Cafe And Restoran

Cafe And Restoran
Chapter 97: Ryan selamat


__ADS_3

HELLO ANYTHING


KEMARIN AUTHOR MINTA MAAF KARENA TIDAK UPDATE KARENA MEMILIKI BEBERAPA URUSAN PENTING,SEKALI LAGI AUTHOR MINTA MAAF


SPESIAL HARI INI TRIPLE UPDATENYA


.....


Mari kita lihat keadaan Ryan di tempat kejadian. Memang beberapa menit yang lalu terdengar suara tembakan sebanyak dua kali. Tapi Ryan bisa menghindarinya dan dia harus merelakan mobilnya yang terbakar diakibatkan tembakan tadi yang dimana tembakan kedua mengenai tempat tangki bahan bakarnya. Saat tembakan pertama Ryan langsung memutuskan untuk keluar karena dia tahu kalau tembakan selanjutnya pasti akan membuat mobilnya meledak.


Ryan yang berhasil lari langsung bersembunyi ke suatu restoran di sekitar sana. Di restoran tersebut ramai sekali dengan kerumunan orang yang ingin mengambil pesanannya dan Ryan bersembunyi diantara kerumunan tersebut. Dia sudah mengirim pesan kepada Andi untuk segera ke restoran tempat dia bersembunyi. Mata Ryan meliha sekeliling untuk memastikan bahwa sekarang dirinya dalam keadaan selamat.


Namun sepertinya tidak dalam keadaan selamat karena baru saja ada seorang pria tinggi berpakaian serba hitam memasuki restoran. Kaki panjang dia melangkah masuk diantara kerumunan tersebut. Memang tidak terlihat kalau pria besar itu tidak membawa pistol tetapi dia terlihat sangat mencurigakan. Ryan yang berusaha keluar dari kerumunan tersebut tanpa sengaja menabrak pria besar itu.


"Ach! Aduhh... Maafkan saya! Saya permisi" ucap Ryan yang langsung berlari keluar dari kerumunan.


Pria besar itu terus melihat Ryan yang mulai menjauh. Ryan sekarang sudah berada di luar restoran dan dia melihat mobil Andi disebrang jalan. Ingat ya harus lihat kiri kanan dulu baru menyebrang.


Setelah sampai di sebrang jalan Ryan langsung masuk ke mobil Andi. Ryan bersandar pada kursi penumpang dan Andi melihat dari luar kaca mobil kalau ada yang mengikuti.


"Kita harus pergi Ryan!" ucap Andi yang menyalakan mobil dan langsung tancap gas.


"Hah?! Wuuuaahhhh!!!.... Hei! Pelan - pelan! Aku belum mau ma ti! Aku belum menikah dengan kakakmu!" jawab Ryan yang terpental kesana kemari karena kecepatan mobil Andi.


"Terserah! Yang penting kita harus pergi dari sini!" Andi membelokkan mobilnya seperti pembalap sungguhan.


Ryan terpental ke arah kiri karena belokan yang dilakukan Andi. Mobil itu mulai melambat karena mereka merasa sudah menjauh dari orang yang mengikuti tadi. Ryan mulai merasa lega dan bisa bernafas lega sekarang.

__ADS_1


"Sekarang apa kau bisa bercerita apa yang terjadi?" tanya Andi yang masih melirik ke arah spion depan,kiri,dan kanan mobilnya.


"Bisa! Jadi ceritanya tadi itu aku mau pulang ke restoranku tapi saat di rumah sakit,aku melihat Hiro masuk ke salah satu ruang inap disana. Aku sudah mengambil foto beserta video. Lalu saat aku mengendarai mobilku tadi ada seorang pria yang menembak mobilku tapi untungnya sebelum tembakan kedua aku bisa keluar" jawab Ryan yang menjelaskan sedikit tentang kejadian yang dialami tadi.


"Apa kau punya musuh sebelumnya?" Andi berhenti di salah satu gudang sepi dekat pabrik terbengkalai.


"Tidak! Aku itu orangnya sangat baik kepada siapapun" Ryan melihat sekitar karena menurut dia lingkungan ini adalah lingkungan asing bagi dia.


"Hmmm... Ikuti aku!" Andi keluar dari mobil kemudian masuk ke gudang tua itu.


