
Karina dan bibi Rosie duduk berhadap - hadapan tapi pandangan mereka masih tertuju pasa ponsel. Bibi Rosie sedikit melirik ke arah Karina saat tidak melihatnya.
"Kenapa wanita ini sangat cantik? Bahkan tetanggaku kemarin yang usianya tiga puluh tidak secantik ini tapi wanita ini...." batin bibi Rosie yang merasa heran melihat aura kecantikan yang dipancarkan Karina.
Mereka berdua sudan menunggu selama satu jam lebih. Karina juga sudah mengirim pesan kepasa Ryan agar segera pulang tapi Ryan membalasnya dengan agar menunggu sekitar satu jam karena saat ini dia sedang ada di gym. Satu jam? Mana mungkin Karina kuat menunggu selama itu apalagi bersama bibi Rosie.
"Aku pulang! Hadeuhh... Capeknya,sweetie! Dimana kau?" yang ditunggu akhirnya pulang, Ryan menggendong Bimo yang masih tertidur dan tas gymnya.
Ryan terkejut melihat keberadaan bibinya yang ada disana. Karina menghampiri Ryan kemudian mengambil alih Bimo dan menidurkannya di kamar. Ryan masuk ke kamarnya untuk meletakkan tasnya dan mengganti pakaian.
Karina kembali duduk dihadapan bibi Rosie. Ryan keluar dari kamarnya dengan pakaian yang berbeda. Karina meminta Ryan agar duduk di sebelahnya.
"Bibi ada perlu apa kesini? Apa bibi mau bertanya kenapa aku tidak memberitahu bibi kalau aku sudah menikah? Benar kan?" tanya Ryan yang langsung pada intinya.
Bibi Rosie terkejut mendengar pertanyaan yang dilontarkan Ryan. Padahal dia hanya ingin basa - basi terlebih dahulu baru dia beralih ke intinya.
"Hah.... Itu benar! Kenapa kamu tidak memberitahu hal sepenting ini? Kan kamu sudah menganggap bibi sebagai ibu sendiri dan kamu melakukan tindakan keterlaluan seperti ini?!" jawab bibi Rosie yang sudah pada menunjukkan sisi sebenarnya.
"Kalau aku memberitahu bibi tentang ini apakah bibi akan menyetujuinya? Tidak kan? Sebab itu aku tidak mau memberitahu bibi dan aku berpikir untuk memberitahu bibi saat aku dengan Karina sudah sah" Ryan menggenggam tangan Karina.
"Bibi tahu kalau bibi tidak akan menyetujui kalian tapi paling tidak undang bibi atau hal lainnya lah!".
"Kalau aku undang bibi yang ada nanti bibi merusak acara pernikahanku dan bisa - bisa bibi menjelek - jelekkan Karina ke para tamu yang datang".
"Memang benar kau itu sudah banyak berubah! Lihat saja penampilanmu! Sekarang berta to terus rambut panjang dan kau terlihat sangat nakal!".
"Terus kenapa bibi? Memangnya Ryan pernah melakukan hal kejahatan? Pernah mencuri? Merampok? Tidak kan? Ryan sengaja menta to lengan dan leher karena ada bekas luka".
"Kan bisa ditutupin pakai pakaian atau hal lainnya tidak perlu ta to juga!".
__ADS_1
"Tetap saja kelihatan bi! Sudahlah bi! Intinya aku dan Karina sudah resmi! Jadi bibi jangan mengusik keluargaku!".
"Tapi Ryan...".
"Tapi apa bi? Kurang apa? Bagiku Karina adalah wanita yang sangat sempurna di mataku, baik,punya aura keibuan yang baik,bisa masak,cerdas,punya karir bagus apalagi yang kurang bi?".
"Statusnya yang kurang!".
"Status tidak penting! Yang penting aku menikah sama manusia bi bukan binatan atau tumbuhan!".
Kali ini bibi Rosie tidak bisa berkata apa - apa,dirinya sudah terpojok. Karina yang mendengar setiap jawaban yang dilontarkan Ryan merasa terpukau. Dia tidak menyangka kalau Ryan akan memikirkan jawaban seperti itu demi membela pasangannya.
"Kok kamu bela dia terus sih Ryan?! Apa karena dia sudah menjadi istrimu?!".
