Cafe And Restoran

Cafe And Restoran
Chapter 44: Penangkapan Michael 1


__ADS_3

Sore hari Karina pergi ke rumah sakit untuk melihat kondisi adiknya. Karina masuk ke ruang inap Andi dan dia melihat adiknya yang masih tertidur walau sesungguhnya Andi sudah bangun dari tadi. Karena demi menjalankan rencana Hans dan yang lainnya Andi harus berpura - pura tidur pagi. Karina mengelus rambut Andi dengan halus dan dia berdoa agar adiknya segera bangun.


"Andi... Kapan kau bangunnya? Kakak merindukanmu aku mohon" ucap Karina yang berharap adiknya bangun.


"Tok... Tok... Tok..." suara pintu ruang inap Andi diketuk.


"Hai Karina! Aku datang untuk mengunjungimu" ternyata yang datang tersebut adalah Michael.


Pria yang merupakan sepupu Ryan ini memasuki ruangan. Michael mendekati Karina kemudian membisikkan sesuatu dari belakang.


"Kapan kau akan menerimaku? Aku sangat lelah menunggumu".


"Bimo masih tidak menerimamu ,bagaimana aku bisa menerima dirimu. Apa kau lupa kalay aku ini seorang janda?" jawab Karina yang mendorong tubuh besar Michael.


"Alasan saja kau ini! Jika kau ingin menolakku katakan saja! Kenapa kau begitu plin plan sekali,Karina?!" Michael tanpa segan - segan langsung membentak Karina dengan sangat keras.


Andi yang mendengar perdebatan itu memutuskan untuk mengintip sedikit perdebatan tersebut. Karina yang sudah muak dengan tindakan Michael selama ini yang selalu memaksa dirinya dan membuat dirinya tidak nyaman.


"Iya! Itu benar! Aku selalu menolak dirimu! Aku tidak nyaman saat kau di dekatku! Kau itu pemaksa! Kau itu pria paling jahat di dunia!" Karina membentak balik Michael dan mengungkap semua kekesalannya selama ini.

__ADS_1


"Aku tidak peduli dengan apa yang kau katakan! Yang jelas sekarang yang aku inginkan adalah dirimu! Cukup dirimu saja! Aku sudah sangat terobsesi denganmu!" Michael kembali meninggikan nada bicaranya.


"Tapi aku tidak ingin bersamamu! Jadi kau tidak bisa memaksakan kehendakmu sendiri! Jika kau ingin memiliki pasangan kau harus berpikir apakah wanita yang kau cintai menerimamu!".


"Apa perkataanku yang tadi kurang jelas?! Aku hanya menginginkan dirimu! Aku sangat terobsesi denganmu!".


"Lebih baik kau pergi sekarang juga Michael! Pergi!".


"Aku tidak akan pergi! Aku akan tetap berada di sisimu!".


Michael mencekik leher Karina kemudian menempelkan tubuh Karina di dinding. Andi ingin bergerak melawan Michael sayangnya kekuatannya saat ini belum pulih sepenuhnya. Sesuatu tidak terduga terjadi yang dimana secara tiba - tiba Ryan mendobrak pintu. Ryan memasuki ruangan tersebut bersama Hans,kakek Dito, dan pihak berwajib.


"Akhhh! Kenapa kau datang di saat seperti ini?! " Michael memegangi perutnya yang ditendang tadi.


"Disini yang salah adalah kau,kurang ajar!" Ryan menunjuk - nunjuk Michael sebagai pelakunya.


Karina terbatuk - batuk setelah cekikannya terlepas. Kakek Dito menghampiri cucunya untuk mengecek kondisinya. Pihak berwajib langsung memegangi Michael untuk tidak bertindak lagi.


"Bawa saja dia pak! Semua bukti sudah terkumpul" ucap Hans agar memerintahkan pihak berwajib menangkap Michael.

__ADS_1


"Apa - apaan ini?! Kenapa saya ditangkap?! Apa salah saya?! Kalian para polisi tidak bisa menangkap saya secara paksa" protes Michael yang meronta - ronta saat dirinya akan dibawa keluar ruangan.


"Lebih bapak diam! Karena semua bukti sudah terkumpul! Bapak dilaporkan sebagai pengedar nar koba dan obat terlarang" ucap salah satu polisi yang menyebutkan kasus Michael atas dirinya ditangkap.


"Saya tidak bisa ditangkap seperti ini! Pergi kalian! Hanya karena kasus ini saya ditangkap? Tidak masuk akal!" Michael tidak terima sama sekali dirinya ditangkap atas kasus tersebut.


"Anda juga memiliki kasus lain yaitu atas percobaan pembunuhan dan pelecehan seksual" ujar salah satu polisi yang menyebutkan kasus lain Michael.


"Ini tidak benar! Lepaskan saya!" Michael masih berusaha melepaskan diri.


Hans hanya tersenyum melihat reaksi Michael yang ditangkap. Kemudian arah mata Hans berubah ke Andi yang sudah siap dalam posisinya untuk menjalankan rencana Hans. Andi memberi kode kalau dirinya sudah siap.


"Tidak benar? Kalau begitu kenapa Andi bisa terbaring? Apakah kau masih menganggap dirimu tidak bersalah? Sebaiknya kau tanyakan kepada Andi saja" ucap Hans yang membelokkan arah kepala Michael ke Andi yang sudah sudah terbangun.


Karina sangat terkejut melihat adiknya yang sudah sadar. Michael sangat tidak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini. Tangannya gemetaran saat melihat Andi yang sudah sadar.


"Apa kau terkejut? Atau kau menganggapku tidak akan pernah sadar karena obatmu itu! Jawabanmu itu salah Michael! Obat penawarannya sudah dimasukkan melalui infus" ucap Andi dengan bangganya untuk menjatuhkan Michael.


MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA NOVEL INI.

__ADS_1


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>


__ADS_2