Cafe And Restoran

Cafe And Restoran
Chapter 137:Ngancem Yiko


__ADS_3

Selama beberapa hari Ryan masih memikirkan tentang ucapan Yiko. Ryan merasa khawatir dengan tindakan yang akan dilakukan oleh Yiko.


Hari ini Ryan sedang menjemput Bimo sekaligus makan siang di rumah sakit. Ryan sedang menunggu Bimo di luar TK.


Banyak ibu - ibu juga menunggu disana. Para ibu disana memperhatikan Ryan disana.


"Ayahhh!!!...." panggil Bimo yang berlari menuju Ryan.


"Hm! Ayo kita ke rumah sakit! Ibu masak makanan favorit Bimo disana" jawab Ryan yang menggendong Bimo kemudian masuk ke mobil.


Mobil Ryan melajun menuju rumah sakit Cemara. Bimo sangat bersemangat untuk ke tempat kerja ibunya.


"Bagaimana sekolah tadi? Apakah menyenangkan?" tanya Ryan yang membelokkan mobilnya.


"Sangat menyenangkan sekali!... tadi Bimo sudah ada enam orang teman,bagus kan ayah?" jawab Bimo yang menunjukkan jarinya enam.


"Bagus tapi apakah teman - teman Bimo baik?".


"Baik kok ayah! Bimo tidak mau temenan sama anak nakal,Bimo tidak suka".


"Temanlah bersama anak yang baik nak supaya kalian menjadi orang yang baik di masa depan".


"Baik ayah".


Si bocah manis mulai bercerita tentang kegiatan dia selama di sekolah. Tidak terasa kalau mereka berdua sudah sampai di rumah sakit Cemara.


Ryan menggendong Bimo masuk ke rumah sakit. Banyak para perawat menyapa tuan muda tersebut. Tentu saja Bimo bersedia menyapa para perawat tersebut.


Mereka berdua sudah sampai di depan ruangan Karina. Ryan mengetuk pintu kemudian masuk.


"Owh? Hai honey! Kebetulan sekali kalian datang makanannya sudah jadi" ucap Karina yang menyambut suami dan anaknya.


"Terima kasih sweetie!" jawab Ryan yang menurunkan anaknya lalu menci um pipi istrinya.


"Yeaayyy!.... ayo makan ayah! Ibu!" ajak Bimo yang duduk duluan di sofa.


Ayah dan ibu itu langsung duduk bersebelahan. Mereka bertiga mulai makan siang bersama dengan hikmat. Bimo tampak senang sekali.


"Permisi nyonya Karina! Ada yang ingin menemui anda" ucap asisten Karina yang muncul di balik pintu.


"Katakan tunggu sebentar lagi saya masih makan siang" jawab Karina yang lanjut menyuapi dirinya dan putranya.


"Baik nyonya" asisten itu langsung undur diri.


Ryan sedikit curiga dengan ucapan asistennya barusan. Dia meletakkan peralatan makannya.


"Aku ke toilet dulu sweetie" ucap Ryan yang berjalan keluar ruangan.

__ADS_1


Di lorong tersebut Ryan dapat terlihat bahwa kalau ada temannya disana. Ryan menatap tajam Yiko yang berdiri dihadapannya.


"Untuk apa kau kesini?" tanya Ryan dengan ketus.


"Aku sedang mencari my crush sedangkan kau sedang apa disini?" jawab Yiko yang berjalan mendekat ke temannya.


"Sepertinya my crush mu itu tidak dapat menemuimu karena suaminya melarang jadi sebaiknya kau pergi saja".


"Ayolah bro! Biarkan aku bertemu dia".


"Aku tidak akan membiarkan istriku bertemu denganmu! Tidak akan!".


"Pelit kau ini! Demi persahabatan kita".


"Persahabatan matamu! Jelas - jelas Karina adalah istriku".


"Sudahlah! Pergi sana!".


Ryan berjalan kembali masuk ke ruangan Karina. Wajah Ryan berusaha terlihat biasa agar tidak terlihat curiga. Karina sudah selesai makan juga dengan anaknya.


"Kau langsung pulang habis ini? Atau kau mau diam dulu?" tanya Karina yang merapikan peralatan makan.


"Tidak,aku masih diam disini sebentar dan aku minta kau jangan bertemu dengan klienmu itu" jawab Ryan yang mengelap bibir Bimo.


