Cafe And Restoran

Cafe And Restoran
Chapter 71: Putri kecil Andi


__ADS_3

Semua mata tertuju pada Andi yang menggendong Vivi. Mulut netizen pun mulai berbisik - bisik mengenai Andi dan Vivi. Karina yang melihat pemandangan tersebut meletakkan piring makan Bimo dan menghampiri Andi.


"Karina! Tanya pelan - pelan jangan emosi seperti itu" ucap Ryan yang memperingatkan Karina.


"Siapa anak kecil yang digendong paman Andi? Mereka terlihat dekat" tanya Bimo yang kebingungan melihat Vivi.


"Paman juga tidak tahu, ayo makan lagi! Biar paman sekarang menyuapimu" jawab Ryan yang mengambil alih menyuapi Bimo.


Karina berjalan menghampiri Andi dengan perasaan kesal. Dhika juga mengambil tindakan saat melihat Andi menggendong anak kecil lain selain Bimo.


Sekarang dua kakak Andi berdiri dihadapan Andi. Karina menatap tajam Vivi. Dhika menaikkan alisnya sebelah yang menandakan meminta penjelasan Andi.


"Aku tahu maksud kalian menghampiriku" ucap Andi yang sudah mengetahui maksud kedua kakaknya.


"Jelaskan dong! Siapa anak kecil ini? Kenapa dia memanggilmu papi" tanya Karina dengan juteknya.


"Kenapa dia bisa muncul disini? Kalau kau punya anak kenapa tidak cerita sama kita berdua?" Dhika juga ikut bertanya mengenai Vivi.


"Pelan - pelan kedua kakakku tersayang! Vivi turun dulu ya? Main sama paman yang disana dulu ya?" Andi menurunkan Vivi dan menunjuk ke arah Ryan.


Vivi segera membawa kopernya dan berjalan menuju Ryan. Andi menarik kedua kakaknya menuju ruang rias tadi. Di ruang rias tersebut barulah Andi menjelaskan hubungan dia dengan Vivi.

__ADS_1


"Sekarang aku jelaskan! Vivi adalah anak angkatku. Aku menemukannya dalam suatu kecelakaan di negara B saat itu orang tua Vivi terlibat tabrak lari dan orang tua Vivi jadi korban. Hari itu kejadiannya malam hari yang dimana aku sedang jalan - jalan disekitaran pegunungan bersama mantanku yang keberapa mungkin. Kamu menemuka orang tua Vivi sudah meninggal di tempat dan ibu Vivi menutupi Vivi dengan kain berwarna putih yang dimana sudah bercampur darah dengan darah ibu Vivi".


"Aku pertama kali menemukan Vivi memutuskan untuk mengadopsinya dan ibunya meninggalkan pesan untuk tidak memberikan Vivi kepada keluarganya yang lain. Setelah berhari - hari berlalu aku menemukan keluarga Vivi yang lain adalah pebisnis jahanam di negara B dan itulah alasan lain aku mengadopsi Vivi. Sebenarnya nama aslinya aku tidak tahu siapa karena aku kepikiran nama Vivi ya sudah aku kasi nama Vivi saja. Aku dan mantanku yang sebelumnya memutuskan menjaga dia bersama - sama namun semua hancur saat kami putus. Vivi harus kesana kemari untuk bertemu ayah dan papinya tapi mantanku mengatakan kalau dia tidak ingin merawat Vivi lagi karena melelahkan dan umur Vivi saat itu baru berusia dua tahun. Jadi hanya aku yang menbesarkannya dibantu temanku yang di negara B. Aku sering ke luar negri tiap bulan hanya untuk bertemu Vivi, dia adalah pertamaku paling indah" jawab Andi yang menjelaskan kronologi dia menemukan Vivi.


Karina dan Dhika merasa sedikit bersalah berprasangka buruk kepada bocah tersebut. Setelah menjelaskan semua yang terjadi Andi kembali ke altar untuk mendampingi Hiro. Karina dan Dhika ikut kembali ke tempat awal.


Karina menghampiri Ryan yang sedang sibuk menyuapi Bimo dan Vivi. Terlihat jelas Bimo dan Vivi sangat akrab satu sama lain. Ryan menyuapi Vivi terlebih dahulu baru Bimo.


"Hei kalian! Bagaimana makan kalian? apakah makanannya enak" tanya Karina yang duduk di samping Ryan.


"Enak kok tante, dimana papi tante?" jawab Vivi yang juga mencari keberadaan Andi.


"Enak sekali bu!" jawab Bimo dengan mulut penuhnya.


"Kalau Vivi tidak punya ibu punya papi yang juga menjadi ibu Vivi, nanti Vivi kembali lagi Vivi mau cari papi dulu" Vivi beranjak pergi dari sana menuju papi Andi.


"Anak kecil itu siapa? Kenapa memanggil Andi papi?" tanya Ryan yang belum mengetahui kebenarannya.


"Vivi adalah anak angkat Andi sebab itu dipanggil papi" jawab Karina yang sibuk menyuapi Bimo.


Ryan hanya mengangguk paham saja. Vivi memeluk kaki Andi dan Hiro merasa tidak nyaman dengan kehadiran Vivi.

__ADS_1


●•●•●•●•●•●•●•●•●•●•●


Acara pernikahan pun selesai. Syukur acaranya berlangsung dengan lancar tanpa ada gangguan dari siapapun walaupun ada bocah kecil yang mengganggu tadi. Andi sudah selesai bersih - bersih begitu juga dengan putri kecilnya. Saat ini Hiro dan Andi berada di rumah barunya ditambah ada kedatangan malaikat kecil.


Hiro sudah mengetahui cerita Andi mengadopsi Vivi dan dia memutuskan untuk menjadi ayah yang baik. Mata Hiro melihat Vivi sedang membantu Andi menyiapkan makan malam.


"Wahh... Ada papi dan ada asisten kecilnya sedang menyiapkan makanan pasti saat sudah matang rasanya enak" ucap Hiro yang berjalan mendekati Andi dan berdiri di belakangnya.


"Eh ada ayah! Kalau papi masak sesuatu itu pasti enak ayah beuhh... Juaranya masak papi" jawab Vivi yang sudah menerima Hiro.


"Ayah jadi tidak sabar merasakan masakan papi" Hiro menyalakan sesuatu melalui remote kontrol di saku celananya.


Andi yang merasakan alat main di dalam itunya menyala. Dia berpegangan satu tangan kepada Hiro. Si pembuat ulah hanya tersenyum saja. Andi harus menahannya kalau tidak putrinya akan curiga. Dia berdiri tegap dan mengatur nafasnya.


"Awas kau ya!" ucap Andi yang menatap tajam Hiro.


"Hehehe aku jadi takut" jawab Hiro dengan senyum iblisnya.


Makan malam pun sudah siap. Hiro dan Andi duduk bersebelahan sedangkan Vivi duduk berhadapan dengan Hiro. Andi akhirnya bisa menahan getaran mainan itu sampai selesai memasak namun Hiro menambah kecepatan getarnya menjadi maksimal saat Andi menguyah makanannya. Sontak Andi terkejut namun dia berusaha tenang.


Selesai makan malam Vivi tidur di kamarnya sendirian dan orang tuanya sibuk berbuat dosa. Ya kalian tahu lah apa maksud author yang kegiatan panas itu loh.

__ADS_1


MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA


To be continued\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>


__ADS_2