
Hari - H pun tiba. Ryan menjemput Karina di kafe menggunakan mobil pribadinya. Karina keluar dari kafe dengan gaun yang sangat indah.
Seperti inilah kira - kira gambaran gaun Karina. Maaf ya guys author sengaja faceless takutnya dikira jiplak. Sumber foto from goo gle.
Kalau yang ini kira - kira gambaran Ryan menggunakan pakaian pesta. Sumber from goo gle.
Ryan meraih tangan Karina kemudian membukakan pintu mobil. Karina menunduk sedikit saat masuk ke mobil. Setelah keduanya di dalam mobil, supir langsung menjalankan mobilnya menuju gedung tempat acara amal. Untuk supir pribadi Ryan adalah Tio.
Selama perjalan Ryan tidak henti - hentinya menatap wajah cantik Karina. Ryan merasa beruntung bertemu wanita secantik dan sebaik Karina. Tio yang di dalam mobil merasa tersiksa melihat keromantisan temannya dan pujaan hatinya.
...****************...
Sesampai di gedung tempat acara, Ryan turun terlebih dahulu kemudian membukakan pintu untuk Karina. Ryan memegang tangan Karina saat turun dari mobil kemudian menggandeng Karina. Semua orang disana terpukau melihat kecantikan Karina dan Ryan disebelahnya. Para fotografer dan kameramen langsung menyorot pasangan yang belum jadian tersebut.
Salah satu forografer meminta Ryan dan Karina untuk diam sebentar. Mereka berdua langsung mengarah ke kamera. Para fotografer segera mengambil banyak gambar.
Cklak! Cklek! Cklak! Cklek!
Suara kamera terus masih mengambil gambar Ryan dan Karina. Sampai pada akhirnya ada bodyguard yang meminta para fotografer untuk berhenti mengambil gambar. Kemudian setelah para fotografer mengambil gambar barulah pasangan belum jadi tersebut masuk.
Saat di dalam banyak tamu - tamu dari kalangan pebisnis berdatangan. Ryan berusaha tetap kelihatan cool demi sang pujaan hati. Semua mata langsung tertuju pada mereka berdua. Karina tersenyum manis saat melihat Bimo bersama kakek Dito. Bimo berlari menghampiri sang ibu.
"Ibu sangat cantik! pantas saja paman Ryan menyukai ibu" ucap Bimo yang memuji kecantikan ibunya.
Karina tersipu malu setelah mendengar pujian dari anaknya. Bimo menuntun Ryan dan Karina ke kakek Dito.
"Hahaha... Lihat siapa datang ternyata cucu kakek bersama pasangannya" ujar kakek Dito yang tersenyum melihat Ryan menggandeng tangan Karina.
Untuk kedua kalinya Karina berhasil tersipu malu. Kakek Dito dan Bimo mentertawai Karina yang tersipu malu. Lalu datang lagi pasangan fenomenal kita yaitu Dhika dan Kaila. Dhika mengajak Kaila untuk menghampiri kakek Dito.
"Astaga! Lihat siapa ini? Ternyata pasangan belum berlayar kita" ucap Dhika yang menggandeng tangan Kaila.
__ADS_1
"Hehehe... Itu benar! Kapan kalian akan berlayar? Aku bersedia jadi penumpangnya" tanya Kaila yang sedikit tertawa.
"Tunggu Karina menerima diriku barulah kami akan berlayar bersama" jawab Ryan yang sedikit melirik Karina.
Kakek Dito merasa bangga mendengar jawaban Ryan. Dia merasa Karina harus segera melepas masa jandanya dan dia sudah menemukan pasangan yang tepat.
Dhika mengajak Kaila untuk menyapa beberapa rekan bisnisnya. Karina juga mengajak Ryan untuk sedikit berbincang dengan teman lamanya. Yang tersisa hanya kakek Dito dan Bimo yang berdiri di dekat panggung.
"Kakek buyut! Dimana paman Andi? Bukankah dia menggelar acara ini?" tanya Bimo yang tidak melihat keberadaan pamannya lagi satu.
"Kakek tidak tahu dimana dia! Mungkin dia agak terlambat" jawab kakek Dito yang juga mencari keberadaan cucunya lagi satu.
...****************...
Beberapa menit kemudian datanglah pasangan kena jebakan kita yaitu Hans dan Nika. Semua orang disana langsung membicarakan pasangan tersebut. Banyak yang mengatakan kalau Hans tidak ada romantisnya sama sekali saat di dekat Nika, ada juga yang bertanya - tanya kenapa Hans tidak menggandeng tangan tunangannya? Kenapa Hans terlihat cuek? Lalu ada apa dengan Hans? Apa mereka dijodohkan?.
Di belakang pasangan terjebak tersebut ada orang tua dari kedua pihak yang terlihat romantis. Orang tua Hans melambaikan tangannya kepada semua orang tidak dengan anaknya yang diam saja. Ayah dan ibu Hans menghampiri kakek Dito.
"Halo tuan Dito! Anda kelihatan sehat sekali dan anak kecil ini...?" sapa ayah Hans yang kebingungan melihat Bimo ada di dekat kakek Dito.
"Tapi saya melihat Karina bersama pasangannya, apa Karina..." ayah Hans sedikit ingin menjatuhkan kakek Dito.
