
Karina menggenggam salah satu tangan Edward untuk membuatnya tenang. Sebelum menjawab pertanyaan Silver, Karina menarik nafas dalam kemudian menghembuskannya dan menjawabnya.
"Aku sengaja mengundangmu dengan maksud untuk mengatakan bahwa untuk berhenti menghubungiku dalam keadaan apapun dan untuk selama - lamanya. Sekarang aku sudah memiliki yang baru dan saranku sebaiknya kamu pergi menjauh".
"Hehe.... Jangan terlalu banyak bicara Karina... Aku itu bisa mendapatkan apapun yang aku mau termasuk kau! Selama aku belum menyerah maka, aku akan mendapatkan apapun yang aku mau!" jawab Silver dengan penuh penekanan di akhir kalimatnya.
"DERR!.... Kau itu tidak tahu malu atau bagaimana,hah?! Karina sudah mengatakan kalau dia punya yang baru terus kenapa situ menuntut seperti itu?! Hah?!" Ryan akhirnya tidak menahan emosinya lagi dan menggeplak meja.
Semua orang yang disana sontak langsung menoleh ke arah meja yang ditempati oleh tiga orang tersebut. Karina langsung memeluk Ryan agar prianya tidak melakukan tindakan yang lebih dari ini.
"Heh! Yang punya pacar itu anda! Jika kamu ingin pacarmu direbut maka kau harus menjaganya! Kau ini benar seorang pria atau bukan,hah?! Kalau kau ingin bersaing ayo lawan aku!" Silver menanggapi ucapan Ryan barusan.
"Oke kalau begitu ayo kita bersaing! Aku tidak akan takut!" Ryan menerima tantangan yang diberikan oleh Silver.
"CUKUP KALIAN BERDUA!!! Tidak ada yang saling bersaing! Keputusanku sudah bulat! Aku tetap memilih Ryan!" Karina akhirnya bertindak untuk melerai dua pria yang merebutkannya.
Ryan dan Silver akhirnya dia namun pandangan mereka masih saling tatap dengan tajamnya. Karina menepuk jidatnya karena merasa lelah melihat kelakuan dua pria ini. Tangan kanan Karina menarik tangan kiri Ryan kemudian berjalan keluar cafe dan mengatakan,
"Mbak! Semua yang kami pesan dia yang bayar".
Silver sangat terkejut mendengar hal tersebut. Ryan hanya pasrah saja menuruti keinginan kekasihnya. Tangan Karina yang satuan mengambil kunci mobil dari saku celana Ryan kemudian menyalakannya. Karina membuka pintu kemudi lalu mendorong masuk Ryan barulah dirinya masuk ke mobil melalui pintu yang lain.
"Kenapa kau menarikku? Apa aku melak-..." belum menyelesaikan ucapannya Ryan sudah dibungkan oleh Karina dengan ciu mannya.
"Jangan banyak tanya! Urusanku dengan Silver sudah selesai sekarang,ayo kita ke kafeku untuk menjemput Bimo!" jawab Karina yang memakai seatbelt.
__ADS_1
"Okey...." Ryan menyalakan mobilnya lalu mengendarainya ke kafenya Karina.
Kembali lagi di kafe tadi yang dimana Silver baru saja membayar tagihan Karina. Silver segera menuju mobilnya dan di dalam mobil tersebut. Matanya memperhatikan wallpaper yang terpampang di ponselnya. Melalui pandangannya saja Silver sangat mencintai sosok seseorang yang dijadikan wallpaper tersebut.
"Lihat saja Karina sebentar lagi kau akan menjadi milikku,lihat saja" ucap Silver yang memasukkan kembali ponselnya di saku celana.
Mobil tersebut melaju ke suatu tempat yang ingin didatangi oleh Silver. Kecepatan di mobil tersebut terbilang sangat gila karena sudah melebihi batas kecepatan. Sampai pada akhirnya mobil Silver tepat di belakang mobil Ryan.
Silver yang melihat kesempatan tersebut langsung saja menambah kecepatannya lagi. Mobil Silver berusaha menyalip mobil Ryan tapi saat Silver menambah kecepatannya tiba - tiba saja ada sebuah truk besar di depannya dan kalian tahu apa yang terjadi. Ryan yang melihat ada kecelakaan di samping jalan dengan cepat dia menambah kecepatannya agar tidak ikut dalam kecelakaan itu juga.
