Cafe And Restoran

Cafe And Restoran
Chapter 116: Main apaan tuh?


__ADS_3

Ryan mengambil selimut kemudian menggulungnya di seluruh tubuh Karina. Lalu Ryan memeluk tubuh Karina. Dia merasakan setiap bagian Karina yang kurang ditutupi kain tersebut.


"Dengarkan ini baik - baik sweetie! Aku tahu maksudmu untuk membuatku kembali seperti dulu lagi tapi bukan cara yang inginkan" ucap Ryan yang memeluk erat tubuh Karina.


"Sekarang kau sudah sadar?" tanya Karina yang memeluk kembali tubuh Ryan.


"Maksudmu?".


"My honey~.... Aku tidak peduli kepribadianmu seperti apa atau bagaimana yang jelas kau adalah Ryan! Satu - satunya Ryan yang aku cintai! Yang aku sangat cintai, jadi jangan berpikir dengan sifatmu berubah kau berpikir kalau aku tidak mencintaimu lagi jelas - jelas pemikiranmu itu salah besar! Aku masih mencintaimu sampai sekarang dan untuk selama - lamanya. Beberapa hari yang lalu aku juga sempat berpikiran seperti itu namun setelah aku pikirkan lagi ternyata kau tetap mencintaiku walaupun aku menyandang status janda anak satu. Maka dari itu aku tetap mencintaimu dalam keadaan apapun dan bagaimana pun sifatmu itu".


Ryan terharu mendengar ucapan Karina tersebut. Setelah dipikir lagi kalau ucapan Karina itu memang benar bahwa Ryan mampu menerima Karina apa adanya walaupun dia adalah seorang janda anak satu. Sebab itulah Karina mampu mencintai Ryan apapun keadaannya.


"Aku tidak menyangka kau mampu mengatakan hal seperti itu, maafkan aku telah berpikir yang tidak - tidak sweetie" Ryan yang memandang wajah Karina dengan penuh kelembutan.


"Tidak apa - apa honey yang penting sekarang kau sudah paham" Karina memberikan kecu pan ringan pada dahi Ryan.


Setelah mendapat kecu pan tanpa aba - aba sama sekali Ryan langsung mengukung tubuh Karina. Sepertinya Karina melakukan kesalahan besar karena sudah membangunkan singa besar di dalam diri Ryan.

__ADS_1


"Bolehkah?".


"Tentu saja boleh my honey".


Ryan langsung memakan bibir Karina dengan sangat ganas. Karina tidak menyangka kalau sang adik sepupu dari Michael bisa seganas ini. Permainan mereka berlangsung secara ganas karena Ryan sudah tidak tahan untuk menerkam Karina.


...****************...


Keesokan paginya Ryan dan Karina masih tertidur lelap tanpa sehelai pakaian apapun. Cahaya yang masuk melalui jendela menusuk mata Ryan. Perlahan - lahan Ryan mulai bangkit dan meregangkan tubuhnya. Ryan melihat sang kekasih tertidur lelap namun tetap kelihatan cantik.


Tangan Ryan mengelus rambut Karina dan sentuhan tersebut berhasil membuat Karina bangun. Mata Karina mulai terbuka dan matanya melihat sang kekasih ada di depannya. Karina merekahkan senyum saat mendapatkan sentuhan ringan di pipinya oleh tangan Ryan.


"Besar sekali tanganmu" ucap Karina dengan nada bicara lemah.


"Tanganku atau yang dibawah itu?" tanya Ryan yang sedikit curiga dengan ucapan Karina.


"Dua - duanya sih,hahaha...." jawab Karina yang tertawa saat akan mengatakannya.

__ADS_1


"Hadeuhhh.... Besok - besok kita main agak sedikit lembut".


"Aku lebih suka yang kasar".


"Jangan begitu sweetie! Nanti kebobolan bagaimana?".


"Ya tingga tanggung jawab saja terus nikahi aku".


"Sabar dulu,ya? Aku masih ada beberapa urusan penting untuk masa depanku,untuk dirimu,dan untuk keluarga kita di masa depan".


"Hehehe.... Baiklah honey".


Ryan perlahan - lahan bangkit dari ranjang menuju kamar mandi. Karina belum bisa bangkit sepenuhnya karena masih merasakan sakit di beberapa bagian tubuhnya. Dia sandarkan tubuhnya pada dinding ranjang dan menanti sang kekasih selesai mandi.


MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>>>

__ADS_1


__ADS_2