
"Ibu! Siapa pria di belakang ibu?" tanya Bimo yang menghampiri Karina.
"Ini teman masa kecil ibu dulu namanya Michael" jawab Karina yang memperkenalkan Michael kepada anaknya.
"Halo paman Michael!" sapa Bimo kepada Mchiael.
Michael merasa sakit ketika Bimo memanggilnya paman. Tapi Michael tidak mau terburu - buru meminta Bimo memanggilnya ayah.
"Halo Bimo!" Michael menyapa balik Bimo.
"Bimo! Kita harus ke rumah sakit karena kamu harus melakukan beberapa pemeriksaan" ucap Karina yang langsung menggendong Bimo.
"Memangnya pemeriksaan apa? Bimo kan tidak sakit kenapa Bimo harus melakukan pemeriksaan ?" tanya Bimo yang bingung dengan tingkah ibunya.
"Nanti Bimo tahu setelah sampai disana" jawab Karina yang langsung pergi menuju rumah sakit bersama Michael.
Karina dan Michael memutuskan untuk pergi ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan dna terhadap Bimo. Michael berharap kalau Bimo adalah anaknya.
Di rumah sakit, Karina melakukan tes dna dengan menggunakan pengambilan sampel rambut Bimo dan Michael. Pemeriksaan dilakukan oleh dokter terbaik di rumah sakit tersebut.
"Ibu! Kenapa rambut Bimo dan rambut paman Michael harus dicabut? Apa kita melakukan tes kesehatan rambut?" tanya Bimo yang duduk di bangku di luar ruang pemeriksaan dna.
"Hahaha... Bukan itu sayang! Tapi ada pemeriksaan lain" jawab Karina yang sedikit tertawa mendengar pertanyaan Bimo.
Dokter yang melakukan tes dna keluar dari ruang pemeriksaan. Karina dan Michael berdiri langsung menanyakan hasilnya.
"Bagaimana hasilnya,dok?!" tanya Karina dan Michael serempak.
"Sabar nona Karina! Tuan Michael! Hasil pemeriksaan baru keluar setelah tiga hari jadi, nona dan tuan harus bersabar" jawab dokter tersebut yang menenangkan Karina dan Michael.
Karina merasa sedikit lega mendengar jawaban dokter tapi tidak dengan Michael yang tidak sabaran dengan hasil dnanya. Michael menoleh ke arah Karina dan mengucapkan sesuatu.
__ADS_1
"Kau harus memberitahu Bimo mengenai kejadian itu!".
"Bimo masih kecil! Nanti saja aku ceritakan saat hasilnya keluar" jawab Karina yang sedikit ragu untuk memberitahu Bimo mengenai hal itu.
"Ingat pada ucapanmu! Awas saja!" Michael pergi meninggalkan Karina dan Bimo.
Karina sedikit khawatir dengan Bimo dan hasil tesnya nanti. Kalau memang benar Bimo adalah hasil dia dengan Michael maka, Bimo akan sulit menerima situasi. Tapi dia berusaha yang terbaik untuk anaknya.
"Ibu memangnya ada apa?" tanya Bimo yang masih belum memahami situasi.
"Tidak ada apa - apa sayang hanya sedikit masalah saja " jawab Karina yang tersenyum ke arah anaknya agar anaknya tidak terlalu khawatir.
Bimo yang menanggapi ibunya baik - baik saja dia memberikan senyuman sebagai semangat. Karina mengajak Bimo belanja ke supermarket.
...****************...
Di suatu gang sepi, ada Andi sedang berdiri bersandar pada tembok rumah. Andi menggunakan kacamata hitam, jaket besar berwarna hitam, celana hitam berwarna coklat dilengkapi sneakers berwarna putih. Tampak dari gerak geriknya Andi seperti sedang menunggu sesuatu.
Tidak lama kemudian ada seorang pria berpakaian berwarna hitam menghampirinya. Pria itu memberikan beberapa lembar kertas bertuliskan beberapa informasi.
Andi segera pergi dari gang sepi itu. Dia berjalan menuju mobilnya untuk pergi ke apartementnya. Di perjalanan dia membaca informasi yang dia dapat tersebut.
Beberapa menit kemudian Andi sampai di apartementnya. Andi segera mungkin masuk ke kamar apartementnya.
