Cafe And Restoran

Cafe And Restoran
Chapter 81: Menjemput Bibi Rosie


__ADS_3

Keesokan harinya Ryan dan Ryaiden mulai mengurusi persiapan untuk pemakaman ibunya. Ryan mengundang para sanak keluarganya dan Ryaiden menyiapkan peti dan segala macam.


Karina merasa sedikit khawatir dengan kondisi Ryan yang dimulai dari tidak makan dan minum,pandangan kosong,dan sering melamun. Menurut Karina itu merupakan hal yang wajar saja jika seseorang kehilangan orang kesayangannya.


Saat ini hari menunjukkan pukul dua siang, Ryan sedang berada di rumah sakit kemarin dan hari ini juga dia akan menjemput bibi dan pamannya yang lama dia tidak temui. Ryan sengaja ingin menemani ibunya sampai semua acara selesai. Pihak polisi masih melakukan penyelidikan tapi menurut Ryan polisi terlalu lama diselidiki sampai akhirnya dia memutuskan meminta seseorang untuk menyeldiki kejadian kemarin.


Acara pemakaman akan dilaksakan dua hari lagi pukul sepuluh pagi. Yang hadir palingan cuman pak Burdi,bibi Rosie sama paman Niki,dan ada bibinya lagi dua sisanya tidak peduli.


...----------------...


Ryan sangat senang bisa bertemu bibi Rosie lagi setelah sekian lama. Dia ingin memperkenalkan Karina dan Bimo kepada bibi Rosie. Bibi Rosie sampai di negara C sekitar setengah jam lagi bersama suaminya. Dua bibi dari keluarga ayahnya Ryan juga terbang ke negara dan sampai sekitar pukul tujuh malam.


Kali ini Ryan memutuskan untuk pergi ke bandara dengan tujuan menjemput paman dan bibinya di bandara lebih awal dari jadwal. Tapi dia tidak pergi sendirian melainkan dia membawa Karina juga Bimo. Karina merasa gugup saat akan bertemu bibi Rosie sedangkan Bimo kebingungan dengan sosok yang dia akan temui.


"Ryan! Kapan bibimu akan datang?" tanya Karina yang semakin gugup.


"Sekitar setengah jam lagi,kita makan dulu yuk di restoran sebelah sana" jawab Ryan yang menunjuk ke salah satu restoran di dekat bandara.


Mereka bertiga memutuskan untuk makan di restoran tersebut. Ryan dan Karina duduk berhadapan, untuk Bimo dia duduk bersebelahan di samping ibunya. Ryan hanya memesan satu gelas besar capuccino,Karina memesan jus stroberi ditambah ada salad buahnya,dan Bimo memesan milkshake coklat ditambah ada burgernya. Bimo makan sangat lahap sampai - sampai dia melupakan orang disekitarnya. Ryan terus menatap keluar melalui kaca dinding restoran tersebut. Pandangannya kosong dan Ryan tidak memiliki gairah hidup lagi. Karina memegang kedua tangan Ryan untuk menenangkannya.


"Tenang ya honey? Jangan dipikirin terus seperti itu nanti kau akan terus berpaku pada masa lalu lagipula ada aku,Bimo,Tio,dua adikku,ayahmu,dan bibimu. Jadi tenang ya?" ucap Karina yang mengelus pelan punggung telapak tangan Ryan menggunakan jari - jarinya.


"Aku akan berusaha tapi kau harus membantuku. Dalam artian kau harus selalu hadir di keseharianku,dipikiranku,dan dihatiku juga,aku tahu aku pasti bisa keluar dari lingkaran gelap masa laluku" jawab Ryan yang mulai tersenyumm kembali.


"Aku kan selalu berada di sisimu my honey♡~..." Karina mencubit pipi Ryan karena saking gemasnya.


"Pacaran aja terusss!... Anaknya dilupain" seru Bimo yang menyuap makanannya.


"Mana ada ibu melupakanmu sayang" jawab Karina yang melihat anaknya mulai cemburu.


"Itu! Ibu kerjaannya dekat terus sama paman Ryan sampai lupa kalau ibu sudah punya anak" Bimo menggigit makanannya sebagai rasa kesalnya.


Ryan yang melihat rasa cemburu Bimo tiba - tiba memiliki ide jahil. Dia menangkup dagu Karina dengan tangan kanannya lalu menghadapkan wajah Karina ke wajahnya.


"Biarkan saja bocah nakal ini sweetie,jika dia sangat nakal kita bisa bikin yang baru" ujar Ryan yang sedikit melirik ke arah Bimo.


"Ih! Ih! Jangan gantiin Bimo dong! Bimo kan anak baik, paman Ryan ini apa - apaan sih?!" jawab Bimo yang kesal dengan sikap Ryan.

__ADS_1


"Sudahlah kalian berdua! Jangan berkelahi disini! Ini tempat umum!" Karina langsung membelah pertengkaran Ryan dengan Bimo.


