Cafe And Restoran

Cafe And Restoran
Chapter 106: Tersadar


__ADS_3

Setelah Ryan pergi menggunakan mobilnya datanglah mobilnya Andi. Tangan Andi membuka pintu kemudian melangkah turun dari mobil dan hendak menghampiri sang kakak. Andi sangat terkejut melihat sang kakak bersama musuhnya sedang berpegangan tangan.


"Kak" panggil Andi.


"Andi! Kenapa ekspresi wajahmu sama seperti Ryan?" tanya Karina yang kebingungan melihat raut wajah Andi.


Bukannya menjawab pertanyaan Karina melainkan Andi berlari kemudian memukul dada Silver. Karina langsung menahan sang adik yang hampir melayangkan serangan kedua.


"Andi tenang! Tenang! Apa yang kau pikirkan sampai kau memukul dada Silver? Apa salahnya?" Karina memegang erat kedua tangan Andi.


"Karena dia adalah musuhku! Menurutku perusahaan kita akan hancur ditangan manusia ini! Jangan dekat - dekat sama dia kak! Dia itu tidak baik!" Andi masih marah melihat wajah Silver.


"Apa salahku sampai kau mengatakan hal seperti itu?! Katakan Andi!" tanya Silver yang sudah muak dirinya disalahkan.


"Banyak! Pemalsuan data dan masih banyak lagi! Bukti sudah ada ditanganku!" jawab Andi yang terus mencoba melepaskan diri.


"Jangan salahkan Silver terus! Dia itu tidak salah!" Karina membela Silver.


"Kak! Apa kau tuli atau buta,hah?! Aku sudah mengatakannya dari tadi kalau manusia ini bermasalah!" Andi tidak terima sang kakak terus membela musuhnya.


"Sudahlah kalian berdua! Karina sebaiknya kamu selesaikan masalahmu dulu baru bicara denganku nanti,oke? Sekarang aku permisi" Silver pergi dari sana setelah mengatakan kalimat tadi.


Andi langsung menarik sang kakak menuju ke dalam kafe untuk membicarakan hal penting. Di dalam kafe, Andi dan Karina duduk di dalam satu ruangan lalu Andi memulai pembicaraan.


"Kak! Apa hubunganmu dengan manusia itu?".


"Kakak mantannya dia".


"Hah?! Yang benar saja?! Kok bisa?!".


"Benar kok Andi! Kakak itu mulai pacaran sama dia sejak kelas dua SMA dan aku satu angkatan sama dia".


"Ohh.... Sebaiknya aku sarankan kakak jangan dekat - dekat sama dia, licik sekali orang itu".


"Dia tidak licik! Dia orang yang baik!".


"Baik darimananya kak?! Jelas - jelas dia ingin menghancurkan kerajaan bisnis keluarga kita! Pokoknya kakak jangan dekat - dekat sama dia! Aku tidak suka!".

__ADS_1


"Sudahlah terserah kau saja!".


"Awas saja kakak dekat - dekat sama dia!".


"Iya! Sekarang kakak berhenti dekat - dekat sama dia lagi! Oh ya Andi, untuk apa kau mencariku?".


"Aku sudah selesai makanya aku mencari kakak dan apakah kakak sudah mendapat hadiah dari Ryan? Katanya dia mau memberikan kakak hadiah?".


"Hadiah apa? Aku tidak mendapatkan hadiah apapun".


"Bukankah Ryan sempat datang kesini tadi? Tadi aku sempet lihat mobilnya pergi dari parkiran".


"Ada sih Ryan datang kesini.... Tunggu! Astaga!".


Karina akhirnya baru tersadar kalau kedatangan Ryan sebelumnya adalah untuk memberikan hadiah. Tapi karena Ryan melihat Karina berpelukkan dengan Silver. Sekarang Karina sadar kalau dirinya telah membuat Ryan marah apalagi kata - katanya tadi yang lebih dominan membela Silver dari pada pacarnya sendiri.


"Sekarang bagaimana Andi? Kakak tidak tahu dia pergi kemana" tanya Karina yang mulai panik.


"Mana aku tahu,coba telpon saja" jawab And yang mengangkat kedua tangannya.


Karina langsung mengambil ponselnya di saku celana lalu segera menghubungi Ryan. Suaranya memang berdering tapi belum mendapatkan jawaban dari yang dihubungi. Karina semakin khawatir dengan kondisi sang kekasih melihat bagaimana dia tidak menjawab panggilannya.


"Ya mana aku tahu itu kan masalah kakak sama Ryan, kenapa aku yang harus memberikan solusi?" jawab Andi yang tidak mau ikut campur urusan hubungan Karina dengan Ryan.


