Cafe And Restoran

Cafe And Restoran
Chapter 55: Andi akhirnya bertemu Hans


__ADS_3

Tiga hari kemudian mereka bertiga baru kembali dari kampung halaman Hans. Lalu Karina segera menghubungi Andi untuk menemuinya di kafe.


Ryan dan Bimo mengeluarkan semua barang bukti dari tas. Kemudian disusun jadi satu sesuai dengan urutan waktu. Karina menyajikan segelas milk tea kepada Ryan dan segelas susu kepada anaknya.


Beberapa menit kemudian Andi sampai di kafe dengan pakaian modisnya. Andi menghampiri meja yang ditempati oleh kakaknya. Tanpa salam sama sekali Andi langsung meletakkan tasnya di atas meja dan membuka kacamatanya.


"Bagaimana? Apa kalian menemukan sesuatu?" tanya Andi yang mengambil minuman Ryan lalu meminumnya.


"Kalau datang itu salam Andi! Ini datang - datang langsung taruh tas dan ambil minuman orang, bagaimana kau ini" Ryan merebut kembali minumannya.


"Hehhh~... Cepat katakan saja! Sebentar lagi aku ada rapat untuk menggantikan kak Dhika" Andi hanya menghela nafas panjang saja mendengar ucapan Ryan.


"Sudahlah kalian berdua! Setiap kali bertemu selalu berkelahi! Ini Andi! Semua ada di dalam sana tapi sebagian besar yang di dalam map itu hanya samplenya saja untuk yang aslinya berada di tanganku" Karina menyerahkan map besar berwarna biru yang berisi berbagai bukti.


Andi mengambil map terus. Dia membaca setiap kertas dan memperhatikan secara teliti foto yang ada di dalam. Andi sekarang mengetahui masalah yang sebenarnya tapi dia tidak berani terlalu percaya. Tangan Andi menutup map tersebut kemudian memasukkannya ke tas. Andi mengambil kembali minuman Ryan.


"Hei! Kalau mau minta bilang!" Ryan kembali merebut minumannya.


"Aku minta! Puas?!" ucap Andi dengan judesnya.


Ryan memutar bola matanya melihat Andi meminum minumannya. Andi meletakkan minuman Ryan dengan kasar.


"Paman Andi kenapa? Perasaan dari tadi paman Andi marah - marah terus" tanya Bimo yang baru selesai menghabiskan susunya.


"Bimo pengertian sekali tahu saja pamannya lagi marah. Tadi paman lagi main sama mantan paman terus paman Dhika menelpon dan meminta paman untuk menggantikan dia rapat karena dia mau ketemu kak Kaila" jawab Andi yang mengungkapkan kekesalannya.


Bimo hanya tertawa kecil mendengar ocehan Andi. Ryan dan Karina berusaha pura - pura tidak mendengar ocehan tersebut.


Kemudian dari belakang ada orang yang menarik tangan Andi. Ternyata orang tersebut adalah Hans.


"Andi! Dengarkan penjelasanku dulu! Aku tidak melakukannya sama sekali! Aku dijebak!" ucap Hans dengan nafas terengah - engah.


Walaupun Andi sudah mengetahui segalanya tetap saja Andi tidak mau memaafkan Hans. Andi berpura - pura masih marah kepada Hans.


"Ohh..."jawab Andi singkat.


"Andi! Tolong maafkan aku! Pada saat itu aku benar -benar dijebak oleh teman anaknya ayah! Kumohon jangan salah paham!" Hans masih berusaha mendapatkan permintaan maaf dari Andi.

__ADS_1


"Hans! Apa - apaan ini?! Kenapa kau meninggalkan ayah dan ibumu begitu saja?! Astaga!" tanya pria paruh baya yang merupakan ayahnya Hans diikuti ibunya Hans di belakang.


"Ayah lihat itu! Bukannya dia adalah designer yang menggambar sample biru yang akan dijual lusa besok?!" tanya ibu Hans yang terkejut melihat wajah Andi.


"Kau benar bu! Hans siapa dia?! Kenapa kau memohon - mohon kepada dia?!" jawab ayah Hans yang ikut terkejut melihat Andi.


"Dia adalah orang yang aku cintai!" jawab Hans dengan tegas.


Andi hanya tersenyum miring setelah mendengar ucapan Hans. Kemudian tangan Andi menampar pipi kanan Hans.


"Jangan berkata seperti itu tuan Hans! Apa kau tidak melihat berita hari ini? Kau itu sudah punya tunangan jadi jangan coba - coba untuk selingkuh" Andi mengangkat tangannya yang dimana dia menunjukkan berita Hans melalui ponselnya.


Hans terkejut melihat berita tersebut karena dari kemarin dia tidak kabar tersebut. Karina menutup mulutnya karena terkejut dan Ryan hanya tersenyum miring melihat akting Andi yang licik.


