
Pria yang duduk di sebelah Andi hanya terdiam mendengar ucapan Andi. Tangan pria tersebut melingkar di pinggang ramping Andi lalu menyambar bibir ranum Andi.
"Apa yang kau lakukan?! Ishhh... Kau ini!" Andi mendorong tubuh besar pria tersebut.
"Sekarang aku tanya selama kau menjomblo dan merasa sedih,siapa yang pertama kali kau sambangi? Yang jadi tempat kau menangis dan bahagia siapa?" tanya pria tersebut.
"Kau! Sudahlah!".
...
Pria yang duduk bersama Andi adalah mantannya yang bernama Hiro. Mereka mulai berpacaran sejak Andi mengambil alih bar keluarga Cyndria. Pada saat itu Andi belum memahami apapun tentang bar atau segala hal yang berhubungan dengan bar tapi yang mengajari dia tentang semua ini adalah Hiro. Andi saat pertama kali bertemu Hiro, dia merasa Hiro adalah orang biasa saja namun semua opini dia itu salah! Hiro adalah anak orang kaya yang berasal dari negara J.
Keluarga Hiro bergerak di berbagai bidang sehingga perusahaannya tersebut mendapat julukan the best of company. Hiro sudah mengambil perusahaan ayahnya saat dia berusia dua puluh tiga tahun.
Hiro dan Andi memiliki usia yang sama. Yang pertama kali jatuh cinta adalah Hiro. Andi awalnya sangat benci kepada Hiro karena sifat angkuhnya tapi lama - kelamaan Andi jatuh cinta kepada Hiro.
Hubungan mereka bisa berakhir karena orang tua Hiro tidak menerima anaknya menjadi seorang gay dan Andi berasal dari kekuarga menengah. Sejak Hiro putus dengan Andi, dia mengalamu depresi berat hingga perusahaan keluarga hampir mengalami kebangkrutan. Tapi secara perlahan - lahan Hiro berhasil keluar dari depresinya karena dukungan dari sang ibu.
Sejak Andi putus dengan Hiro, dia mengalami kesialan dalam menjalin hubungan asmara. Seperti yang kalian ketahui apa yang terjadi dengan hubungan Andi.
******************
Walaupun hubungan mereka sudah berakhir Andi sering menghubungi Hiro untuk bermain atau hal lainnya. Hiro hanya menerima saja apa yang diminta oleh Andi.
"Hiro! Aku minta kau saat datang ke acara amal untuk tidak membawa pasangan" ucap Andi yang memegang gelas minumannya.
"Kenapa begitu? Ayah akan memarahiku jika aku tidak membawa pasangan" tanya Hiro mengenai alasan permintaannya tersebut.
__ADS_1
"Kalau kau ingin memenangkan sample biru yang aku buat maka,jangan bawa pasangan itu saja".
"Ohh... Ayah pasti menyukai hal ini".
"Sebaiknya kau jangan memberitahu ayahmu tentang hal ini karena aku ingin menjalankan rencana balas dendamku".
"Siapa lagi yang menyakitimu?".
"Ada orang kok! Ikuti saja arahanku".
"Okelah".
Hiro hanya mengangguk saja kemudian meneguk habis minumannya. Andi juga meneguk minumannya kemudian mentransfernya ke mulut Hiro.
"Heh... Heh... Apa - apaan kau ini?! Kalau mau main tinggal bilang saja!" ucap Hiro yang nafasnya terengah - engah.
"Tahu saja! Ayo kita main! Tapi di hotelmu" jawab Andi yang mengalungkan kedua tangannya di leher Hiro.
...****************...
Ryan,Karina,dan Bimo pergi ke kampung halaman Hans untuk menyelidiki suatu hotel. Tapi mereka mendapat sedikit masalah yang dimana pegawai hotel tidak bisa memberikan data yang diminta. Terpaksa Ryan harus membobol keaman komputer hotel untuk mendapatkan data tersebut. Namun, Ryan tidak mendapatkan apapun dari hasil bobolannya.
"Bagaimana Ryan? Apa kau mendapatkannya?" tanya Karina yang melihat Ryan sangat fokus.
"Tidak! Apa kau punya ide lain?" jawab Ryan.
"Bagaimana kalau bobol cctvnya saja? Seharusnya ada cctv di kamar itu,bukan?" usul Bimo.
__ADS_1
"Kalau dia ingin menjalankannya pasti dia tidak memasang cctv tapi kita harus mencobanya dulu" Ryan kembali ke laptopnya untuk membobol cctv.
Ryan sudah mendapatkan rekaman dari beberapa kamar di hotel tersebut. Karina dan Bimo ikut menonton rekaman cctv di laptop Ryan dengan melihat rekaman yang berbeda. Ryan melihat satu rekaman di suatu kamar.
"Itu dia! Wanita itu membawa Hans masuk ke kamar itu!" seru Ryan yang menunjuk salah satu rekaman kamar.
Karina dan Bimo langsung menonton rekaman tersebut. Memang benar di kamar itu Nika membawa Hans dan meletakkannya di atas kasur. Namun, rekaman cctv itu langsung berubah jadi banyak semutnya.
"Hah?! Kenapa bisa jadi seperti ini?! Yang benar saja?!" tanya Ryan yang berusaha menghilangkan banyak semut di video itu.
"Paman Ryan lebih simpan saja rekaman itu dulu nanti kita cari yang lain sekarang aku lapar" jawab Bimo yang sudah menggosok perutnya karena kelaparan.
"Itu benar Ryan! Apa kau tega membiarkan anakku kelaparan?" Karina mendukung ucapan Bimo.
"Oke! Oke! Kita pergi makan sekarang" Ryan menutup laptopnya.
Mereka bertiga bersiap - siap untuk pergi makan siang. Ryan mengendarai mobil Karina untuk mengunjungi salah satu restoran. Tapi Bimo mengusulkan salah satu restoran yang juga kebetulan dekat dengan cafe yang pernah dikunjungi oleh Hans.
Di restoran tersebut, Bimo sengaja meminta kepada ibunya untuk duduk di dekat jendela. Bimo terus memperhatikan cafe melalui jendela sambil menunggu makanan dan minuman datang. Ryan dan Karina sibuk berbicara sedangkan Bimo terus memperhatikan cafe tersebut.
Sampai pada akhirnya Bimo melihat Nika berjalan menuju cafe tersebut. Bimo langsung mengambil ponsel ibunya lalu mengambil gambar Nika dari kejauhan. Ryan melirik sedikit ke Bimo yang dimana dia sedang mengambil gambar seorang wanita. Tapi Ryan tidak menyadari kalau wanita tersebut adalah Nika.
"Tertangkap kau sekarang wanita ular!" batin Bimo yang mendapati Nika bertemu dengan pria lain.
Bimo sengaja mengambil banyak gambar yang mungkin bisa dijadikan barang bukti. Kemudian pesanan mereka sampai. Bimo memakan makanannya sambil tetap mengambil gambar.
Selesai makan siang mereka bertiga kembali ke hotel tempat Hans melakukan itu. Kemudian mereka bertiga kembali melakukan penyelidikan lebih dalam lagi.
__ADS_1
MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA
To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>