Ryan juga ikut keluar lalu mengikuti Andi dari belakang. Saat kaki Ryan melangkah masuk ke gudang tersebut dia bisa merasakan sesuatu yang berbeda tapi tidak bisa dideskripsikan. Andi berjalan ke salah pria yang menggunakan baju kaos kebesaran berwarna putih yang dimana dia sibuk dengan komputernya. Ryan memutuskan untuk memperhatikan Andi dengan pria tersebut dari belakang saja.


"Bagaimana,Piece?" tanya Andi yang duduk di atas meja dan tepat di sebelah komputer pria bernama Piece tersebut.


"Agak sulit menemukan siasat manusia satu ini tapi aku sudah meyakinkan beberapa pemegang saham kecil untuk memberikan bagiannya kepadamu dan mereka mau memberikannya" jawab Piece disertai suara keyboard.


"Jangan kebanyakan halu, bo ti! Jika kau mengambil perusahaan Hiro itu artinya sama saja kau juga mengambil perusahaan ayah kakak pacarmu itu" Piece membuka bungkus permen lolipopnya.


Ryan mulai pembahasan mereka. Ternyata mereka sedang membahas rencana mengambil perusahaannya Hiro. Andi sangat ambisius sekali terhadap perusahaan Hiro entah alasan apa yang membuat dia seperti ini?. Ryan juga sempat mendengar jika Andi berhasil mengambil perusahaan Hiro maka, dia juga berhasil mengambil perusahaan ayahnya. Namun Ryan tidak mempermasalahkan hal tersebut karena kedua putranya tidak ada niatan untuk melanjutkan usaha ayahnya dan ayahnya Ryan juga sudah bertambah tua sehingga mudah kelelahan.


Ingin sekali Ryan merawat sang ayah tapi dia masih terpaku dengan masa lalunya. Tapi jika Andi berhasil mendapatkan perusahaan Hiro dan ayah Ryan maka disanalah Ryan akan mengatakan keinginannya. Oke mari kita kembali ke pembicaraan Andi dengan Piece.


"Jadi kita harus bagaimana?" Andi jalan berputar kemudian duduk kembali di meja yang sama.


"Sebaiknya kita tunggu saja bagaimana respon selanjutnya. Kalau kita terburu - buru yang ada kita tidak mendapatkan apa - apa" Piece meregangkan sedikit kedua tangannya lalu kembali ke komputer.


"Hmmm.... Semua bukti sudah siap, menghasut pemegang saham sudah,dan tahap yang terakhir adalah tahap pengambilan" Andi sangat yakin dengan rencana dia.

__ADS_1


"Andi! Apa kau tidak merasa aneh sejak kau sudah menikah?" tanya Ryan yang berjalan mendekati Andi.


"Maksudmu?".


"Maksudku semua yang kita alami selama ini selalu ada hubungannya dengan orang - orang berpakaian hitam. Baik kau atau Ryaiden atau aku pasti salah satu dari mereka ,pasti mengawasi kita. Atau bisa juga mereka berusaha mencelakai kita,apa menurutmu ini tidak aneh?".


"Kau benar juga! Mereka seolah - olah ingin mengetahui rahasia kita dan berusaha menghilangkan kita dari muka bumi agar rencana mereka tidak ada pengganggunya".


"Apa kau tidak mencurigai seseorang?".


"Aku belum menemukan petunjuk yang pasti dengan pelaku sesungguhnya tapi yang jelas pasti orang tersebut ada disekitar kita".


"Benar! Orang yang sangat dekat dan mengetahui semua rahasia kita".


Ryan dan Andi mulai berpikir siapa pelaku sesungguhnya. Piece yang sibuk dengan komputernya juga merasa aneh dengan kejadian yang dialami dua orang tersebut.


"Ryan! Apakah tidak ada cctv di dekat daerah tempat mobilmu meledak tadi?" tanya Andi.


"Aku rasa ada karena daerah itu lumayan dekat dengan pemukiman seharusnya ada" jawab Ryan yang berusaha mengingat kembali kejadian tadi.


"Besok kita cari cctv di daerah sana dan kita hack! Ini demi keselamatan rencana kita!" Andi berseru keras sampai suaranya itu menggelegar ke seluruh gudang.


Andi dan Piece kembali membahas rencana selanjutnya. Mereka juga membuat rencana cadangan karena takutnya rencana awal mereka gagal. Tapi tidak hanya mereka berdua yang bekerja melainkan ada Ryan disana yang ikut membantu.


MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA


Love you anything❤❤❤❣❣❣

__ADS_1


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>>>


__ADS_2