Cafe And Restoran

Cafe And Restoran
Chapter 61: Andi main di restoran


__ADS_3

Keesokan paginya Ryan kembali bekerja seperti biasa di restorannya tapi lebih fokus ke bagian dapur. Ryan membantu Tio yang memasak makanan untuk para pelanggan. Syukurnya pelanggan hari ini cukup banyak.


Juga seperti biasa Bimo datang ke restoran Happiness Food's. Bimo diizinkan ke restoran sebab Karina sedang ke rumah sakit untuk beberapa urusannya. Bocah kecil itu sudah sarapan di restoran kemudian membantu Ryan untuk mengambil dan mengantar pesanan.


Tapi...


Sialnya hari ini adalah Andi datang ke restoran Ryan. Andi ingin bicara dengan Ryan mengenai beberapa hal penting.


"Ada apa? Kenapa kau kelihatan kesakitan?" tanya Ryan yang duduk dihadapan Andi.


"Aduhh... Kemarin aku ke rumah Hiro untuk main eh tapi kelolosan" jawab Andi yang memegangi pinggangnya.


"Cukup! Jangan bahas hubunganmu dengan Hiro! Katakan saja tujuanmu datang kemari!" Ryan menghentikkan ucapan Andi mengenai hubungan dia.


"Okeyyy.... Aku katakan! Aku datang kesini ingin bertanya sesuatu, apakah kau bisa membuat makanan katering?".


"Makanan katering? Untuk apa?".


"Untuk acara pernikahanku".


"Hah?! Yang benar saja?! Apakah kau sudah hal ini dengan Karina?!".


"Belum tapi aku harus menyiapkan persiapan dari sekarang. Apa kau bisa membuat makanan katering?".


"Kalau aku yang masak jelas tidak bisa tapi kalau Tio pasti bisa".


"Bagus! Aku pesan kateringmu!".


"Eittt! Tunggu dulu! Ini restoran! Bukan bisnis katering".


"Heee~... Apa kau punya rekomendasi tempat katering enak?".


"Ada! Kebetulan keluarga Tio mempunyai bisnis katering nanti kau bicaralah dengan dia".


"Oke! Lagi satu".


"Apa lagi?".


"Apa kau punya koyo?".


"Ini restoran! Bukan apotek!".


Ryan menepuk jidatnya mengenai pertanyaan terakhir Andi. Bimo yang mendengar pembicaraan dua pria dewasa tersebut hanya tertawa saja. Ryan memanggil Tio untuk membahas katering.

__ADS_1


"Kau menggunakan katering keluargaku?" tanya Tio mengenai katering.


"Iya! Tanggal dua puluh empat apakah bisa?" jawab Andi yang menunjukkan hari pernikahannya.


"Nanti aku hubungi keluargaku dulu jika bisa aku hubungi kau nanti" Tio menerima tawaran Andi tersebut.


"Jangan hubungi aku langsung! Lebih baik hubungi manusia satu ini saja nanti dia jadi perantara pesanku" Andi menunjuk Ryan.


"Loh?! Kok aku?! Kan bisa saja chatting langsung! Chatting aja langsung sama Tio jangan jadikan aku sebagai perantara pesan!" Ryan menolak ucapan Andi barusan.


"Ayolah Ryan! Nanti aku kasi tahu ukuran baju dan celana kak Karina" Andi mulai bernegosiasi dengan Ryan.


"Astaga Andi! Tapi boleh lah" Ryan awalnya sedikit terkejut tapi akhirnya menyetujui.


Ryan dan Andi berjabat tangan sebagai tanda perjanjian. Tio hanya tersenyum saja melihat keanehan dua manusia di sebelah dan depannya.


Sesudah membahas katering, Andi memesan makanan dan minuman. Bimo yang mengantar pesanan pamannya tersebut. Andi tidak memarahi Ryan karena memperkerjakan Bimo,dia sudah tahu kalau Bimo yang meminta hal ini.


"Paman Andi kapan nikah? Apa sudah membicarakan hal ini sama kakek buyut?" tanya Bimo yang meletakkan makanan dan minuman di atas meja.


"Tanggal dua puluh empat. Nanti sore paman akan pergi ke rumah kakek bersama Hiro untuk membicarakan hal ini" jawab Andi yang membantu Bimo meletakkan pesanannya.


"Semoga paman cepat punya anak ya" selesai mengucapkan doa tersebut Bimo kembali ke dapur untuk mengambil pesanan.


"Darimana anak itu mendapatkan ide doa seperti itu?" tanya Andi di dalam hatinya yang masih memikirkan ucapan Bimo dan memutuskan melanjutkan memakan makanannya.


...****************...


