
Hari pernikahan Hiro dan Andi pun tiba. Tidak banyak tamu yang hadir begitu pula dengan media tidak ada yang datang satu pun. Yang hadir hanya keluarga dekat dari Hiro dan Andi.
Acara masih berlangsung dengan acara penyambutan tamu. Mc acara hari ini adalah Dhika dan Kaila sendiri.
Karina dan Ryan sibuk menyapa tamu - tamu. Karina menggunakan gaun panjang yang melilit tubuhnya dengan menutupi seluruh bagian dada, untuk warna putih untuk bagian atas,bagian bawah berwarna putih dan bagian pinggang campur warna merah dan putih. Dibagian bawah gaun terdapat terdapat lengkungan - lengkungan kecil yang ditempeli dengan berlian putih murni. Rambut Karina dikepang sedikit sampai ujung kemudian sisa rambut dilingkarkan ujung - ujungnya dan ditambah jempitan rambut bunga di kedua sisi.(Sorry author nggk ada fotonya ndk ketemu foto kyk gitu makanya author jelasin aja caranya).
Untuk pakaian yang dikenakan Ryan adalah kemeja putih kemudian dipadukan dengan jas berwarna hitam dan dasi berwarna. Untuk bawahannya Ryan mengenakan celana panjang hitam dan sepatu pantofel. Ryan sengaja memilih pakaian yang simpel saja karena dia tidak suka memakai pakaian yang ribet.
Mari kita beralih ke ruang rias yang dimana Andi sedang merasa gelisah. Bimo memasuki ruang rias dengan membawa minuman susu coklat.
"Paman Andi! Paman Andi kenapa kelihatan gelisah?" tanya Bimo yang kebingungan melihat pamannya.
"Hah?! Paman tidak gelisah sama sekali! Bimo ada keperluan apa mencari paman?" jawab Andi yang panik melihat kehadiran Bimo.
"Ohh... Bimo cuman mau kasi paman Andi ini aja" Bimo memberikan Andi permen karet rasa jeruk.
"Terima kasih Bimo" Andi menerima permen tersebut.
Setelah memberiman pamannya permen karet bocah manis itu keluar dari ruangan tersebut. Bimo sudah keluar, Andi kembali merasa panik. Andi mengutak - atik ponselnya untuk menghubungi seseorang.
"Tuttt... Maaf! Nomor yang anda tuju sedang dialihkan harap tinggalkan pesan suara".
"Jawab telponku anak nakal! Ini aku! Apa kau lupa pada papimu hah?!" pesan suara Andi.
"Ada apa dengan bocah itu? Biasanya dia menjawab panggilanku tapi kali ini tidak" gerutu Andi kepada bocah kecil entah siapa dia.
Andi melihat jam di ponselnya yang menunjukkan pukul sepuluh. Itu tandanya Andi akan segera dijemput. Tapi ada yang aneh dari reaksi Andi yang dimana biasanya saat pengantin akan dijemput pasti merasa gugup namun berbeda dengan reaksi Andi. Dia terus mengutak - atik ponselnya dan semakin gelisah.
"Andi! Kakek datang untuk menjemputmu ayo cepat!" ucap Karina yang membuka pintu ruang rias.
__ADS_1
"Ha?! Akh?! Iya kak! Aku segera keluar! Dasar anak nakal!" Andi berjalan keluar ruangan dan mengantungi ponselnya.
Kakek Dito menggandeng tangan Andi berjalan menuju altar. Karina merasa terharu melihat pemandangan tersebut yang dimana mengingatkan dirinya saat dia menikah dulu. Tapi semua rasa harunya hilang saat melihat Ryan dan Tio yang nangis bombay.
Kakek Dito melepas gandengannya dan Hiro yang mengambil alih. Hiro dan Andi saling menatap satu sama lain di altar. Pendeta mulai membacakan sumpah.
"Tuan Hiro apakah anda bersedia menerima tuan Andi sebagai istri anda dalam keadaan miskin maupun kaya?".
"Saya bersedia".
"Tuan Andi apakah anda bersedia menerima tuan Hiro sebagai suami anda dalam keadaan miskin maupun kaya?".
"Saya bersedia".
"Atas nama tuhan kudus mulai sekarang kalian resmi menjadi sepasang suami istri. Dipersilakan untuk bertukar cincin dan saling ber ci uman.(maaf author lupa bacaannya).
Karina tersenyum sumringah dan untuk Ryan dan Tio kembali menangis bombay. Hiro dan Andi melambaikan tangannya ke para tamu.
"Baiklah para hadirin sekalian acara pembacaan sumpah sudah dilakukan dan untuk acara selanjutnya adalah pelemparan buket bunga" ucap Dhika yang membaca susunan acara selanjutnya.
"Ayo para pria dan wanita siapkan diri kalian untuk mendapatkan buket tersebut" ujar Kaila yang meminta para tamu untuk bersiap.
