Cafe And Restoran

Cafe And Restoran
Chapter 11: Ryan harus berusaha


__ADS_3

Keesokan paginya Ryan membuka restorannya seperti biasa tentunya bersama sahabat karibnya yaitu Tio.Ryan menoleh ke arah cafe milik Karina yang masih tutup.


"Kenapa Karina belum buka,ya? Padahal sudah jam delapan" batinnya.


Beberapa saat kemudian Karina dan Bimo dateng mengendarai motornya.Karina membuka cafenya agak telat karena dia telat bangun.


Bimo yang melihat ada Ryan di luar,ia langsung menghampiri pria tersebut.


"Paman Ryan!" Bimo langsung memeluk kaki Ryan.


"Eh?! Bimo apa yang kau lakukan?" Ryan langsung menggendong Bimo.


Bimo hanya tersenyum saja sebagai jawabannya sedangkan Ryan hanya tersenyum saja melihat tingkah bocah kecil itu.Ryan mengajak masuk Bimo ke restorannya.


Karina yang melihat Bimo dibawa masuk hanya geleng - geleng kepala. Wanita cantik itu membuka cafenya dan menunggu para pegawainya datang.


Di restoran, Bimo menceritakan semua yang dia lakukan di pantai kemarin kepada Ryan.Yang tua mendengarka dengan seksama cerita si kecil itu.


"Paman Ryan kemarin ibu ketemu teman lamanya" ucap Bimo menceritakan tentang Hans.


"Memangnya siapa dia?" tanya Ryan.


"Nama dia paman Hans dan tampan sekali orangnya"


Ryan terkejut mendengar nama Hans terucap dari mulut Bimo.Di dalam pikirannya ia mengira kalau teman lama Karina adalah seorang wanita ternyata seorang pria. Ryan merasakan panas dalam hatinya.


"Bagaimana orangnya,Bimo?" Ryan penasaran dengan sosok Hans yang membuat dia panas itu.


Bimo menyadari hal sesuatu terjadi kepada Ryan.Bocah kecil itu sengaja memanas manaskan Ryan.


"Dia orangnya tampan,baik, dan kaya tapi yang aku paling suka dari dia adalah paman Hans orangnya berwibawa sekali" Bimo tersenyum jahat melihat Ryan yang semakin panas.


Ryan merasakan api yang sangat panas dalam tubuhnya. Hatinya seperti terasa terbakar oleh api yang sangat panas.


Bimo mengetahui tanda - tanda yang diberikan oleh Ryan. Kesimpulannya Ryan sedang jatuh cinta kepada ibunya.


"Sepertinya paman Ryan jatuh cinta sama ibu deh, memang ibuku itu punya aura yang sangat sempurna" batin Bimo yang membicarakan Ryan dan memuji ibunya.


Ryan menggenggam tangannya untuk melampiaskan kekesalannya dan rasa cemburunya.Tapi harus tenang dan tidak melihatkan eksperi kekesalannya.


"Paman Ryan! Apa paman Ryan cinta sama ibuku?" tanya Bimo yang sengaja memancing Ryan.

__ADS_1


Ryan terkejut mendengar pertanyaan itu. Haruskah dia menjawab jujur? Atau berbohong saja ? Lagi pula Bimo tidak akan paham.


Pemikiranmu salah Ryan! Jelas sekali kalau Bimo sangat paham. Dia bahkan sudah bisa memasak telur sendiri.


"Iya! Aku cinta sama ibumu" jawab Ryan dengan bangganya.


Bimo tertawa terbahak - bahak mendengar jawaban Ryan yang kesimpulannya benar sekali.Ryan kebingungan melihat Bimo yang tertawa.


"Ternyata dugaanku benar! Paman Bimo jatuh cinta kepada ibuku" ujar Bimo.


Ryan dibuat terkejut kembali dengan apa yang dilakukan oleh Bimo. Pikiran Ryan tiba - tiba menjadi kacau.


"Kalau paman ingin mendekati ibu sebaiknya yang sabar karena hati ibu masih ada ayah di dalamnya" Bimo memberikan saran kepada Ryan.


"Ibu itu susah sekali di dekati oleh pria mana pun bahkan dulu bersama ayah ibu orangnya jutek tapi agak malu gitu"


"Hebatnya ayah bisa menaklukan ibuku,hah! Paman Ryan pasti tidak akan bisa".


Ryan merasa diremehkan oleh Bimo. Memang bocah kecil ini belum tahu tentang Ryan tapi Ryan juga belum tahu tentang Karina.


"Kalau begitu apa kau tidak ingin ayah baru?" tanya Ryan yang merayu Bimo.


"Aku tidak ingin ayah baru dan aku tidak ingin orang lain menggantikan ayahku siapa pun dia" jawab Bimo dengan pandangan tajam kepada Ryan.