Selesai memakan dan meminum makan minumnya Andi membayar di kasir. Tapi saat dia akan menyerahkan kartu atmnya tiba - tiba ada orang lain yang menyodorkan kartu atmnya. Andi menoleh ke arah orang tersebut dan dia sangat senang melihat wajah orang tersebut.


"Sayang?! Kapan kau datang?!" tanya Andi yang gembira melihat kehadiran tunangannya.


"Jadi,kau memaafkanku Andi?" ternyata wajah yang dilihat bukanlah Hiro melainkan Hans.


"Eh? Hans? Kenapa kau ada disini? Dimana Hiro? Bukannya tadi disini?" Andi mencari keberadaan Hiro tadi tapi itu hanya khayalan Andi saja.


"Tidak ada Hiro disini! Andi! Kumohon kembalilah kepadaku! Aku sudah memutuskan pertunanganku jadi kembalilah" Hans langsung menggenggam kedua tangan Andi.


"Tidak! Aku sudah mempunyai tunangan! Minggir kau! Lepaskan atau aku akan teriak!" Andi memberontak berusaha melepaskan kedua tangannya.


"Teriak saja! Aku tidak takut! Tapi aku tidak akan melepaskan tanganmu sampai kau memaafkanku" Hans mengeratkan genggamannya.


Andi terus berusaha melepas diri walaupun energinya tidak sebanding dengan Hans. Untungnya salah satu pelayan melihat tindakan Hans dan segera memanggil Ryan.

__ADS_1


"Pak Ryan! Ada pelanggan yang dilecehkan! Dan pelanggan yang dilecehkan adalah teman pak Ryan yang tadi" lapor salah satu pegawai kepada Ryan.


"Maksudmu Andi? Dimana dia dilecehkan?!" Ryan langsung melepas semua pekerjaannya.


"Di depan kasir pak! Cepat pak!" pegawai tersebut terlihat sangat panik.


Ryan langsung meluncur ke depan kasir demi menyelamatkan calon adik iparnya. Pegawai tersebut segera menyusul pak bossnya.


"Aku bilang lepas Hans! Apa kau masih tidak mengerti?! Hubungan kita sudah berakhir! Kau sudah punya tunangan begitu juga dengan aku!" ucap Andi yang masih berusaha melepaskan diri.


"Tidak akan! Maafkan aku dulu!" jawab Hans yang semakin mengeratkan genggamannya.


Dengan cepat dari arah belakang,Ryan menyiram kepala Hans dengan air pel. Genggaman tangan Hans terlepas dan pegawai tadi menarik lengan kanan Andi agar menjauh dari Hans.


"Apa yang kau lakukan?! Kau tahu ini air pel atau tidak hah?!" tanya Hans dengan penuh emosi.


"Ouh! Maafkan aku Hans! Aku kira kau tanaman berduri tadi sampai kau menyakiti Andi makanya aku siram kau dengan air pel" jawab Ryan yang berpura - pura merasa tidak bersalah.


"Awas kau Ryan! Aku akan ingat tindakanmu yang ini!" Hans akhirnya pergi dari restoran Ryan dengan keadaan bahas kuyup.


Ryan akhirnya bisa mengusir Hans walaupun membuat basah lantai restorannya tapi syukurnya kebanyakan para pelanggan sudah meninggalkan tempat. Dia memerintahkan beberapa pegawainya untuk membersihkan kekacuan yang dia buat sendiri.


Pegawai tersebut mengompres pergelangan tangan Andi menggunakan air es untuk menghilangkan rasa sakit. Andi masih merasa kesakitan jika membayangkan hal tadi.


"Bagaimana kondisinya? Apa masih sakit?" tanya Ryan kepada pegawainya.


"Masih pak! Apakah butuh kompres yang lain?" jawab pegawai tersebut yang mulai khawatir dengan kondisi Andi.


"Lanjutkan saja dulu! Suruh Andi buka kunci layar ponselnya dan berikan ponselnya kepadaku! Aku mau menghubungi Hiro" perintah Ryan kepada pegawainya.


Andi mengetik kata sandi lock screennya kemudian menyerahkannya kepada Ryan. Pak boss tersebut mencari nama Hiro tapi tidak ketemu sama sekali.


"Siapa nama Hiro dikontakmu?!" tanya Ryan yang masih sibuk mencari nama Hiro.


"Favorite di c k♡" jawab Andi yang merasa malu saat menyebut nama kontak Hiro.


"Hm? Andi aku bertanya sungguh - sungguh kepadamu! Jangan bicara seperti itu! Ada Bimo disini!" Ryan sedikit kebingungan mendengar nama kontak Hiro.


"Memang itu namanya! Cepat hubungi dia! Suruh dia kesini!".


MAKASI YANG TELAH MAMPIR DAN BACA


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>

__ADS_1


__ADS_2