Cafe And Restoran

Cafe And Restoran
Perdebatan Bibi Rosie dan Karina


__ADS_3

Mari kita beralih ke Karina yang sangat sibuk di rumah sakit. Hari ini rumah sakit sangat ramai sehingga tidak ada yang dapat beristirahat.


Karena saking sibuknya Karina tidak sadar kalau jam sudah menunjukkan pukul sebelas siang. Karina memutuskan untuk mengecek beberapa berkas yang belum dia tandatangani.


Tapi saat Karina sedang di ruangannya, tiba - tiba saja dia mendapat laporan kalau ada seseorang yang ingin bertemu dia. Asisten Karina sudah melarang orang tersebut sebab dia tahu kalau orang tersebut tidak menyukai bossnya.


Walaupun sudah ditahan orang tersebut tetap memaksa ingin bertemu dengan Karina. Orang tersebut berhasil lolos dari asisten Karina dan segera menuju ruanga Karina.


"Heh janda! Sini kau!" ternyata orang yang ingin bertemu dengan Karina adalah bibi Rosie.


Karina merasa terganggu mendengar suara teriakan bibi Rosie di depan pintu. Dia memutuskan untuk tidak membuka pintu karena dia tahu kalau dirinya akan diserang bibi Rosie.


"DUARR! DIMANA KAU?! SINI" bibi Rosie akhirnya bisa membuka pintu ruangan Karina.


"Kenapa bibi Rosie? Ada perlu apa mencari saya?" tanya Karina dengan sopan.

__ADS_1


"Kenapa bisa - bisanya kamu menikahi Ryan tanpa seizin saya,hah?! Kamu ingin membuat keponakan saya jadi anak durhaka?!" jawab bibi Rosie tanpa segan - segannya membentak Karina.


"Ryan yang mau menikahi saya dan saya tidak pernah menuntut dia untuk menikahi saya sama sekali! Jadi saya ingin bibi Rosie mengerti kalau saya bukan pemaksa!" Karina juga tanpa ragu membentak bibi Rosie.


"Alasan saja kau ini! Ryan itu anak baik - baik tapi karena kamu, Ryan jadi rusak! Ryan jadi anak nakal! Kamu tidak pantas untuk dia!".


"Sudah saya jelaskan bi! Kalau Ryan yang mau menikahi saya! Bukan saya yang memaksa menikahi saya! Bibi sebenarnya paham atau tidak sih?! Kalau Ryan mau menikah ya harus persetujuan dia sama orang tuanya! Walaupun ibu Ryan sudah meninggal tapi saya sudah pernah menghadiri pemakaman dia,sudah pernah berkunjung, ditambah ayahnya Ryan juga sudah setuju dengan pernikahan ini!".


"Tapi bibi ingin Ryan bertemu dengan wanita yang baik! Yang pantas! Tapi yang di dapat malah seperti dirimu!".


"Karena kau adalah janda sebab itu bibi tidak menyukainya!".


"Cuman karena itu?! Apa bibi sudah gila?! Bi dengarkan ini baik - baik! Janda itu juga manusia! Saya bukan seperti janda yang lainnya yang rela menjajakan atau memarken status atau pun hal lainnya! Saya adalah seorang janda yang berjuang sendirian menjaga kerajaan bisnis keluarga! Menjaga putranya menjadi lebih baik! Menjaga kehormatannya! Saya hanya ingin menjadi kepribadian yang lebih baik untuk keluarga saya dan masyarakat! Itu saja bi!".


Bibi Rosie tertegun mendengar ucapan Karina. Ibu satu anak itu sampai terengah - engah setelah mengucapkan semua kalimat yang dia simpan selama ini. Tapi dia masih ingin mengatakan sesuatu yang bisa mengubah pemikiran bibi Rosie.

__ADS_1


"Saya ini hanya ingin menjadi ibu,istri,saudari,dan cucu yang berguna! Bibi tidak tahu rasanya telah ditinggalkan oleh orang yang tersayang selama ini untuk selama - lamanya! Sakit tahu bi! Sakit!" Karija sampai meneteskan air mata mengucapkan kalimat itu.


Lagi - lagi bibi Rosie terdiam mendengar ucapan Karina yang mampu menusuk hati. Karina segera memanggil asistennya dan memerintah agar bibi Rosie dibawa pergi. Asistennya itu langsung datang dan membawa bibi Rosie yang masih dalam keadaan tertegun.


Karina mendudukkan dirinya di sofa dan menangisi masa lalunya yang tiba - tiba muncul. Dia tidak menyangka kalau dirinya akan dihina serendah ini cuman karena statusnya yang pernah menjadi janda. Selama ini Karina terus berusaha untuk tidak menunjukkan dirinya sebagai janda di depan publik demi sang anak.


Tapi setelah berita beredar kalau dirinya seorang janda banyak pria yang menggodanya sampai - sampai Dhika dan Andi harus menyewa beberapa pengawal. Namun saat bertemu Ryan, Karina mampu berubah dan menjadi lebih percaya diri.


...........


Di sisi lain atau lebih tepatnya Ryan dan Bimo masih sibuk dengan kegiatan mereka di restoran. Ryan dan Tio yang memasak pesanan sedangkan Bimo dan dua pegawai lainnya mengambil serta membawa pesanan.


Kebetulan hari ini sangat ramai dan Ryan mengalami sedikit kesulitan. Tapi untungnya Aliya datang untuk membantu pamannya tersebut. Aliya adalah wanita memiliki skill memasak yang sama bagusnya dengan Ryan. Sampai lulus kuliah Aliya akan bekerja paruh waktu di tempatnya Ryan.


MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA

__ADS_1


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>>>>>


__ADS_2