Ryan hanya tertawa saja melihat Bimo kesal. Bimo mengunyah makanannya dengan perasaan masih kesal. Karina geleng - geleng kepala saat melihat pertengkaran anak dengan calon ayahnya.


"Bimo jangan cemberut terus! Paman Ryan hanya bercanda tidak ada yang menggantikanmu ya... Paling nambah lagi satu,kamu mau?" Ryan meminta maaf kepada Bimo sambil mengeluarkan kartu atmnya.


"Berarti kalau paman Ryan kalau sudah menikah dengan ibu maka,Bimo akan menjadi seorang kakak dong?" Bimo langsung mendongakan kepalanya menghadap Ryan.


"Tentu saja! Bimo mau punya adik berapa?".


"Hmm... Boleh tiga?".


Mendengar jawaban sang anak Karina langsung tersedak minumannya. Karina tidak menyangka kalau Ryan akan menanyakan hal seperti itu kepada Bimo. Oke mari kita lanjut dengarkan pembicaraan Ryan dan Bimo.


"Bimo mau adiknya cewek atau cowok?".


"Yang kedua cewek,yang ketiga cowok,dan yang paling kecil harus cewek".


"Kalau yang terakhir bukan cewek,bagaimana?".


"Tidak masalah sih! Jika cowok lagi nanti aku ajari adikku untuk mengerjai dan menghajar paman Ryan".


"Ayahnya terlalu usil makanya harus digebukin".


"Hahaha... Nanti paman ajari adikmu untuk mengerjai kakaknya sendiri".


"Ish! Paman Ryan ini! Selalu buat Bimo kesal!".


"Maaf! Maaf! Paman hanya bercanda,nih ambil! Lalu beli ice cream sana".


Tanpa rasa ragu sama sekali Bimo mengambil kartu atm tersebut dari tangan Ryan. Kemudian Bimo beranjak dari kursi menuju tempat memesan makanan untuk membeli ice cream. Ryan sengaja melakukannya untuk menebus tingkah usilnya tadi.


Mata Ryan melihat ke arah Karina yang tertawa kecil setelah mendengar percakapan tadi. Karina tertawa kecil dihadapan Ryan dengan tangan kirinya menutupi mulutnya. Ryan tersenyum melihat pemandangan secantik itu dengan mata kepala dia sendiri.


Drrtt...drrtt...drrrttt...


Notifikasi ponsel Ryan berbunyi. Sang pemilik ponsel langsung melihat notifikasi tersebut. Penyebab masuknya notifikasi berbunyi karena ada tiga pesan dari bibi Rosie. Kira - kira seperti ini pesan chatnya.

__ADS_1


Bibi Rosie♡👸(ini nama bibi Rosie di ponsel Ryan).


"Halo Ryan!".


"Bibi dan paman sudah mendarat".


"Kamu dimana?".


Ryan membalas pesan chat bibi Rosie seperti ini,


^^^"Ryan lagi ada di restoran dekat bandara".^^^


^^^"Sebentar lagi Ryan kesana bi,tunggu sebentar".^^^


"Baiklah Ryan❣".


^^^"❣❣❣".^^^


Ryan memasukkan ponselnya ke saku celananya lalu bersiap - siap untuk menjemput bibi Rosie. Dia juga memberitahu Karina kalau bibinya sudah mendarat dan kita


Ryan menggenggam tangan kanan Karina lalu berjalan menuju tempat pembayara atau tempat memesan makanan. Disana Bimo baru saja mengambil ice creamnya tapi langsung digendong oleh Ryan.


"Oh ya mbak! Kartu atm yang dipakai anak kecil ini pakai bayar makanan saya disebelah sana" ucap Ryan yang menerima kartu atmnya dari Bimo.


"Tidak perlu membayar karena hari ini spesial untuk keluarga yang beranggotakan tiga orang,terima kasih telah datang dan selamat bersenang - senang pak" jawab mbak tersebut yang membungkukkan badannya sedikit.


Ryan juga membalas bungkukkan tersebut. Mereka bertiga kembali ke bandara. Dengan buru - buru Ryan membawa tiga orang tersayangnya untuk bertemu bibinya. Karina belum mengetahui wajah bibinya Ryan jadi dia tidak bisa ikut membantu.


Sampai pada akhirnya mata Ryan melihat bibi dan pamannya sedang mengambil koper. Ryan langsung menghampiri mereka dengan membawa Karina di dalam genggaman tangannya dan Bimo dalam gendongannya.


"Bibi Rosie!" panggil Ryan yang berada di belakang bibinya.


Bibi Rosie menoleh dan langsung merasa terharu melihat anak kesayangannya sudah tumbuh besar. Ryan memberikan Bimo kepada Karina lalu memeluk sang bibi.


"Astaga nak! Kamu sudah besar sekarang,lama tidak bertemu Ryan".


MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA LOVE YOU GUYSSSS

__ADS_1


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>>


__ADS_2