Cafe And Restoran

Cafe And Restoran
Chapter 41: Menuju membahas tentang Michael


__ADS_3

Ryan dan Michael menundukkan kepalanya karena malu setelah bertengkar seperti anak kecil. Karina memperhatikan kakak dan adik sepupu tersebut yang terdiam saja.


"Apa yang akan kalian lakukan di atap? Berkelahi? Adu tojos? Atau saling membunuh? Katakan!" Karina masih mempertanyakan perihal yang mereka bicarakan tadi.


"Itu hanya candaan saja Karina" jawab Ryan yang sedikit ragu.


"Candaan katamu? Kalau itu menjadi hal serius bagaimana? Apa kalian tidak pikir kalau diri kalian ini bodoh?! Aku tidak suka ada orang yang berkelahi gara - gara wanita!" Karina membentak Ryan dan Michael yang masih main - main.


"Maafkan aku Karina karena telah menarik tanganmu tadi" ucap Michael yang meminta maaf kepada Karina.


"Terserah! Sekarang kalian berdua keluar! Oh ya Michael karena kau sudah melihat hasil tes DNAnya sebaiknya kau jangan memberitahu Bimo terlebih dahulu tunggu dia lebih besar sedikit" Karina mendorong dua pria tersebut keluar ruangan Andi.


Ryan dan Michael yang berdiri di depan pintu dan saling berhadapan. Tidak ada yang mau mengalah diantara mereka.

__ADS_1


"Awas saja kau sialan! Aku akan menghukummu!" Michael pergi dari sana setelah mengancam Ryan.


"Nyenyenye... Banyak omong kau!" Ryan mengganggap ancaman Michael tadi hanya sebagai gurauan saja.


Ryan melangkah pergi dari sana setelah memberitahu tujuannya. Dia berjalan dengan santai hingga sampai dia di depan pintu masuk rumah sakit tiba - tiba saja ada yang menculiknya. Ryan diikat menggunakan tali,dimasukkan ke karung dan karung itu diikat. Penculik tersebut kemudian menggendong karung tersebut di pundaknya lalu memasukkannya ke bagasi mobil.


Ryan meronta - ronta di dalam karung tersebut tapi syukurnya karung tersebut sudah dilubangi kecil untuk jalan masuknya udara.


...****************...


"Hei! Apa - apaan ini?! Kenapa kalian menculikku?!" tanya Ryan yang menjadi emosi setelah dirinya diculik.


Kemudian Dhika muncul di belakang Ryan bersama. Ryan menoleh ke arah paman dan keponakan tersebut.

__ADS_1


"Untuk apa kau menculikku,Dhika? Bimo juga! Untuk apa kau ada disini?" tanya Ryan yang masih memiliki dendam kepada Dhika.


"Sabar dulu Ryan! Kita tidak ada maksud menculikmu kita hanya ingin membahas tentang Michael" jawab Dhika yang mengatakan alasannya menculik Ryan.


"Astaga... Untuk apa kalian susah menculikku? Panggil saja aku atau beri kabar padaku jika kalian akan membahas tentang Michael" Ryan merasa sedikit lega setelah Dhika mengatakan tujuannya.


"Tapi bukan hanya kami berdua ada disini, ada Hans juga" selesai Dhika berbicara kemudian muncul Hans di belakang Dhika.


Hans berjalan dengan bangganya melihat Ryan berdiri ketakutan tadi. Tatapan mereka sama - sama tajam dan tidak ada yang mengalihkan pandangan sama sekali.


"Aku kira kau tidak akan datang kemari" ejek Hans ditambah ada tawa jahatnya.


"Jika aku tidak diculik tadi maka, aku jelas tidak akan datang" Ryan tidak henti - hentinya menatap Hans yang menjijikan.

__ADS_1


Hans menertawakan tanggapan Ryan yang seolah - olah dirinya hanya sebagai orang yang membully Ryan. Kemudian para pengawal Dhika keluar dengan membawa meja dan kursi agar lebih nyaman. Semua telah duduk pada posisi masing - masinh.


To be continued\=\=\=\=\=\=\=>>>>>


__ADS_2