Cafe And Restoran

Cafe And Restoran
Chapter 28: Hubungan Michael dengan Karina


__ADS_3

Karina menahan Michael dengan memegang tangannya. Michael melihat Karina yang sangat ketakutan.


"Sekarang kau takut? Apa yang kau takutkan,Karina?" tanya Michael yang menepis tangan Karina.


"Kau tidak berhak mendatangi Bimo begitu saja! Harus ada izin dulu dari aku!" jawab Karina dengan nada bicara tinggi.


"Kenapa aku tidak bisa?! Apa jangan - jangan Bimo memang benar anakku?! Katakan Karina!".


"Tidak! Dia bukan anakmu!".


"Aku tidak percaya! Kita harus melakukan tes DNA! Itu harus!".


Karina tiba - tiba terduduk menangis mendengar ucapan Michael. Tanpa rasa kasihan Michael menarik tangan Karina kemudian menyeretnya keluar untuk mencari Bimo.


OKE GUYS KITA BAHAS SEDIKIT TENTANG MICHAEL DAN ADA HUBUNGAN APA MICHAEL DENGAN KARINA.


...****************...


Di suatu rumah besar ada seorang anak kecil yang bernama Michael tinggal disana bersama kedua orang tuanya. Michael adalah anak yang baik,disiplin,penurut,dan cerdas. Sejak kecil Michael sudah di didik sangat ketat oleh ayah ibunya.


Pada suatu hari Michael bermain di luar sendirian dan dia melihat ada tetangga barunya. Michael berdiri di depan gerbang rumah tetangganya kemudian memencet bel pintu.


"Siapa,ya?" tanya seorang anak kecil perempuan yang membuka pintu.


Michael membeku melihat gadis kecil tersebut. Dia tidak mampu menjawab pertanyaan gadis tersebut.


"Kamu siapa,ya?" gadis kecil itu menatap Michael yang kebingungan.


"Ah?! Saya Michael ehmm... Salam kenal" Michael akhirnya menjawab pertanyaan dari gadis tersebut dan mengulurkan tangannya.


"Hai Michael! Saya Karina" gadis kecil tersebut memperkenalkan dirinya yang bernama Karina.


Sejak hari itu Michael dan Karina berteman dan sering bermain. Michael sangat senang bermain dengan Karina juga dia sudah memiliki perasaan dengan gadis manis tersebut.


Michael dan Karina sangat dekat sekali sampai orang - orang mengira kalau mereka seperti pasangan kekasih. Karina hanya menganggap Michael sebagai sahabat biasa saja sedangkan Michael menganggap Karina lebih daripada itu.


Mereka berdua masuk di SD yang sama , SMP yang sama , dan SMA yang sama bahkan mereka selalu berada di kelas yang sama. Teman kelas mereka banyak menyukai mereka karena kebersamaan mereka.

__ADS_1


Sampai pada akhirnya Michael harus berpisah dengan Karina dia harus berkuliah di tempat yang lain. Begitu juga dengan Karina kuliah di negara K yang dimana dia bertemu suaminya disana.


Karina sudah menemukan pasangannya dan sudah menjalankan karirnya dengan sangat sukses. Dia pun memberitahu Michael tentang kalau dia akan segera menikah.


"Halo Michael?" Karina menghubungi Michael melalui sambungan telepon.


"Halo Karina! Ini kau?" jawab Michael yang sangat senang bisa mendengar suara Karina kembali.


"Lama tidak bertemu sok jagoan! Bagaimana kabarmu?".


"Hahahaha... Aku baik kok Karina, bagaimana kabarmu?".


"Aku juga baik kok! Aku ingin memberitahumu kalau aku sebentar lagi menikah".


Michael merasa ditusuk benda paling tajam di dunia. Dia merasakan sakit dan sesak di dadanya bahkan dia merasakan sesak nafas.


"Oh... Bagus! Selamat ya Karina".


"Terima kasih Michael! Nanti datang ya pada tanggal 25 bulan ix ya".


"Iya pasti aku datang kok! Ya sudah dulu ya aku masih ada kesibukan".


Panggilan telepon tersebut berakhir dan Michael mengeluarkan air mata sangat banyak. Dia sudah tidak bisa menahan rasa sakit yang terus menusuk dadanya tersebut. Bahkan sangat emosinya Michael melempar semua barang yang ada untuk melampiaskan emosinya. Semua barang yang ada di kamar ia lempar sana sini saking kesakitannya.


"Kenapa?! Kenapa?! KENAPA?!!! AKHHHHH!!!..." teriak Michael sambil melempar barang - barangnya.