"Om! Tidak baik berbicara seperti itu kepada ibu saya! Ayah saya yang sebelumnya meninggal karena serangan jantung jadi jangan berpikiran yang tidak - tidak" ucap Bimo yang langsung bertindak.
Ayah Hans hanya mengangguk saja. Setelah menyapa kakek Dito, orang tua Hans menghampiri putranya. Bimo sangat tidak suka dengan sikap ayah dan ibu Hans yang ingin menjatuhkan harga diri kakeknya. Tapi dia diajarkan oleh Karina untuk tidak melampiaskan amarahnya saat berbicara dengan orang yang menyindirmu lebih baik sindir balik atau buat dia terdiam dengan omonganmu.
Akhirnya tokoh utama penggelar acara ini datang dengan pakaian glamornya. Andi berjalan menggunakan kacamatan hitam, kimono berwarna hitam ditambah glitter warna hitam yang memperlihatkan belahan dadanya dan tato di atas pentilnya juga Andi menggunakan sepatu pantofel berwarna hitam. Dia menunduk menyapa semua orang kecuali keluarga Hans dan Nika.
Semua orang langsung ricuh melihat Andi yang menolak sapaan keluarga Hans dan keluarga Nika. Banyak yang menduga kalau keluarga Hans ada masalah dengan Andi atau keluarga Nika yang bermasalah.
Andi berjalan seperti model saat naik ke atas model. Karina tersenyum dan melambai kepada Andi. Ryan tepuk tangan saat Andi naik ke atas panggung tidak seperti Dhika dan Kaila yang menyorot pakaian Andi menggunakan senter.
"Baiklah semuanya! Pertama - tama saya ucapkan selamat malam dan terima kasih banyak telah datang ke acara amal keluarga Cyndria. Untuk kak Dhika dan Kaila,saya minta senternya dimatikan" ucap Andi yang berbicara di depan mic.
"Woohh!!! Silau sekali guyss!!!" teriak Dhika yang sengaja menyindir Hans.
__ADS_1
Sebenarnya Dhika dan Kaila sengaja menyorot baju Andi menggunakan senter agar pantulan cahayanya mengenai Hans dan Nika. Andi kembali melanjutkan pembicaraannya di atas panggung.
"Terima kasih kak Dhika dan Kaila! Baiklah saya lanjutkan. Saya mengadakan acara amal ini dengan latar belakang membantu saudara - saudara kita yang terkena musibah di negara O dan saya mengucapkan terima kasih banyak kepada para pebisnis yang ikut menyumbang. Saya doakan kalian sehat selalu dan bisnis kalian semakin lancar.".
"Tujuan lain saya mengadakan acara amal ini adalah untuk menjual sample biru yang saya rancang sendiri. Sample biru ini merupakan gambar struktur gedung dengan tiga tingkat berbeda yang dimulai dari akuarium,mall,dan yang paling atas adalah tempat refresing".
Semua orang disana langsung tergiur melihat sample biru yang berada di tangan Andi. Hans juga menginginkan sample tersebut karena yang dia dengar sebelumnya setiap Andi nerancang sesuatu atau membuat makanan baru pasti pengusaha yang menyewa Andi akan sukses besar. Contoh nyatanya adalah keluarga Davis,mereka pernah menyewa Andi untuk menggambar sebuah produk makan sederhana dan setelah dijual di pasaran barang tersebut langsung ludes habis.
"Tapi ada syaratnya untuk membeli sample saya ini yaitu para hadirin disini yang tidak memiliki pasangan yang berhak membeli sample saya".
Ryan dan Karina menatap satu sama lain lalu tertawa. Dengan penuh keberanian Karina memeluk tangan kiri Ryan. Reaksi Ryan hanya tersenyum saja melihat Karina. Tangan Ryan langsung mengelus surai hitam Karina.
Semua para tamu disana menoleh kesana kemari untuk melihat siapa yang tidak memiliki pasangan. Sampai pada akhirnya ada satu orang yang mengangkat yaitu Hiro.
"Saya tidak memiliki pasagan! Apakah saya bisa membelinya?" ucap Hiro dengan keras.
Hans yang melihat Hiro mengangkat tangan merasa tidak terima. Tapi saat dia akan mengangkat tangan ditahan oleh ayahnya.
"Baiklah tua-- aduh! Kakek tua apa yang kau lakukan?! Kenapa mendorongku?!" belum menyelesaikan pembicaraannya micnya sudah direbut oleh kakek Dito.
"Siapapun yang berhasil membeli juga dapat orang yang rancang. Mau dijadikan pacar atau menantu silakan saya ikhlas" ucap kakek Dito dengan penuh senyuman.
Ketiga cucu kakek Dito terkejut mendengar ucapan kakeknya. Ryan hanya tertawa kecil mendengar ucapan kakek Dito.
Ryan be like saat sample biru Andi terjual: yes! Tidak ada yang ngajak ribut lagi,hahahaha....
Hiro dengan sombongnya berjalan mendekati panggung. Hans merasa sangat marah saat melihat Hiro berjalan.
"Tunggu dulu! Saya juga tidak memiliki pasangan!" ucap Hans dengan lantang.
"Apa yang kau lakukan,Hans?! Apa kau lupa kalau sudah mempunyai tunangan?!" tanya sang ayah.
SEGINI DULU GUYSSS
MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA
__ADS_1
To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>