
Ibu dan anak itu telah sampai di rumahnya yang berukuran sedang,tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil.Karina melakukan kegiatan yang biasa di lakukan seperti ibu-ibu rumah tangga yaitu, memandikan,memakaikan pakaian,memberi makan kepada anaknya dan tidak lupa membersihkan seisi rumahnya.
Setelah melakukan kegiatan itu Karina menemani anaknya menonton kartun favoritnya.Bimo tertawa lepas menonton kartun kesukaannya dan Karina yang melihat anaknya bahagia itu berharap anaknya akan terus bahagianya seperti ini.Tiba-tiba terlintas dipikirannya bagaimana kalau sang suami melihat kebahagiaan anaknya itu.Tentu saja sang mendiang suami pasti akan bahagia walaupun sudah beda alam dengan keluarga kecilnya.
"Ibu"
"Aku lupa memberitahu ibu!"
"Tadi saat aku bermain di restoran paman Ryan,aku membeli segelas susu tapi aku tidak membawa uang"
"Aku mengatakan pada paman Ryan kalau ibu yang akan membayarnya nanti"
"Ibu tidak marahkan,kan?" ucap Bimo dengan mengeluarkan ekspresi super imutnya.
"Ibu tidak marah nak"
"Asalkan kamu jujur ibu tidak akan marah" jawab Karina mengelus kepala Bimo kemudian memberikan ciuman di dahi anaknya.
Bimo sangat senang karena ibunya tidak marah kepadanya.Karina yang melihat tingkah anaknya itu hanya bisa tertawa kecil saja.
"ibu!"
"Hari minggu nanti kita pergi ke pantai yuk!"
"Ajak paman Dhika dan paman Andi juga" pinta Bimo dengan rencana hari minggunya.
"Boleh"
"Nanti kita pergi ke pantai pakai mobilnya paman Dhika" Karina membolehkan rencana anaknya itu.
Bimo sangat senang dan dia mulai membayangkan apa saja yang akan dia lakukan ketika sudah di pantai nanti.
Jarum jam menunjuk ke angka sembilan.Di ruang tamu Bimo sudah tertidur pulas di pangkuan ibunya.Karina mematikan televisi dan memindahkan anaknya ke kamar.
Saat sudah memindahkan anaknya hanphone Karina berdenting.Saat Karina mengambil ponselnya ternyata Dhika yang membuat hpnya berbunyi.Dhika mengirimkan satu video dengan tulisan chat dibawahnya
"Silakan dibuka"
"Lihat bagaimana tingkah adikmu yang binal itu".
Karina dibuat bingung dengan ketikan chat yang dikirim Dhika.Akhirnya Karina memutuskan menonton video yang dikirim Dhika.Karina sangat terkejut menonton video itu yang isinya adalah Andi melakukan pole dance di sebuah bar dengan pakaian sangat seksi.
Andi bergelayutan di tiang itu yang menampilkan lekukan-lekukan bergeliut di tiang itu.Adiknya terlihat sangat seksi yang mengundang sorak para penonton kemudian penonton-penonton itu melemparkan banyak uang ke tubuh Andi.Tapi penglihatan Karina mengarah ke pria tampan yang duduk dipojokan menonton dengan senyuman.Pria itu tidak melemparkan uangnya sama sekali yang dilakukan hanya menunjukkan senyumnya.Karina merasa tidak asing dengan pria yang terus menatap adiknya.
Karina menghentikan menonton adiknya dan mengingat kembali pria yang menarik perhatiannya.Tapi dia tidak mampu mengingatnya sama sekali.
Karina menelpon Dhika untuk membicarakan perihal adiknya itu.
Tut...tut...tut...
"halo kak"
__ADS_1
"halo dhika"
"Kenapa kau membiarkan adikmu melakukan pekerjaan itu?!"
"Kan memang itu pekerjaan dia"
"Aku tahu kalau Andi memang suka yang berhubungan dengan menari tapi bukan pekerjaan ini juga"
"Andi kan sudah jadi backup dancer jadi dancer solo"
"Katanya jobnya lagi kosong makanya dia melakukan pole dance"
"Dengar baik-baik!"
"Dhika,kau ajak Andi pulang sekarang juga! Ini perintah dari kakakmu!"
"Eh!Tunggu dulu Andi"
"Halo kak Karina"
"Ini adikmu Andi,hik..."(Andi merebut hp Dhika dengan keadaan mabuk).
