
Keesokan paginya saat Karina berada di kafenya, dia tampak lemas dan mengundang dokter July sebagai teman curhatnya. Bimo juga berada disana tapi dia sibuk main dengan mainan barunya yang dibelikan oleh Ryan. Karina terlihat sangat galau dan dokter July pijat pelipis saja saat melihat temannya seperti itu.
"Kau kenapa? Murung terus" tanya dokter July yabg meminum jusnya.
"Ryan pergi menjalankan misi selama empat hari~...." jawab Karina dengan nada bicara lemas.
"Ohhh.... Lalu kau kenapa bisa murung seperti itu? Perginya tidak lama,kan? Cuman empat hari bukan seminggu, kalau pun misinya cepat selesai itu artinya dia bisa kembali lebih awal".
"Aku tahu July! Tapi yang buat aku murung adalah aku tidak mengetahui apapun tentang Ryan dimulai dari tanggal lahirnya kapan,tahun berapa dia lahir,apa makanan favoritnya,apa hobinya, film apa yang disukai,dan masih banyak lagi. Sedangkan Ryan tahu segalanya tentang diriku,menurutmu apa aku pacar yang baik?".
"Astaga cuman gara - gara itu? Jangan dipikiran Karina! Seiring berjalannya waktu kau pasti tentang segala hal yang berhubungan dengan Ryan,tidak perlu khawatir!".
"Aku tidak bisa kalau khawatir! Masalahnya ini berhubungan dengan Ryan! Bagaimana jadinya kalau ada orang yang tiba - tiba saja bertanya tentang hal yang berhubungan dengan Ryan sedangkan aku saja tidak mengetahuinya,bagaimana caranya aku menjawab pertanyaan orang tersebut?!".
"Kan aku sudah mengatakannya Karina.... Lama - kelamaan kau pasti mengetahuinya".
"Tapi sampai kapan?! Sampai kapan?!".
"Soal itu aku tidak tahu,tergantung dirimu saja".
"Akhhh!!!.... Kenapa sih aku ini?! Apa yang aku harus lakukan July?! Dimana aku mencari informasi tentang Ryan?!".
"Cari di Andi saja kan dia database".
"Dia pergi bersama Ryan".
"Oh! Okey! Cari sendiri saja".
"Isshhh!... Kamu ini! Oh ya! Bagaimana kalau kita tanya ayahnya saja?".
"Kau tahu ayahnya?".
__ADS_1
"Aku tahu! Tunggu!".
Karina tiba - tiba saja ingat kalau ayahnya Ryan jarang di rumah dan Ryan sering main ke rumah bibinya. Jika Karina bertanya kepada bibi Rosie tentu saja dia tidak mendapatkan informasi apapun dan kalau bertanya kepada ayahnya Ryan maka hasilnya sama saja. Karina meletakkan kepalanya di atas meja dan berusaha berpikir lebih keras cara untuk mendapatkan informasi tentang Ryan.
"July~.... Aku harus bagaimana? Aku bingung" tanya Karina yang kebingungan.
"Aku tidak tahu Karina aku sudah membantu semampuku" jawab dokter July yang juga ikut kebingungan.
"Ibu! Tante July! Kenapa tidak bertanya saja kepada paman Tio? Paman Tio kan sahabat paman Ryan sejak lama" usul Bimo yang tidak sengaja mendengar pembicaraan sang ibu dengan dokter July.
"Kau benar nak! Kita harus bertanya kepada Tio! Dia pasti tahu! Ayo July! Ayo Bimo!" jawab Karina yang tiba - tiba bersemangat kembali.
Karina menarik tangan dokter July dan Bimo menuju restorannya Ryan. Dua orang yang ditarik Karina hanya bisa pasrah saja mengikuti Karina.
Di restoran Happiness Food's terlihat sangat ramai dengan para pelanggan yang kelaparan. Tio dan dua chefnya saja kewalahan untuk memasaka banyaknya pesanan. Bukan tukang masaknya saja yang kewalahan tapi para pelayannya juga yang kesusahan membawa banyaknya pesanan. Karena tidak adanya Ryan disana restoran tersebut menjadi kacau karena yang bisa menghandle keramaian pelanggan hanya Ryan saja.
Tapi untung saja Karina mengajak Bimo ke restoran. Karina berjalan menuju dapur. Saat Karina akan bertanya tiba - tiba saja Tio berbicara terlebih dahulu dari pada dia.