"Issshhh... Kamu ini!" baru saja akan memarahi Andi tiba - tiba saja panggilan teleponnya tersambung.


"Halo Karina?" suara Ryan terdengar sangat lemah seperti orang baru bangun tidur atau tidak orang baru selesai menangis.


"Ryan! Honey maafkan aku! Aku sangat bodoh sampai tidak membelamu tadi! Tolong maafkan aku honey! Aku mohon!" Karina langsung mengatakan kalimat permintaan maafnya.


"Kau minta maaf padaku karena kau sudah mendengar kalau aku akan memberi hadiah,kan? Kau mendengarnya dari Andi bukan? Aku tidak suka kau minta maaf atas dasar hadiah Karina".


"Aku tidak mengharapkan itu Ryan! Setelah mendengar cerita Andi tadi aku akhirnya tersadar kalau aku yang salah dan tadi aku lebih membela mantanku dari pada dirimu, disitulah letak kesalahanku! Aku mohon maafkan aku Ryan! Aku tidak akan meminta apapun darimu yang penting kau mau memaafkan aku saja itu sudah cukup Ryan!".


"Kita perlu membicarakan masalah ini Karina, datanglah ke rumahku pukul tujuh malam".


"Malam ini?".

__ADS_1


"Malam ini! Jika kau tidak mau ya sudah tidak apa - apa".


"Tidak! Aku datang! Aku datang nanti malam!".


"Oke kalau begitu aku matikan panggilan ini".


"Baiklah! Aku sayang kepadamu honey".


Panggilan telepon sudah berakhir dan Karina masih dihantui perasaan bersalah. Wajah Karina masih tampak gelisah dan masih memikirkan kesalahannya. Andi bisa membaca raut wajah kakaknya dan sudah memahami pembicaraan apa yang dibicarakan di panggilan tadi.


"Belum berhasil?" tanya Andi yang merasa sedikit khawatir melihat sang kakak.


"Iya.... Aku disuruh ke rumahnya malam ini" jawab Karina yang tidak bersemangat.


"Ya sudah! Selamat menyelesaikan masalah,bye kak Karina!" Andi beranjak pergi dari sana.


Andi sudah mengetahui maksud rencana Ryan sengaja mengundang Karina ke rumah. Maksud ucapan lain dari Ryan adalah dia ingin menggali informasi dari sang kekasih dengan memanfaatkan kesalahan yang dilakukan tadi. Awalnya Ryan yang ingin minta maaf tadi karena sudah salah paham kepada Karina tapi seketika dia ingat kalau boss perusahaan targetnya Andi adalah mantannya Karina. Dengan memanfaatkan situasi sekarang Ryan yakin kalau dirinya pasti menemukan sesuatu hal tersembunyi dalam diri Silver.


...****************...


Malam hari pun tiba dan Ryan sudah selesai bersiap - siap untuk melakukan aktingnya. Malam ini Ryan akan melakukan akting cemburu kepada Karina. Sebenarnya dari tadi Ryan sudah melatih aktingnya agar tidak dicurigai maksud lainnya.


Sebentar lagi jam menunjukkan pukuk tujuh malam dan Ryan sudah dibuat gugup. Dirinya tidak menyangka kalau dia akan memanfaatkan sang kekasih eh!-- ralat bukan memanfaatkan hanya mendapatkan informasi secara diam - diam.


Di depan rumah Ryan, mobil Karina sudah sampai dan pengemudinya sudah turun. Sontak saja Ryan langsung menyiapkan diri dan menyiapkan wajah datarnya. Kakinya melangkah menuju pintu kemudian membukanya yang di saat bersamaan juga Karina baru saja akan mengetuk pintu rumah Ryan.


"Oh, kau sudah datang. Masuklah!" ucap Ryan yang berjalan menuju sofa rumahnya.


Karina hanya mengikuti langkah Ryan menuju sofa. Saat Karina akan duduk tiba - tiba saja Ryan bangkit dari sofa lalu berjalan menuju dapur untuk mengambil minuman dan cemilan. Jujur saja hati Karina sangat sakit saat ditinggal barusan.


Ryan kembali dengan membawa minuman dan cemilan. Minumannya berupa yogurt stroberi dan cemilannya adalah brownies kering yang juga merupakan minuman dan cemilan favorit Karina. Selesai menghidangkan dua menu tersebut Ryan duduk dihadapan Karina.


"Terima kasih" ucap Karina dengan nada bicara tidak bersemangat.


"Kita langsung saja ke intinya" jawab Ryan yang menghiraukan kalimat terima kasih Karina.


MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA LOVE YOU ANYTHING❤❣

__ADS_1


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>>>>>>


__ADS_2