Ryan maju paling depan saat akan melakukan pelemparan. Tio hanya bisa menyemangati temannya tersebut karena dia tahu kalau Ryan lah yang akan mendapatkan buket tersebut sebab Ryan adalah mantan pemain voli dan basket.
Hiro dan Andi dalam posisi bersiap - siap melempar buket. Dhika menghitung mundur dan syuttt buket tersebut dilempar ke belakang. Buket tersebut melayang melewati para tamu dan Ryan langsung melompat tinggi dengan kekuatan atletnya dia berhasil mendapat bunga tersebut. Andi dan Dhika terkejut melihat Ryan yang mendapatkan buket tersebut.
Ryan berdiri tegap dan merapikan sedikit jasnya lalu berjalan mendekati Karina. Saat Ryan sudah berada di depan Karina kemudian dia berlutut seperti seorang pria akan melamar kekasihnya dan mengangkat buket tersebut menghadap Karina.
"Karina! Aku tahu selama ini kau sulit menerimaku tapi! Aku tidak akan menyerah untuk mendapatkan hatimu. Karina! Aku tidak sekaya Andi dan tidak sepekerja keras Dhika namun aku akan menjadi orang yang paling tulus mencintaimu. Banyak pria di luar sana yang membuat janji untuk pasangannya tapi aku tidak ingin membuat janji kepadamu karena aku adalah seorang pria! Seorang pria pasti melupakan janjinya tetapi aku akan mengubah kata janji menjadi kata berusaha. Aku akan berusaha membahagiakan kau dan Bimo! Aku akan berusaha menjadi pria yang lebih baik! Asalkan kau menerima diriku. Karina!!! Apa kau bersedia menjadi pacarku?" ucap Ryan yang menyatakan perasaannya dihadapan Karina panjang,lebar dan lantang.
__ADS_1
Semua para hadirin terkejut mendengar pernyataan Ryan. Dhika dan Andi membeku terdiam mendengar ucapan Ryan. Mata kakek Dito membulat melihat Ryan menyatakan perasaannya dihadapan Karina. Bimo melompat - lompat kegirangan mendengar Ryan.
"Ryan! Aku ini adalah seorang janda dan kau berani menyatakan perasaanmu kepada diriku. Kau sangat hebat bisa mencintai ibu satu anak tanpa memikirkan pandangan masyarakat aku merasa tersentuh. Dengarkan baik - baik ini Ryan! Aku Cyndria Karina Candy menerima ajakanmu untuk menjadi pacarmu! Sekarang berdirilah" jawab Karina yang menerima buket tersebut dan membantu Ryan berdiri.
Ryan sangat senang mendengar jawaban Karina sampai memeluknya. Semua para hadirin disana bertepuk tangan melihat kejadian romantis tersebut. Dhika dan Kaila bersorak ria mendengar jawaban Karina. Andi merasa senang melihat pemandangan romantis tersebut.
"Yeayyy... Ibu jadian sama paman Ryan! Yuhuuyyy!..." seru Bimo yang berlari keliling gereja.
Karina sangat senang bisa menemukan dambaan hatinya untuk kedua kalinya. Ryan menggendong Karina lalu memutar tubuhnya. Pasangan baru jadian tersebut tertawa bahagia yang dimana akhirnya bisa bersatu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah melewati masa suasana tadi para tamu menikmati hidangan yang ada dan ada juga yang bersalaman dengan pengantin sambil bersuap foto. Tapi tiba - tiba saja ada seorang bocah kecil berkelamin perempuan memasuki gereja dengan mengenakan gaun berwarna putih,rambut dipasangi bando,dan menyeret koper berwarna pink. Bocah tersebut berjalan mendekat ke altar lalu berteriak memanggil Andi,
"Papi!!!... Papi kemana saja?! Vivi capek menunggu papi!".
Hiro menatap tajam bocah kecil tersebut seolah - olanh ingin memberi dia pelajaran. Andi terkejut mendengar teriakan bocah bernama Vivi tersebut. Andi menghampiri Vivi lalu menggendongnya.
"Astaga my baby! Maafkan papi ya? Papi kan sakit kemarin dan kemarin - kemarin papi sedang sibuk" jawab Andi yang ternyata papi dari Vivi.
"Isshhh!!!... Papi ini! Vivi itu kangen sekali sama papi tahu, huaaaa... Papi..." setelah menyelesaikan omelannya Vivi menangis di gendongan Andi.
"Ucu... Ucu... Jangan nangis dong! Vivi kan mau jadi gadis cantik ayolah jangan nangis,ya?" Andi menepuk punggung Vivi agar merasa lebih tenang.
MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA
SPECIAL HARI INI AUTHOR MAU DOUBLE UPDATE
To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>
__ADS_1