Bimo pergi dari restoran tanpa berpamitan kepada Ryan. Merasa heran terhadap tingkah Bimo yang tiba - tiba marah kepadanya. Mungkin karena dia mengira kalau Ryan ingin merebut posisi ayahnya dan merebut ibunya.


Bimo berjalan masuk ke cafe dengan perasaan marah. Karina yang melihat tingkah anaknya merasa khawatir.


"Bimo kenapa ?" Karina mendekati anaknya yang lagi bad mood.


"Tidak apa - apa kok,bu" Bimo membuat wajah tersenyum agar Karina tidak khawatir lagi.


Karina yang melihat anaknya bad mood berjalan ke dapur kemudian kembali dengan smoothie favoritenya. Bimo yang melihat minuman favoritenya itu langsung meminumnya. Rasa khawatir Karina sudah melihat anaknya kembali good mood.


Karina kembali ke dapur untuk membantu karyawannya.Bimo yang melihat ibunya sudah menjauh menjadi tenang.


" Tenang saja bu , aku tidak akan membiarkan mendekati ibu termasuk paman Ryan" batin Bimo yang bertekad melindungi ibunya.


...****************...


Di gedung perusahaan milik Hans lebih tepatnya ruangan direktur ada dua adam saling bermesraan.Sang direktur yaitu Hans sedang memangku sang sugar babynya yaitu Andi.

__ADS_1


Hans menatap sugar baby dengan pakaian celana jeans, baju kaos oversize,dan sneakers sedangkan Andi menatap sugar daddy dengan celana panjang hitam, kemeja putih, dan jas hitam.


Tatapan Hans sangat dalam sekali kepada Andi. Seolah ingin menerkam kesayangannya.


" Sayangku apa kau tidak ingin belanja? Kalau kau ingin bisa aku transfer" tanya Hans sambil membelai rambut Andi.


"Tidak usah,daddy aku masih ada kok" jawab Andi yang menggoyangkan pinggulnya.


Hans yang merasakan gerakan Andi membuat dia merasa panas. Andi tersenyum nakal melihat Hans yang terpancing.


" Apa daddy tidak ingin menemaniku belanja ?".


"Maaf sayang aku tidak bisa menemanimu karena aku rapat denga klien tadi".


"Uhmmm... Ya sudah deh" Andi memasrahka keinginannya.


Andi berdiri dari pangkuan Hans dan berpamitan kepada sugar daddynya untuk belanja ke mall. Hans yang melihat Andi keluar dari pintu itu merasa sedih karena tidak penghiburnya lagi.


"Tunggu saja Andi aku akan mendapatkanmu dan kau akan menjadi milikku" ucap Hans sambil mengepal tangannya.


Andi keluar dari gedung yang menjulang tinggi itu lalu mengendarai mobilnya pergi menuju mall. Mobil Andi membelah jalan raya dalam kecepatan sedang.


Di dalam mall ia belanja sepuasnya mulai dari toko pakaian,sepatu,tas,perhiasan ,dan lainnya.Andi memang suka belanja kalau tidak ada uang maka, dia akan pergi ke bar agar dapat uang.


Saat ingin menuju ke toko pakaian lainnya ia melihat mantan kekasihnya bersama seseorang baru.Dia masih tidak bisa memaafkan orang yang telah menyakitinya.Dengan terpaksa dia masuk ke toko tersebut dengan cara menghindar agar tidak ketahuan oleh mantan kekasihnya.


"Kenapa harus ketemu dia?" Andi yang berpura - pura melihat pakaian dan mengurangi kontak mata dengan mantannya.


Saat dia lagi memilih dia menemukan beberapa kemeja dan jas yang bagus.Andi berpikir untuk membelikan Hans kemeja dan jas yang ia lihat. Tangan Andi mengambil dua kemeja dan dua jas.


Saat langkah Andi terhenti di meja kasir tanpa sengaja pandangannya kontak langsung dengan mantannya.Mata si mantan melihat Andi yang semakin montok dan cantik padahal baru beberapa hari tidak ketemu.


"Kau Andi,kan?" tanya si mantan yang tertuju kepada Andi.


Mulut Andi memutuskan untuk tidak menjawab karena ia malas menjawab.Tapi tangan si mantan langsung menggenggam tangan kanan Andi.


"Andi berikan aku satu kesempatan!" ujar si mantan yang menguatkan genggamannya.


Andi memberontak agar bisa melepaskan diri sayangnya tenaganya tidak cukup kuat.Si mantan menarik tangan Andi untuk mendekat kepadanya namun Andi berusaha melepaskan diri.


maaf ya baru sekarang update karena dari kemarin sibuk terus terima kasih dukungannya guys

__ADS_1


jangan lupa bantu promosi


To be continued\=\=\=\=\=\=\=>>>>>


__ADS_2