
Andi menatap pria yang bernama Sammuel itu.Sammuel mendekati Andi sampai membuat si manis Andi menempel di tembok toilet.
"Akhirnya aku menemukanmu Andi! Kau kemana saja?! Selama ini aku mencarimu!" seru Sammuel yang menggenggam kedua tangan Andi.
"Menyingkirlah! Aku tidak ingin bersamamu lagi!"Andi mendorong Sammuel agar menjauh darinya.
"Jangan begitu Andi! Aku susah hidup tanpamu kau tahu selama ini aku sendirian biasanya ada yang membantuku di perusahaan" ucap Sammuel yang menyebutka penderitaannya.
"Itu semua hanya masa lalu lebih baik kau pergi sekarang!" Andi berjalan melewati Sammuel yang masih memohon kepadanya.
Tiba - tiba saja Sammuel memeluk Andi dari belakang.Andi yanh terkejut dengan tindakan Andi berusaha melepaskan diri.
"Sammuel lepaskan! Menjauh dariku!" Andi terus memberontak agar terlepas dari pelukan Sammuel.
"Andi! Kumohon jangan pergi lagi! Aku hancur tanpamu!" Sammuel menguatkan pelukannya.
Andi tiba - tiba meneteskan air matanya.Sammuel mendengar suara tangis dari Andi.Dia membalikkan badan Andi dan melihat wajah si manis yang menangis.
"Sammuel... Kumohon menjauhlah... Aku berusaha melupakanmu tapi kau terus muncul di mimpiku dan di pikiranku" ucap Andi yang terisak.
"Aku sudah megatakannya Andi! Aku susah tanpamu" Sammuel ikut meneteskan air matanya saat melihat kondisi Andi sekarang.
Pintu toilet terbuka dan disaat yang bersamaan pula Sammuel memeluk tubuh Andi kembali tapi dengan posisi yang berbeda.Orang yang membuka pintu toilet itu adalah Hans.Andi menoleh ke arah belakangnya dan dia melihat Hans.
Hans mengepal kedua tangannya saat melihat pemandangan itu.Andi berusaha melepaskan diri tapi apa dayanya dia... Sammuel jauh lebih kuat daripada dia.
"Andi! Apa kau tahu apa yang kau lakukan ini?!" tanya Hans dengan nada bicara kesal dan raut wajah yang tidak menyenangkan.
"Hans tunggu dulu! Aku bisa menjelaskannya! Akh! Sammuel lepaskan aku!" Andi terus memberontak untuk melepaska diri dan untuk menjelaskan yanh sebenarnya terjadi.
Si sugar daddy Andi bergerak maju.Ia menarik tangan Andi sangat kuat sampai si manis bisa terbebas dari cengkraman Sammuel.
"Andi! Aku beritahu jangan bertindak keterlaluan!" bentak Hans yanh mengangkat tangan Andi.
"Tunggu dulu Hans! Aku bisa jelaskan! Dia yang duluan!" ucap Andi yang berusaha menjelaskan kejadian tadi kepada Hans.
Sammuel mengcengkram tangan Hans.Tatapan tajam dari dua mahluk adam itu yang berusaha memperbutkan Andi.
"Maaf tuan sebaiknya kamu lepaskan tangan Andi kalau tidak kamu akan dalam masalah" ancam Sammuel kepada Hans.
"Sebaiknya anda diam saja karena anda juga melukai Andi" Hans membalas ancaman Sammuel.
__ADS_1
Andi menatap kedua pria yang merebutkannya.Diantara dua adam itu tidak ada yang mau mengalah dua - duanya merebutkan satu pria manis bukannya wanita.
"Sammuel sebaiknya kau pergi aku tidak ingin kau dalam masalah saja" Andi menjauhkan tangan Sammuel dari Hans.
"Andi kenapa kau memilih dia? Dia ini pria tidak baik! aku tahu tentang dia" ucap Sammuel.
"Anda tidak pantas untuk Andi!" Hans menarik tangan Andi keluar toilet.
Andi yang pasrah dirinya ditarik oleh Hans.Sammuel sangat kesal melihat Andi dibawa pergi oleh Hans.
Di luar toilet Hans dan Andi membicarakan hal tadi.Hans menatap Andi yang terus menunduk.
"Apa kau tidak mau menjelaskan yang tadi?" tanya Hans dengan nada bicara dingin.
"Dia itu Sammuel mantan pacar aku.Dulu aku pacaran sama dia selama 5 tahun penyebab kami putus adalah orang tua Sammuel tidak menginginkan anaknya menjadi gay mereka anggap kalau jadi gay adalah kesialan" jawab Andi yang menjelaskan tentang Sammuel sang mantan pacarnya.
"Lalu apa maksud dia memelukmu tadi?" Hans menanyakan perihal Sammuel memeluk Andi.