Di dalam kamar apartementnya Andi kembali membaca ulang beberapa lembar kertas tersebut. Andi hanya menggunakan baju kaos berwarna hitam dengan daleman di bagian bawah.
Andi membaca informasi tersebut dengan seksama. Dia memperhatikan setiap poin penting yang ada dalam informasi tersebut. Tapi ada satu kalimat yang menjadi perhatiannya.
"Apa?! Ini tidak mungkin! Bagaimana bisa?!" tanya Andi yang masih tidak percaya dengan kebenaran informasi tersebut.
"Apakah ini benar?! Tapi kenapa aku tidak bisa megetahuinya?! Aku sungguh tidak percaya! Bagaimana mana mungkin kak Karina mengenal Michael?!" Andi ternyata membaca informasi tentang Michael.
__ADS_1
Perbedaan umur Karina dan Andi adalah delapan tahun. Karina bertemu Michael saat dia berumur enam tahun jadi pada saat itu Andi belum lahir. Walaupun Andi sudah lahir tapi dirinya sama sekali tidak mengetahui nama asli Michael karena Karina selalu memanggil Michael dengan sebutan Michi.
"Jadi teman masa kecil kak Karina yang bernama Michi itu adalah Michael dan nama Michi adalah nama panggilan yang digunakan kak Karina untuk memanggil Michael. Oh tuhan! Kenapa kak Karina harus mengenal bajingan ini?!" Andi akhirnya memahami hubungan Michael dengan Karina.
Andi kembai membuka situs gelap mengenai informasi yang tidak.diketahui oleh media publik mengenai pengusaha terkenal, artis, penyanyi, dan tokoh - tokoh terkenal lainnya. Dia kembali mencari informasi tentang Michael.
"Ya ampun! Astaga! Kenapa ?! Akh! Sial! Awas kau Michael! Berani sekali kau menodai kakakku!" Andi terlihat sangat kesal kepada Michael entah apa penyebab Andi bisa kesal kepada Michael.
Andi segera menghubungi teman - teman spynya yang lain. Andi meminta teman - temannya untuk mencari informasi Michael lebih jelas tanpa kesalahan apa pun.
...****************...
Di gedung perusahaan media terbesar di dunia ,Dhika sedang bernegosiasi dengan kakek dan neneknya Ryan. Mereka tidak ingin anaknya terkena skandal yang dimana akibat skandal tersebut membuat harga saham turun drastis.
"Saya mohon tuan Dhika tolong hapus berita ini" ucap kakek Ryan yang memohon kepada Dhika.
"Itu benar tuan Dhika saya mohon kepada anda untuk menghapus berita ini karena hubungan anak dan menantu saya semakin renggang" nenek Ryan membantu kakek Ryan.
"Aku bisa saja membantumu tapi... Masalahnya si korban berasal dari keluarga Dorothy dan korban juga merupakan kakak sepupu dari kekasihku jadi sangat sulit untuk menghapus berita tersebut secara tiba - tiba" jawab Dhika yang menjelaskan hubungan korban dengan dirinya.
"Ayolah tuan Dhika! Saya sangat memohon kepada tuan untuk menghapus berita tersebut" kakek Ryan tetap meminta Ryan untuk menghapus berita tersebut.
"Tetap tidak bisa kakek! Percuma juga aku menghapus berita tersebut proses persidangan akan tetap berlangsung walaupun beritanya sudah dihapus" Dhika kembali meyakinkan kakeknya Ryan bahwa proses mendapat keadilan akan tetap berlangsung.
"Kami akan memberikan apa pun! Selama tuan hanya menghapus berita tersebut" kakek Ryan tidak patah semangat.
"Apa pun? Baiklah! Aku ingin tanah kalian yang ada di wilayah barat itu saja kemudian dua hari besoknya aku akan menghapus berita tersebut" Dhika memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mendapatkan tanah yang di wilayah barat.
"Baiklah! Saya akan memberikannya sekarang juga!" kakek Ryan menarik istrinya untuk pulang ke rumah untuk memberikan sertifikat tanah kepada Dhika.
"Hahaha... Orang tua bodoh! Kalian pikir aku akan langsung menghapus berita tersebut? Heh!" Dhika sudah menyiapkan rencananya demi mendapatkan tanah yang di wilayah barat tersebut.
__ADS_1
Makasi yang sudah mampir sy sangat bersyukur kalian membaca novel saya.
To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>>