
Dua hari berikutnya Andi tidak mendapatkan kabar apapun dari Hans juga tidak melihat dia dimana pun. Hans tidak dapat kembali karena ayahnya menahan dia untuk mempertanggungjawabkan tindakannya. Walaupun Hans sudah menjelaskannya tidak ada yang mempercayai dia.
Hari ini Ryan pergi berkunjung ke cafe Karina yang dimana Karina meminta bantuannya untuk membantu Andi. Ryan pernah belajar sedikit tentang kesehatan mental dan menurut Karina mungkin saja Ryan bisa membantu kesembuhan adiknya.
Karina dan Ryan duduk di salah satu meja di cafe. Ryan meminum sedikit kopinya kemudian barulah dia membuka pembicaraan.
"Ryan... Apa kau benar - benar bisa menyelamatkan adikku? Masalahnya akhir - akhir Andi selalu murung dan dia selalu pergi entah kemana" tanya Karina yang mengungkapkan kondisi adiknya.
"Tenang saja Karina! Andi bisa melakukannya yang perlu lakukan hanyalah mengikhlaskan Hans dan perlahan - lahan Andi akan melupakan Hans" jawab Ryan yang juga sedikit mengkhawatirkan kondisi Andi.
"Kumohon Ryan! Sembuhkan adikku! Aku sangat mengkhawartikannya".
"Karina! Ibuku mengajarkan sesuatu hal penting kepadaku mengenai kehormatan perempuan. Ibuku memberitahuku jika suatu saat aku memiliki pacar atau istri jangan biarkan kehormatannya turun dan biarkan kepala seorang wanita menunduk dihadapan orang lain jadi,aku minta padamu untuk tidak memohon seperti. Tanpa kau memohon sekali pun aku pasti akan selalu membantumu".
"Apa kau yakin,Ryan?".
"Aku sangat yakin. Menurutku Andi harus bertemu Hans untuk segera mengakhiri hubungan ini. Tapi jika hanya satu pihak yang memutuskan hubungan maka, hubungan tersebu belum berakhir. Yang Andi harus lakukan adalah menemui Hans dan akhiri semua ini".
"Aku takut Andi akan menolak hal ini juga dia pasti akan susah melupakan Hans".
"Percayalah kepada Andi! Dia itu orang yang kuat maka dari itu kau harus percaya kepada adikmu sendiri!".
Ryan menggenggam kedua tangan Karina untuk memberikan keyakinan. Karina bisa merasakan kehangatan melalui tangan Ryan yang besar dan berurat. Dari kejauhan Bimo memperhatikan ibunya bersama Ryan. Bimo senyum - senyum sendiri saat melihat Ryan menggenggam tangan ibunya.
"Wohhhh!!!... Ini momen yang sangat berharga sekali! Wahhhh!!!... Ayo paman Ryan pepet terus ibuku! Aku ikhlas!" batin Bimo yang dimana saat ini dia sangat senang melihat kedekatan Ryan dengan ibunya.
Namun,mome tersebut hanya berlaku sementara saja karena tiba - tiba Andi langsung menggeprak meja. Setelah menggeprak meja, Andi duduk di sebelah Karina.
"Apa yang kalian bicarakan? Apa kalian bicara tentang aku?" tanya Andi dengan senyum sumringah.
"Iya! Kami sedang membicarakanmu dan cara menyembuhkanmu" jawab Ryan.
"Ohh... Eh Ryan! Aku memerlukan bantuanmu dalam membalaskan dendamku kepada Hans" Andi dengan santainya mengatakan permintaannya.
Karina dan Ryan sangat terkejut dengan permintaan Andi tersebut. Andi berusaha tenang dan menanyakan lebih dalam lagi.
"Kenapa kau tiba - tiba saja ingin balas dendam kepada Hans? Apa kau sudah muak dengan dia?".
__ADS_1
"Kau sudah tahu alasannya masih saja bertanya. Intinya aku memerlukan bantuanmu untuk mencari hal yang sebenarnya".
"Maksudmu? Hans tidak melakukan itu?".
"Aku rasa Hans tidak mungkin melakukan hal itu karena setahuku Hans hanya menyukai pria dan modelan yang dia sukai adalah seperti diriku".
"Lalu... Bantuan seperti apa yang kau perlukan?".
"Sederhana saja! Aku ingin kau mendatangi hotel ini dan periksa kamar ini baik - baik".
Andi melempar tumpukkan kertas serta foto di atas meja. Ryan mengambil setiap lembar dan foto tersebut kemudian memperhatikannya. Karina juga mengambil salah foto hotel dan tiba - tiba dia teringat sesuatu.
"Aku tahu tempat ini! Hotel ini adalah milik temanku kuliahku dulu! Tempat ini memang sering dijadikan tempat orang melakukan hal itu" ucap Karina yang mengetahui sedikit informasi mengenai tempat kejadian.
"Bagus kak! Berarti kakak dan Ryan akan menyelidiki tempat ini bersama - sama,oke?".
Ryan tertegun mendengar ucapan Andi tersebut. Karina hanya mengangguk saja lalu diikuti Ryan. Kemudian Andi mengeluarkan sebuah kertas berwarna biru dan meletakkannya di atas meja.
"Kak! Apa kakak ingat kalau sebentar lagi perusahaan kita akan melakukan acara amal?" tanya Andi yang memperhatikan kertas biru tersebut.
"Iya aku ingat! Acaranya kan lima hari lagi,kenapa?" jawab Karina yang juga memperhatikan kertas tersebut.
