapi saat Ryaiden melihat dompetnya yang jatuh langsung saja dia melihat ktpnya.


"Kak!".


"Kenapa? Apa kau menemukan identitas orang ini?".


"Ternyata orang ini adalah direktur perusahaan ini".


"HAH?! YANG BENAR SAJA RYAIDEN?! COBA LIHAT!".


Ryan merebut ktp yang ada di tangan Ryaiden. Dan benar saja kalau orang tersebut adalah direktur perusahaan ini. Tangan Ryan gemetaran saat memegang ktp orang itu. Semuanya sudah terlambat karena orang tersebut pingsan,jejak bukti banyak dtinggal,dan mereka tidak menggunakan sarung tangan sehingga meninggalkan sidik jari. Kakak adik ini saling tatap dan berusaha menemukan solusi.


"Tenang kak! Kita hilangkan saja semua barang bukti ini dan lebih kita bakar saja saat kita sudah keluar dari sini" jawab Ryaiden yang berusaha menenangkan sang kakak.


Dua bersaudara ini langsung mengambil semua barang yang mereka sentuh tadi kemudian memasukkannya ke tas yang dibawa oleh Ryaiden. Setelah membersihkan bukti - bukti di saat yang bersamaan pula pintu lift terbuka lalu Ryan dan Ryaiden segera keluar. Dua orang tersebut langaung menuju ruang direktur. Tapi tiba - tiba saja Ryan mendapatkan panggilan suara dari Andi melalui earphone blutetoothnya.


"Halo? Kenapa Andi?".


"Kenapa kalian berdua menyerang direkturnya?! Bagaimana kalau ketahuan?!".


"Tidak akan! Kami berdua sudah membawa bukti - buktinya dan kamu tidak melakukan sentuhan kulit kepada direktur tersebut".

__ADS_1


"Tapi bagaimana dengan Ryaiden memegang kepala direktur tersebut?".


"Ah....hmmm.... Akh! Tahu ah! Katakan saja apa langlah selanjutnya?".


"Kalian masuk dulu ke ruang direktur kemudian aku akan memantau kalian dari kamera cctv".


"Baiklah".


Panggilan selesai.


Ryan memberitahu Ryaiden mengenai pembicaraannya tadi dengan Andi. Langkah kedua pria tersebut dipercepat menuju ruangan direktur.


Mereka berdua akhirnya sampai di ruangan direktur. Yang pertama masuk adalah Ryan tapi tenang saja karena Andi sudah meretas cctv seluruh gedung. Ryan perlahan - lahan masuk ke ruangan tersebut kemudian diikuti Ryaiden di belakangnya.


"Ryan! Ryaiden".


"Kenapa?".


"Ryan coba periksa laci meja direktur dan Ryaiden periksa rak - rak dengan tumpukkan berkas di sebelah sana".


Dua saudara itu langsung melaksanakan tugasnya. Ryan menemukan beberapa laporan di laci meja dan Ryaiden mendapatkan beberapa berkas juga. Sebelum memasukkannya ke dalam tas pertama yang mereka harus lakukan adalah memeriksa isi laporan atau berkas tersebut. Ryaiden membaca setiap isi berkas tersebut yang merupakan informasi penting namun berbeda dengan kakaknya yang dimana Ryan baru saja membuka laporan tersebut dia mendapati foto wanita po r no.


Seketika wajah Ryan berubah dan nampak pasrah saja. Tetapi Ryan menghiraukan saja foto - foto tersebut dan tetap mencari informasi penting. Saat Ryan beralih ke laporan yang selanjutnya tidak sengaja jatuh sebuah foto. Ryan melihat sejenak foto tersebut. Foto tersebut bukan seperti foto - foto sebelumnya melainkam foto ini terdapat Karina dengan pria lain. Sontak saja Ryan langsung saja mengangkut semua laporan tersebut termasuk foto Karina dengan pria itu.


Mereka berdua memutuskan untuk membawa semua apa yang mereka dapatkan. Jalan mereka keluar sama seperti tadi, masuk dengan santainya dan keluar dengan santainya. Tidak ada satu orang pun yang menyadari keberadaan Ryan dan Ryaiden seolah - olah semua orang yang bekerja disana berpikir kalau kakak beradik itu juga merupakan pegawai.


MAAF UNTUK KEMARIN YA ANYTHING

__ADS_1


Makasi yang sudah mampir dan baca love you anything


To be continued\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>>


__ADS_2