Mobil Silver habis hancur dan begitu juga dengan pengemudinya. Semua kaca mobil pecah lalu kondisi Silver sudah banyak da r ah di sekitaran tubuhnya. Mobil - mobil yang disekitaran lokasi kejadian berhenti sebentar dan segera menghubungi ambulans.
Karina melirik sedikit ke arah kaca spion dan melihat kecelakaan tersebut dan dia tidak peduli dengan kejadian tersebut. Ryan juga melihat kejadian tersebut tapi anehnya Ryan mengeluarkan senyum miring saat melihat kecelakaan tersebut,kenapa Ryan tersenyum,ya?.
...****************...
"Kenapa kau tidak turun?" tanya Karina yang mengambil tasnya di mobil Ryan.
"Aku ada urusan" jawab Ryan dengan dinginnya.
"Selalu saja ada urusan! Sekali - kali kek urus dulu pacarnya" Karina menenteng tasnya dengan kasar.
"Nanti saja sweetie,cup" Ryan menge cup pucuk kepala Karina kemudian melajukan mobilnya.
Karina sangat kesal melihat sikap Ryan yang semakin hari semakin dingin dan cuek. Semenjak misi yang diberikan oleh Andi, sikap Ryan berubah seratus delapan puluh derajat. Ryan yang dulu biasanya ceria,baik,dan selalu me - time sama Karina sedangkan Ryan yang sekarang lebih dingin,cuek, kurang perhatian sama Karina. Sikap perubahan Ryan tersebut membuat Karina merasa tidak nyaman saat di sisinya. Karina menginginkan sikap Ryan yang dulu yang dimana selalu peduli kepadanya,selalu rindu pada dia, dan sangat sayang.
__ADS_1
Ryan yang sedang mengendarai mobilnya menuju markas Andi dan disana juga teman tukang ta tonya menunggu. Mobil Ryan melewati jalanan tempat kecelakaan Silver tadi dan sudah ada banyak mobil polisi disana.
"Cepat juga pergerakan Andi" ujar Ryan yang menoleh sebentar ke arah mobil Silver yang ringsek.
Ryan menambah kecepatan mobilnya menuju markas. Pasti para anything bertanya - tanya kenapa Ryan mengatakan "Cepat juga pergerakan Andi"? Apakah Andi ada hubungannya dengan kecelakaan Silver? Mari kita saksikan.
●♤♡◇♧♤♡◇♧♤♡◇♧■
Mobil Ryan telah sampai di markas Andi. Dia mematikan mesin mobil lalu turun dari mobilnya. Di dalam markas, sudah ada teman Ryan yang menunggu Ryan.
"Hei bro! Lama tidak bertemu, apa kabar?" tanya Ryan yang melakukan jabat tangan pria.
"Aku baik bro! Kabarmu bagaimana juga? Terus desain gambar apa yang kau inginkan?" jawab temannya Ryan yang membalas jabat tangannya.
"Aku baik juga! Aku ingin gambar bunga lavender di lengan kiriku dan nama pacarku untuk di leherku" Ryan menunjuk lengan kirinya lalu beralih ke lehernya.
"Baiklah! Tahan ya? Mungkin saja rasanya akan sakit tapi aku jamin kau akan baik - baik saja. Yang pertama aku lukis adalah di lengan kirimu" temannya Ryan mengeluarkan semua peralatan melukis tubuhnya.
Ryan mem bu ka bajunya lalu menyerahkan lengan kirinya. Temannya Ryan menyiapkan beberapa peralatannya barulah dia memulai melukis. Ryan berusaha menahan rasa sakitnya yang ditusuk dengan jarum tapi dia melakukan itu demi menutupi lukanya.
Oke guys mari kita beralih ke Andi yang sedang menonton tv di ruangannya. Andi sangat senang bisa melihat tentang berita yang keluar hari ini dan berita tersebut adalah mengenai kecelakaan Silver.
"Bagus.... Tidurlah Silver.... Kalau perlu sampai koma karena aku yang akan mengambil alih perusahaanmu" ucap Andi yang tersenyum sambil meminum kaleng minumannya.
MAAF YA GUYS AUTHOR NDK UP SELAMA DUA HARI KARENA ADA MASALAH PIKIRAN
__ADS_1
Makasi yang sudah mampir dan baca
To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>>>