"Hah?! Apa kau yakin,Andi?! Apa ada orang yang mau beli besok?!" Karina terkejut mendengar ucapan adik bungsunya.
"Aku sangat yakin! Proyek yang aku bikin ini adalah mall dan tempat wisata yang dijadikan dalam satu gedung. Proyek ini sedang trend saat ini tapi orang yang membuatnya selalu gagal sebab salah perhitungan dan hal lainnya. Tapi jika cucu keluarga Cndyria yang membuat proyek pasti langsung untung besar" Andi menjelaskan gambar yang ada di sample biru tersebut.
Ryan mengalami sedikit kebingungan mengenai pembicaraan sample biru. Di dalam pikirannya banyak pertanyaan tapi dia belum menemukan celah untuk bertanya.
"Jadi,begini konsep gedung ini yang pertama gedung ini memiliki tiga bagian utama yaitu lantai satu sampai lima merupakan wisata akuarium,selanjutnya lantai enam sampai dua belas merupakan mall,restoran,dan cafe,lalu yang terakhir lantai tiga belas sampai dua puluh adalah tempat orang berfoto dan nongkrong. Dalam konsep lantai paling atas diperbolehkan membawa makanan dari lantai tengah tapi ada peraturan yang harus ditaati yaitu seperti tidak boleh membuang sampah sembarangan,tidak boleh membawa makanan dari luar gedung, tidak boleh merusaka fasilitas yang ada ,dan jika aku sudah menemukan orang yang membeli sample ini maka,aku bisa membahas tahap selanjutnya" Andi menjelaskan isi dari gedung yang di gambar.
Karina sangat memahami konsep bangunan tersebut dan Ryan perlahan - lahan memahami konsep ini juga. Ryan menemukan sedikit kelehaman dari gambar ini dan dia memutuskan untuk bertanya langsung kepada pembuatnya.
"Andi! Bagaimana akuarium ini akan aman? Masalahnya dia ada di lantai bawah takutnya hewan -hewan di dalam akuarium akan mengalami stress melihat banyaknya orang yang berlalu lalang".
"Lihat bentuk gedung ini baik - baik! Bentuknya ini melengkung. Aku sengaja menggambarnya dengan bentuk melengkung karena ini akan memudahkan hewan - hewan yang di dalam berenang dan aku juga menggambarnya dengan bentuk lebih lebar di sekitaran akuarium untuk menghindari stressnya para hewan. Sekarang kau paham?".
Ryan mengangguk paham setelah mendengar penjelasan Andi. Karina yang keasyikan melihat sample biru itu sampai lupa dengan permintaan Andi kepada Ryan.
__ADS_1
"Oh iya Andi! Tadi kau bilang ingin meminta bantuan Ryan, bantuan seperti apa yang kau butuhkan" ucap Karina yang sedikit merapikan tumpukkan kertas dan foto tadi.
"Benar juga! Selain menyelidiki tentang hotel itu aku ingin kau menjadi pasangan kakakku dalam acara amal" jawab Andi yang menyandarkan tubuhnya di kursi.
Ryan yang sedang menyeruput kopinya tiba - tiba saja tersedak mendengar ucapan Andi. Dia tidak mempermasalahkan permintaan Andi yang pertama tapi yang kedua ini dia takut untuk menerimanya.
"Kenapa Ryan? Apa kau ingin menolak permintaanku ini? Padahal ini adalah kesempatan yang bagus mendekati kakakku,bukannya kau mencintai kakakku?" tanya Andi yang melihat wajah Ryan terdiam kebingungan.
"Aku takut Karina akan menolakku seperti sebelum--...".
"Jangan khwatir Ryan! Kali ini aku tidak akan menolakmu karena aku tidak mempermasalahkan permintaan Andi kali ini" Ryan yang belum menyelesaikan omongannya langsung dipotong oleh Karina.
Mendengar ucapan Karina yang menerima permintaan adiknya, Ryan juga menerima permintaan tersebut.
...****************...
Setelah semua pembicaraan tadi mereka kembali ke tempat mereka masing - masing. Karina kembali ke rumah sakit,Ryan kembali ke restorannya, dan Andi kembali ke salah satu bar utamanya.
Di bar tersebut,Andi duduk di salah satu kursi. Walaupun ini baru jam satu siang tapi masih ada orang yang datang minum ataupun karaoke. Andi menyapa langganannya yang berdatangan sampai ada seorang pria berbadan besar duduk di sebelah Andi.
"Kau ini lama sekali! Kau itu tidak ada perubahan sama sekali" ucap Andi yang menepuk pundak pria tersebut.
"Hehe... Tadi ayahku memintaku untuk mengikuti satu rapat penting dan aku melihat Dhika ada disana juga" jawab pria tersebut yang memegang gelas minumnya.
"Hadehh... Kau ini! Kak Dhika sengaja mengundang para direktur terkenal di beberapa negara untuk memberitahu kalau adiknya ini akan menjuak sample biru proyek baru,apa kau sudah mendengarnya?".
"Aku sudah mendengarnya dan aku juga melihat ayah Hans disana. Menurutku Hans sepertinya ditahan oleh ayah dan ibunya".
"Biarkan saja! Aku sudah malas berhubungan dengan dia dan aku ingin cari yang baru".
"Cari yang baru? Sama aku saja!".
"Iuhhh... Kau itu barang lama! Kau sudah mantan!".
SEGINI DULU GUYSSS
Makasi yang sudah mampir dan baca
__ADS_1
To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>