"Soal itu aku tidak tahu kalau dia bakal memelukku lagipula aku sudah memberontak" jawab Andi mengenai Sammuel memeluknya tadi.
Hans menjadi paham setelah mendengar penjelasan Andi.Tangan Hans kembali menarik tangan Andi untuk mengajaknya keluar rumah sakit.Andi menepis tangan Hans.
"Kemana kau mau membawaku?" tanya Andi yang menjauh dari Hans.
"Aku tidak mau! Aku tidak salah! Kenapa aku harus dihukum?! Aku masih menungguku kakakku disini!".
"Memangnya kenapa sama Karina?! Dia hamil lagi?!".
"Bukan! pacar saja tidak punya bagaimana dia mau hamil?! Pokoknya aku tidak mau ikut!".
"Andi! jangan bersikap keras kepala! Aku bilang ikut kamu harus ikut!".
"Aku bilang tidak ya tidak! Kenapa kau memaksaku?!".
"Apa kau lupa aku siapamu?! Hah?!".
Andi terdiam mendengar pertanyaan dari Hans.Perdebatan mereka dilihat oleh para dokter,perawat,dan orang yang berlalu lalang di rumah sakit.Ada juga orang yang diam sejenak untuk melihat perdebatan itu.
Andi berbalik badan dan masuk untuk menemui Karina.Hans yang kesal melihat tingkah Andi yang tiba - tiba keras kepala semenjak bertemu mantannya.
Karina yang masih menunggu hasil pemeriksaan Bimo.Ibu dari Bimo itu terus berdoa agar anaknya tidak mengalami hal yang buruk.
__ADS_1
Karina melihat Andi yang baru kembali dari toilet.Andi duduk di sebelah Karina untuk menenangkan kakaknya.
"Kenapa kau lama sekali dari toilet? Ada masalah pencernaan?" tanya Karina kepada Andi.
"Tidak kok kak! Tadi aku bertemu teman lama jadi aku megobrol sebentar sebab itu agak lama" jawab Andi dengan karangan ceritanya.
Karina hanya tersenyum mendengar penjelasan dari Andi.Mereka berdua menunggu dokter July keluar dari ruang pemeriksaan.
Beberapa menit kemudian dokter July keluar dari ruang pemeriksaan.Karina dan Andi langsung menghampiri dokter July.
"July bagaimana kondisi Bimo?" tanya Karina yang masih khawatir dengan kondisi anaknya.
"Bimo hanya mengalami kejutan sedang saja yang dimana dia dikagetkan dengan suara atau ucapan seseorang mengenai dirinya atau orang yang dia sayang".
"Bimo hanya sedikit shock tapi tidak meninggalkan trauma di dirinya jadi cukup aman.Hanya butuh beberapa hari untuk dia menenangkan diri".
"Sebaiknya aku sarankan untuk Bimo untuk menginap di rumah sakit agar aku bisa melihat perkembangannya" jawab July yamg menjelaskan kondisi Bimo selesai pemeriksaan.
Karina dan Andi menjadi sedikit lega setelah July menjelaskan kondisi Bimo.Tapi masih ada sedikit kekhawatiran di dalam hati Karina.
"July boleh aku melihat kondisi Bimo sekarang?" tanya Karina kepada July.
"Boleh! Silakan saja Karina" jawab July yang mempersilakan Karina untuk menjenguk Bimo.
Karina dan Andi segera masuk ke ruang pemeriksaan.Di dalam ruang pemeriksaan Bimo sedang tertidur lelap di bangsal Karina bersyukur anaknya baik - baik saja.Andi juga sedikit lega melihat keadaan Bimo tapi dia masih kesal kepada Ryan.
"Syukurlah Bimo baik - baik saja" ucap Karina yang mengucapkan rasa syukurnya dan mengelus surai hitam Bimo.
Andi ikut bahagia melihat kakaknya bahagia akan tetapi dia akan membalas perbuatan Ryan yang telah dia perbuat.Karina menoleh ke arah Andi dan bertanya sesuatu.
"Apa kau memberitahu Dhika mengenai kejadian ini?".
"Iya! Tadi aku memberitahunya tadi pada saat pemeriksaan" jawab Andi.
Karina hanya pasrah saja kalau Andi sudah memberitahu Dhika.Yang lebih menakutkannya Dhika akan melukai Ryan secara fisik dan mental tapi apa boleh buat semua sudah terjadi ya sudahlah.
"Kakak tidak perlu khawatir masalah Ryan biar aku sama kak Dhika yang menanganinya" ucap Andi yang menenangkan Karina.
"Terserah kalian saja yang penting sekarang adalah Bimo baik - baik saja itu cukup" Karina kembali fokus kepada anaknya yang tertidur pulas.
Makasi semuanya yang baca
__ADS_1
To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>