"Iya benar! Karina adalah istriku!"
"Ishh! Tahu ah! Bibi pamit pergi!".
"Kenapa sweetie? Jangan nangis ya?" Ryan memeluk Karina yang menumpahkan air matanya.
"Aku terharu honey.... Huhu.... Aku tidak menyangka kalau kamu akan membelaku segitunya ternyata aku tidak salah memilihmu" Karina memeluk Ryan dan menyembunyikan wajahnya di sekitaran leher Ryan.
"Sudah ya honey? Nanti di denger Bimo kamu nangis, sekarang lihat wajahku dan kau bisa melihat keseriusankukan? Aku sangat serius kepadamu my sweetie" Ryan menangkup dagu Karina kemudian memberikan kecu pan di dahi dan bi bir.
"Makasi ya honey, nanti malam aku kasih jatah lebih deh,hehehe...." Karina terkekeh saat melihat ekspresi wajah Ryan setelah mendengar ucapannya.
"Hush! Nanti aja pikiran jatah! Sekarang kita bikin makan malam dulu yuk! Nanti Bimo keburu bangun".
Karina mengangguk paham dan melebarkan senyumnya. Mereka berdua beranjak menuju dapur lalu mulai memasak makan malam bersama - sama. Disela - sela sedang memasak makan malam Ryan menjahili Karina dengan bahan makan malam. Karina membalas balik jahilan Ryan dengan cara yang sama.
__ADS_1
Pasangan suami istri itu tertawa saat menjahili satu sama lain. Mereka berdua kembali fokus untuk memasak makan malam tapi tetap saja Ryan menjahili istrinya.
Beberapa menit sudah memasak makan malam akhirnya jadi pula. Ryan masuk ke kamar anaknya dan mendapati anaknya baru bangun. Langsung dia gendong lalu memandikannya dan baru mengajaknya makan malam.
"Astaga anak ibu sudah wangi dan ganteng,siapa yang mandiin?" tanya Karina yang mengambil alih menggendong Bimo.
"Tentu saja ayah Ryan! Sekarang Bimo sudah bisa panggil ayah ke paman Ryan" jawab Bimo yang juga menge cup pipi ibunya.
"Hmmm... Pantesan kalian berdua semakin dekat ternyata Bimo sudah bisa panggil ayah,hahaha.... Ayo makan nak!" Karina mendudukka Bimo di kursi meja makan.
Mereka bertiga duduk dengan posisi membentuk segitiga. Keluarga kecil tersebut makan dengan hikmat dan kadang Bimo meminta sayuran atau daging yang dia tidak bisa raih. Dengan sigap Ryan atau Karina yang mengambilnya.
Makan malam sudah selesai dan sekarang waktunya tidur. Ryan mengajak anaknya untuk sikat gigi lalu tidur. Sesudah sikat gigi Bimo minta Ryan untuk membacakan cerita sebelum tidur. Tentu saja Ryan mau melakukannya.
Bimo memberikan buku yang ia ingin dengar ceritanya. Ryan memakaikan Bimo selimut kemudian membacakan cerita. Bimo mendengarkan cerita itu dengan seksama sampai perlahan - lahan dia mulai mengantuk.
"Dan mereka hidup bahagia untuk selama - lamanya,heh? Selamat malam anak ayah" Ryan menutup buku,menge cup dahi Bimo,dan menutup pintu kamar Bimo.
Sekarang Ryan sedang berada di ruang tamu yang dimana ceritanya dia akan menonton pertandingan bola. Tapi saat ingin menyalakan tv tiba - tiba saja Karina menahan tangan Ryan lalu mengalihkan tangan suaminya ke arah da da.
"Astaga sweetie! Sudah tidak sabarin sekali rupanya,mau sampai berapa ronde mainnya?" tanya Ryan yang terkejut melihat Karina yang sudah memakai pakaian dinas.
"Mau sampai pagi dan terkencing - kencing" jawab Karina dengan wajah menggoda.
Ryan langsung menggendong Karina lalu masuk ke kamar. Ya kalian tahu lah mereka mau ngapain tapi kalau kalian pengen baca adegannya bisa follow twitter author namanya aryani12_ni nanti author taruh linknya foto profilnya hyunjin skz. Gambar dibawah bagi yang berminat ya makasi
MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA
__ADS_1
To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>