
Keesokan harinya Ryan memiliki ide lain untuk mengerjai Karina tapi sayangnya Karina sedang berada di rumah sakit dan katanya dua hari lagi dia harus berangkat ke negara F. Ryan yang baru saja ingin memgerjai Karina sekarang keinginannya tersebut harus hilang.
Saat ini Ryan sedang berada di markasnya Andi. Ryan tidur terlentang di sofa sambil menatapi langit - langit atap yang berlubang - lubang. Andi yang sibuk mengerjakan sebuah projek memilih mengacuhkan Ryan.
Saat ini Andi sudah memegang tiga puluh persen saham perusahaan Silver. Kenapa bisa demikian? Karena ini berkat Ryaiden yang berhasil menghasut pemilik saham kecil untuk memberikan sahamnya kepada Andi. Kalian pasti bertanya - tanya kenapa Ryan tidak diikut sertakan dalam rencana tersebut? Karena Ryan kurang ahli dalam bidang tersebut jadi dia meminta Ryaiden untuk melakukannya sedangkan dirinya yang akan ikut rapat perebutan kekuasaan perusahaan Hiro besok.
"Hahhh~..... Bosan~...." ucap Ryan yang menghela nafas.
"Kau bosan tapi mende sah" saut Andi yang tidak paham maksud helaan nafas Ryan.
"Heh! Sorry ya! Aku itu menghela nafas bukannya mende sah! Asal saja!" Ryan menbenarkan sedikit ucapan Andi tersebut.
"Ohh... Kirain" Andi tidak menoleh sama sekali dan lebih memilih fokus pada komputernya.
"Oh iya Andi! Apakah kau sudah bercerai dengan Hiro?".
"Belum,kenapa?".
"Aku hanya penasaran saja, masalahnya kalian lama sekali melakukan sidang".
"Surat pengajuan ceraiku ditolak! Aku tidak tahu alasan apa yang menyebabkan lembaga hukum itu menolaknya".
"Hmmm.... Ya sudah bersabar saja".
"Bagaimana aku bisa bersabar Ryan.... Setiap hari masalahnya adalah saat di luar rumah adalah musuh sedangkan saat di dalam rumah bagaikan pasangan suami yang mampu membuar siapapun iri".
__ADS_1
"Hahaha..... Makanya mau saja nikah sama mantan".
"Heh! Omonganmu dijaga! Ini semua gara - gara kakek tua tersebut!".
"Yang dijual sample biru tapi yang di dapat sekaligus pembuatnya,hahahaha.....".
"Sekali lagi kau tertawa aku sumpal mulutmu pakai tisu ini".
"Maaf! Maaf, aku hanya bercanda".
"Candaannya tidak lucu".
Ryan hanya tersenyum saja kemudian kembali menatap langit - langit atap. Dia berpikir tentang masa depan, apakah di masa depan dirinya bisa menikah dengan Karina atau tidak? Apakah di masa depan usahanya akan semakin berkembang atau dia akan membantu Karina dengan kerajaan bisnisnya?. Banyak pertanyaan bermunculan di kepala Ryan sehingga membuat mengantuk.
Ryan menutup matanya sebentar kemudian dikejutkan dengan Andi yang tiba - tiba memukul perutnya. Andi melipat kedua tangannya lalu duduk di sebelah Ryan.
"Sebenarnya ada" jawab Andi singkat.
"Apa memangnya? Kelihatannya berat sekali".
"Jadi gini Ryan sebenarnya aku tidak mau bercerai dengan Hiro tapi karena keadaan memaksaku sehingga aku harus melakukannya tapi di sisi lain aku juga mencintai Aliya".
"Hah?! Kau mecintai dua orang sekaligus?! Apa maksudmu itu Andi?! Aku tidak ingin keponakanku diduakan".
"Aku tahu perasaanku ini salah tapi aku harus bagaimana? Aku sangat bingung".
__ADS_1
"Kau merelakan satu orang".
"Hah?! Aku tidak mau! Aku tidak ingin perasaan dua orang ini terluka karena diriku".
"Ya sudah terserah kau saja, yang jelas aku sudah memberikanmu saran jika kau mau mengikuti silakan jika tidak ya sudahlah terima nasib saja".
"Tidak membantu saranmu itu!".
"Hei! Jelas - jelas saranku itu membantu! Saranku itu mengajarkan dirimu agar tidak egois terhadap perasaanmu. Jika kau memilih keduanya yang ada nanti jadi perselisihan! Apa kau paham?!".
"Ishhh!.... Tahu ah! Nanti saja pikirkan! Sudahlah aku mau melanjutkan pekerjaanku dulu".
Ryan hanya melirik Andi yang berjalan menuju kursinya lalu melanjutkan pekerjaannya. Keduanya kembali melanjutkan kegiatan masing - masing.
...****************...
Karena merasa bosan di markas, Ryan memutuskan untuk pergi jalan - jalan di sekitaran kota. Langkah kaki Ryan terus berjalan seperti orang yang tidak mau pergi kemana. Tiba - tiba dirinya berhenti di sebuah kafe tepat di tengah - tengah kota. Sebelumnya dia tidak pernah melihat kafe tersebut.
Ryan memandangi papan menu yang berada di depan kafe. Ternyata kafe tersebut masih baru. Terlihat dua orang pria di dalam kafe tersebut dalam menyiapkan segala sesuatu saat akan dibukanya kafe tersebut.
Mata Ryan melihat pintu kafe yang masih bertuliskan tutup. Itu artinga kafe tersebut belum dibuka sama sekali. Saat dia melihat tempat baru tersebut tiba - tiba saja dirinya teringat hal dulu yang dia pernah lakukan sebelumnya. Ryan sadar kalau dirinya telah berubah.
"Ternyata selama ini aku telah banyak berubah,hehehe.... Sejak kapan ya aku berubah? Jujur saja aku rindu diriku yang dulu yang selalu bersemangat beraktivitas melakukan pekerjaannya termasuk mengejar - ngejar Karina demi mendapatkan hatinya. Ditambah aku itu orangnya ceria kalau sekarang semuanya sudah berbeda. Bagaimana aku harus menemukan diriku yang dulu,ya?" batin Ryan yang mengingat dirinya yang dulu.
Makasi yang sudah mampir dan baca
__ADS_1
To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>>>>>>