"Andi! Berikan ponselku! Kak Karina pasti akan marah"
"Biar...hik!...kan saja kak Dhika... Aku tidak...hik!... Peduli"
Dhika mengambil paksa ponselnya dan mengatakan pada kakaknya
Karina memanggil-manggil Dhika yang mematikan sambungan panggilan.Karina merasa khawatir kalau dua adiknya terkena masalah atau terluka.Karina berdoa semoga dua adiknya baik-baik saja.
Di kontrakan Ryan,Tio sedang menonton acara televisi dan Ryan keluar dari kamarnya dengan dirinya yang baru saja selesai mandi.Ryan duduk di sebelah Tio dan melamunkan sesuatu.Tio melihat temannya itu melamun segera menyadarkannya.
"Ryan!Plak!" panggil Tio diserati suara tepukan di punggung Ryan.
"Ehm? Kenapa?" tanya Ryan yang baru saja sadar dari lamunannya.
"Kamu lamunin apa sih?"
"Aku hanya memikirkan ibunya Bimo" Ryan senyum-senyum sendiri membayangkan Karina.
"Bro! Sadar!"
"Karina sudah menikah! Jangan di kejar"
"Itu tidak masalah"
"Kan sekarang dia lagi sendiri jadi,aku bisa mengisi posisi ayah untuk Bimo dan suami untuk Karina".
"Aku sudah memperingatkanmu"
"Karina itu sudah menikah"
__ADS_1
"Aku tahu Karina sudah menikah tapi tidak semudah itu Karina akan membuka hatinya untuk pria lain"
"Yang diutamakan saat ini adalah Bimo"
"Aku yang bilang tadi benar kan? Aku bisa menggantikan posisi ayahnya atau mengisi kekosongan posisi ayah Bimo"
"Terserahmu saja! Aku tidak peduli"
Tio sudah pasrah dengan ucapan Ryan yang masih kekeh ingin mendapatkan hati Karina.Ryan akan melakukan apa pun untuk
Kemudian terlintas dipikirannya kalau dia punya cara merebut hati sang pujaannya dan dia akan memulai rencananya itu besok.Tio mulai ketakutan dengan melihat Ryan yang tertawa sendiri seperi psikopat.
Di bar Blue Flame Rose's,Dhika mencari-cari keberadaan adiknya yang hilang begitu saja setelah selesai menari.Lalu di luar bar Andi berjalan terhuyung-huyung akibat efek mabuk dengan membawa tas di tangan kanannya. Tanpa sengaja Andi menbrak seseorang yang berbadan besar.
"Aduh..."
"Ya ampun!"
"Kamu bisa lihat jalan atau tidak,ha?!" Andi berteriak kepada orang ditabraknya.
"Seharusnya saya yang berkata seperti itu"
"Tunggu..."
"Kau penari bar tadi,kau terlihat sangat mabuk" ujar pria tersebut yang menyadari kalau yang menabraknya adalah Andi.
"Kenapa memangnya?" tanya Andi dengan kondisi badan yang mulai tidak seimbang.
Pria itu tersenyum tipis melihat kondis Andi sekarang.Pria itu langsung merangkus Andi dan mulai menggodanya.
"Hei! Apa yang kau lakukan?!"
"Lebih baik kau diam,sayang"
Andi memberontak berusaha agar badan sang pria melepaskan dirinya.Tapi apa daya Andi yang tubuhnya kecil tidak sebanding dengan pria dihadapannya.Kemudian ada pria lain yang membantu Andi melepaskan diri dari genggaman si pria itu.
"Hei! Siapa kau?!"
"Kau yang siapa seenaknya kau merangkul seseorang tanpa permisi" ucap pria yang membantu Andi dengan nada bicara yang dingin.
Pria yang mengganggu Andi hendak ingin mengambil kembali Andi tapi di dorong oleh pria dingin itu. Setelah terdorong pria itu langsung lari.
"Ehehehe..." suara Andi yang mulai kehilangan kesadarannya.
"Hei! Kau tidak apa-apa,kan?"
"Eh? Pria mungil ini kan..."
"Pria yang dibilang oleh Hendery,ehehe... Pas sekali".
Andi yang mulai berimajinasi langsung mencium pria yang dihadapannya dan pria itu sangat terkejut dengan tindakan Andi.Tanpa basa-basi Pria itu langsung menggendong Andi dengan posisi koala dan mengajaknya pergi ke suatu tempat menggunakan mobilnya.
__ADS_1
To be continued\=\=\=\=\=>>>>>( bantu promosi dan ingat dukungannya guys)