"Karina! Tolong bantu aku menghantarkan pesanan - pesanan ini! Kami kewalahan!" pinta Tio yang sibuk memasak.
"Iya! Sana anterin ke para pelanggan! Sudah ada tulisan nomor mejanya di setiap nampan".
Karina langsung mengambil dua nampan kemudian membawanya ke meja tujuan. Bukan Karina saja yang ikut membantu tapi Bimo juga ikut membantu membawa pesanan yang sudah jadi. Sesudah menghantarkan makanan, Bimo menghampiri sang ibu.
"Ibu! Bimo yang mengambil pesanan dan ibu yang menghantar pesanan supaya keramaian ini cepat teratasi" ucap Bimo yang sudah memegang papan menu.
"Oke! Sana cepat tanyakan makanan apa yang mau dipesan" jawab Karina yang kembali ke dapur mengambil pesanan.
Bimo berjalan ke salah satu meja kemudian ke meja selanjutnya sampai tiga meja Bimo sambangi dalam sekali pesan. Karina membawa nampan yang berisi pesana bolak balik dapur. Kerja sama tim ibu dan anak ini mampu mengurangi kewalahan yang terjadi di restoran tersebut.
Makanan yang dipesan mulai berkurang dan Karina tidak perlu menghantar pesanan bolak balik lagi. Semua kewalahan yang terjadi sudah teratasi dan sekarang situasinya sudah berjalan lancar seperti biasa. Karina duduk di salah meja karena kelelahan. Tio yang sudah selesai memasak menghampiri meja yang ditempati Karina.
__ADS_1
"Hei! Apa yang ingin kau katakan?" tanya Tio yang duduk dihadapan Karina.
"Hah?! Oh ya! Aku mau tanya - tanya soal Ryan" jawab Karina yang duduk tegak kemudian memasang wajah serius.
"Tanya apa?" Tio memanggil salah satu pelayan kemudian meminta membuatkan minuman limun.
"Apa kau tahu beberapa hal yang berhubungan dengan Ryan?".
"Tidak!".
"Kenapa kau tidak tahu?! Kau itu teman lama dia seharusnya tahu!".
"Ryan itu orang paling malas menceritakan segala hal yang berhubungan dengan dirinya bisa dibilang dia orang yang termasuk introvet".
"Akkhhh!!!!!.... Sekarang dimana aku harus mencaritahu informasi tentang Ryan?! Aku bingung!".
"Saranku sebaiknya kau bertanya langsung saja kepada Ryan. Manusia itu mau cerita tentang dirinya ke orang yang menurut dia sangat terpecaya dan aku yakin kau orangnya".
"Aku tahu orang terpecayanya Ryan tapi aku malu bertanyanya. Masalahnya nanti Ryan berpikir kalau pacarnya tidak tahu segala hal tentang dirinya lalu dia akan marah padaku".
"Jangan takut Karina! Aku yakin Ryan mau cerita kepadamu".
"Aku akan mencobanya".
Tio tersenyum melihat semangat yang terpancar dari wajah Karina. Sudah diputuskan kalau Karina akan bertanya kepada Ryan mengenai informasinya.
Mungkin banyak orang yang mengira kalau pacaran itu harus tahu segala hal tentang satu sama lain. Jika salah satu diantara mereka tidak tahu tentang pasangannya maka mereka berasumsi kalau pasangannya tersebut tidak sayang atau tidak cinta pada dirinya. Tapi berbeda dengan pandangan Ryan yang menganggap kalau tahu satu sama lain itu adalah hal yang membosankan. Menurut dia tidak mengetahui satu sama lain itu lebih menarik sebab yang penting dalam hubungan asmara adalah tentang memahami perasaan satu sama lain bukan mengetahui informasi satu sama lain. Jika kedua orang tersebut perasaannya sudah saling terhubung maka dengan sendirinya mereka akan mengetahui tentang pasangannya.
Karina ditraktit limun dan mie goreng oleh Tio sebagai hadiah sudah membantunya. Ibu satu anak itu memanggil sang anak untuk makan bersama beserta dokter July juga.
MAAF AUTHOR TIDAK UPDATE KEMAREN KARENA BELUM ADA IDE SUSAH BUAT MIKIRNYA Sekali lagi maaf
__ADS_1
MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA LOVE YOU MY ANYTHING
To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>