"Kenapa memangnya? Aku pikir dia orang yang baik" Karina kembali mendudukkan tubuhnya di kursi kebanggaan dia.


"Masalahnya klienmu itu suka sama dirimu dan aku tidak menyukainya" Ryan menyandarkan tubuhnya di punggung sofa.


"Dia itu temanku,pokoknya jangan terlalu dekat sama dia".


"Ohhh... begitu, okelah kalau begitu aku akan jaga jarak dengan dia pokoknya dan kau jangan khawatir,ya?".


"Bagaimana aku tidak khawatir sweetie? Dia itu menyukaimu dan jelas lah aku cemburu".


"Hehehehe.... iya honey sini aku ci um dulu".


Karina membalikan tubuh Ryan agar tidak dilihat oleh anaknya. Bi bir bertemu bi bir dan beralih ke pipi sang cowok. Ryan merasa lebih baik setelah mendengar ucapan Karina.


"Inget ya jangan dekat - dekat sama dia? Awas!" Ryan memeluk pinggang Karina.


"Iya my honey bunny sweetie" Karina hanya tersenyum.


"Ya sudah kalau begitu aku pulang dulu".


"Inget periksa bukunya Ryan siapa tahu ada dikasi catatan sama gurunya".


"Iya sweetieku".

__ADS_1


Ryan melepas pelukannya lalu beralih menggendong putranya. Ayah dan anak itu keluar dari ruangan Karina.


Setelah Ryan keluar barulah Yiko masuk ke ruangan Karina. Ibu satu anak itu ingat pesan suaminya untuk tidak terlalu dekat dengan si Yiko ini.


Yiko berjalan mendekat kemudian duduk di sofa. Karina berusaha menjaga jarak diantara mereka. Tatapan Yiko tidak bisa lepas dari pujaan hatinya.


"Ada urusan penting apa sampai tuan Yiko datang kemari? Sepertinya urusan yang sangat penting" tanya Karina yang menghidupkan laptopnya.


"Sebenarnya bukan urusan penting sih tapi aku hanya mau mengajakmu makan siang,bersediakah?" jawab Yiko yang menaikkan alisnya sebelah.


"Saya harus meminta maaf kepada tuan Yiko karena menolak ajakan tuan. Saya sudah makan siang bersama suami dan anak saya" tolak Karina secara halus..


"Owh! Sangat disayangkan kalau begitu... bagaimana kita dinner? Malam ini" Yiko masih kekeh ingin mengajak Karina.


"Saya ada waktu dengan keluarga saya jika itu saja keperluan tuan Yiko sebaiknya anda pergi".


Yiko sangat kesal mendengar jawaban Karina. Karena kesal Yiko langsung keluar dari ruangan tersebut. Karina berpikir harus sangat berhati - hati menghadapi si Yiko ini.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


Di sisi lain Ryan sedang membantu Bimo ganti pakaian. Selesai ganti pakaian bocah manis itu lari ke dapur untuk mengambil puddingnya.


"Jangan makan banyak - banyak ya terus habis makan ingat minum air putih" ucap Ryan yang duduk di kursi meja makan.


"Siap ayah!" jawab Bimo yang juga duduk di sebelah ayahnya.


"Ada dikasi catatan sama bu guru? Atau ada dikasi tugas rumah?" Ryan mengambil tas kemudian buku Bimo.


"Bimo tidak tahu! Tadi cuman dikasi buku aja terus Bimo belum lihat" Bimo mulai memakan puddingnya.


Ryan mengambil buku tugas Bimo. Dia membaca buku catatan tersebut dan Bimo mendapat penilaian yang bagus dari gurunya.


Ryan bersyukur putranya mendapat penilaian yang bagus dari gurunya. Dia kembali meletakkan bukunya Bimo di tasnya.


"Ayah! Ayah tidak pergi ke restoran? Tumben".


"Tidak,ayah mau jalan - jalan sebentar sih ke taman".


"Mau ikut ayah!".


"Ambil sepatu nanti ayah pakaikan".


"Tunggu sebentar!".


Bimo meletakkan puddingnya di atas meja kemudian berlari ke rak sepatu. Setelah memgambil sepatu bocah manis itu menyerahkan sepatunya ke sang ayah.


Selesai memakai sepatu lalu mereka berdua berjalan menuju mobil. Kendaraan roda empat itu melaju menuju taman kota.

__ADS_1


MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>>


__ADS_2