"KENAPA AKU TERLAMBAT MENDAPATKANNYA?! SEHARUSNYA SEDIKIT LAGI! SEDIKIT LAGI! PADAHAL KEPULANGANKU NANTI UNTUK MELAMAR DIA! AKH!!!..." suara teriakan Michael menggelegar di seluruh ruangannya.


Bahkan sejak hari itu Michael menjadi sangat frustasi dan sangat sulit untuk melupakan Karina. Michael banyak minum minuman beralkohol dan berbagai macam minuman lainnya.


...****************...


Sampai pada hari sesudah dilangsungkannya pernikahan Karina dan suaminya Michael tetap datang dan mengucapkan selamat kepada mereka berdua secara langsung. Michael berusaha menahan rasa nafsu dan egoisnya untuk merebut Karina.


Tiga hari kemudian Karina dan suaminya melangsungkan pesta untuk merayakan pernikahan mereka. Karina dan suaminya banyak mengundang temannya baik dari teman masa kecil atau yang sudah dewasa. Michael juga diundang di acara tersebut tapi Michael lebih baik memilih memakan dan meminuman yang ada disana daripada berpesta.


Orang - orang di pesta tersebut sudah sangat mabuk dan tidak kuat untuk bersenang - senang kembali. Karina juga sudah sangat mabuk sehingga membuat dia muntah - muntah.

__ADS_1


Michael yang melihat suami Karina sudah tertidur segera mennggendong Karina ke suatu hotel. Kondisi Michael saat ini bisa dikatakan sama dengan Karina sama sama mabuk. Michael memesan satu kamar hotel untuk menaruh Karina disana.


"Karina maafkan aku! Aku akan mengambil kesempatan ini untuk bermain dengammu" ucap Michael yang langsung melakukan hubungan dewasa kepada Karina.


Hari itu mereka berdua sama sekali tidak ingat kejadian tersebut dan sudab mulai melakukan urusan masing - masing. Michael perlahan - lahan mulai bisa melupakan Karina tapi ada dimana dia melihat Bimo saat berusia empat tahun yang terlihat sangat mirip dengan dia. Michael percaya kalau Bimo adalah anaknya tapi dia tidak ingat kalau dirinya pernah melakukan hal itu kepada Karina. Dia pun mula menyelidiki bagaimana dirinya bisa melakukan itu.


PEMBAHASAN SELESAI!:)


...****************...


"Apa yang kau tangisi Karina?! Apa kau sekarang ingat kejadian itu?! Katakan!" tanya Michael yang sangat emosi sampai membentak Karina.


"Iya! Iya! Aku ingat kejadian itu! Sejak hari pernikahan kaulah yang pertama mengambil keperawananku! baru suamiku setelah itu" jawab Karina yang terisak - isak.


"Kalau begitu ayo kita lakukan tes DNA! Supaya yakin itu anakku atau tidak! Kalau pun anakku aku tidak akan merebutnya darimu" ucap Michael yang berjongkok kemudian mengelus surai Karina.


"Apa itu benar?" tanya Karina yang meyakinkan ucapan Michael.


"Itu benar! Asalkan aku bisa bertemu dia setiap hari maka, aku tidak akan merebutnya" jawab Michael yang membantu Karina berdiri.


Karina pun mengajak Michael pergi untuk menemui Bimo. Michael akhirnya bisa bertemu anaknya yang telah lama dia tidak ketemu.


...----------------...


Bimo yang sedang asyik menonton kartun di restoran Ryan tiba - tiba saja disuguhkan cemilan dan minuman oleh Tio. Bocah manis itu sangat senang ketika Tio memberikannya cemilan dan minuman.


"Terima kasih paman Tio" ucap Bimo yang langsung memakan cemilan tersebut.


Tio memberikan tanda ok melalui jarinya dan kembali melakukan pekerjaannya. Bimo kembali fokus pada acara kartunnya yang menyenangkan.


Beberapa menit kemudian Bimo mendengar ibunya memanggil dirinya. Bimo sontak langsung menoleh mencari sumber suara tersebut.


"Bimo! Sebelah sini!" Karina melambaikan tangannya untuk memberi tanda kepada Bimo.


"Ibu!..." Bimo berlari menghampiri Ibunya yang berdiri di pintu masuk restoran bersama Michael yang juga merupakan orang yang tidak dikenal oleh Bimo.


Bimo sedikit bingung denga kehadiran pria tersebut yang ada di belakang ibunya. Menurut pandangan Bimo pria tersebut sangat tinggi, tampan, dan terlihat sangat kaya.

__ADS_1


Makasi yang sudah mampir dan jangan lupa kasi support


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>>>


__ADS_2