"Apa ini ayah?!".


"Berita itu belum diluncurkan sama sekali! Ayah belum melakukannya!".


Andi tertawa mendengar perdebatan ayah dan anak tersebut. Kemudian Andi menyampaikan sesuatu,


"Jangan Andi! Aku masih mencintaimu! Kumohon!" Hans menggenggam tangan Andi sambil memohon.


"Ups! Terlambat!" ternyata dari tadi berita tersebut sudah diluncurkan oleh Andi.


Cucu bungsu keluarga Cyndria ini memang terkenal licik terhadap rekan bisnis maupun orang terdekatnya. Berita tersebut dia sudah siapkan sebelum Hans datang dan Dhika sengaja membuat berita tersebut karena Andi memberikan penawaran jika dia membuat berita tentang Hans maka, Andi akan menggantikan pekerjaannya di kantor selama seharian. Andi menepis tangan Hans kemudian memasukkan ponselnya.


"Kenapa kau melakukan ini,Andi?! Apa kau tidak mencintaiku sama sekali?!" tanya Hans yang merasa tersakiti.


"Sekarang aku tanya! Apa kau tidak bisa mengetahui kalau dirimu dijebak?! Atau kau memang sengaja ingin bermain api?! Kalau kau memang benar dijebak seharusnya kau menjelaskannya tepat hari dimana kau dijebak saat itu!" jawab Andi yang tidak segan - segan membentak Hans.


Karina segera mengajak Bimo ke suatu tempat yang lebih aman agar tidak mendengar perdebatan orang dewasa tersebut. Bimo memahami situasi tersebut karena sang ibu sudah membawanya pergi maka, tidak ada pilihan lain.


Perdebatan antara masih berlanjut mari kita saksikan bersama. Yang atas Hans dan yang bawah Andi.


"Aku terpaksa menemui wanita tersebut karena ayahku!".


"Tapi apa kau segitu bodohnya membiarkan wanita tersebut menyentuhmu?! Setidaknya kau bisa melawan!".

__ADS_1


"Saat itu aku benar - benar dijebak! Percayalah padaku Andi!".


"Bagaimana aku bisa mempercayaimu?! Waktu kau ingin menjelaskan saja baru sekarang! Sebelumnya kemana?! Jawab Hans!".


"Aku ditahan oleh orang tuaku! Memangnya aku mau langsung berangkat kesini makanya aku tidak bisa menjelaskan!".


"Tinggal minta izin saja! Izin ingin pergi ke negara C untuk menjelaskan kepada Cyndria Andita Vindrio! Itu saja! Apa susahnya Hans?! Apa karena wanita itu kau menjadi bodoh!".


"Aku ingin memperkenalkanmu saat kita pergi bersama ke rumah orang tuaku tapi ayah menyuruhku pulang secara mendadak".


"Jadi,karena ini kau tidak memberi kabar sama sekali?! Kita bisa pergi bersama - sama! Apa susahnya?!".


"Aku takut ayahku tidak menerimamu karena dia hanya ingin aku memiliki pacar wanita bukan pria! Itu sebabnya aku tidak mengajakmu! Aku berusaha mempertahankan hubungan ini Andi!".


"Hubungan apa yang kau katakan?! Kita tidak ada hubungan apapun! Apa kau lupa hubungan kita sekedar kontrak sugar daddy dan sugar baby?!".


"Aku tidak lupa sama sekali! Dan aku ingin mengubah hubungan kita menjadi pacaran sungguhan!".


"Pacaran sungguhan katamu?! Jangan bercanda Hans! Kau sekarang itu sudah mempunyai tunangan jadi jangan mencariku lagi!".


Andi menenteng tasnya lalu pergi dari sana. Tanpa disadari sama sekali ternyata ada Hiro menunggu di pintu kafe. Hiro merangkul pinggang Andi kemudian mencium keningnya. (Untuk para readers jangan berpikir mereka sudah balikan mereka cuman hts aja).


Ryan hanya tertawa kecil saja melihat aksi licik Andi. Ayah Hans hanya terdiam setelah mendengar semua perdebatan putranya dengan Andi.


"Kenapa kau tertawa,Ryan?! Apa ini lucu?!" tanya Hans yang masih emosi.


"Hahaha... Tidak ada aku hanya merasa lucu saja melihat aksi Andi. Apakah tuan ayah Hans mengetahui julukan yang dimiliki Andi ?" jawab Ryan yang menghabiskan minumannya.


"Ehmm... Aku tidak tahu, memangnya apa?" ayah Hans merasa bingung yang diberikan Ryan.


"Julukannya adalah calon menantu kaya raya dan rich sugar baby".


NANTI LAGI GUYS


Makasi yang sudah mampir dan baca


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>

__ADS_1


__ADS_2