
Mobil Ryan telah sampai di kediaman kakek Dito. Untungnya mereka datang lebih dulu dari pada Andi. Karina turun dari mobil sambil menggendong putra kesayangannya dan diikuti oleh Ryan.
Ding! Dong!.
"Siapa?" tanya pelayan tua yang membuka pintu.
"Halo pak Riki! Ini aku" jawab Karina.
"Silakan nona Karina dan... Sepertinya nona Karina bersama tuan Ryan, silakan masuk tuan Ryan! Tuan Dito ada di ruang tamu" pelayan Riki mempersilakan Karina dan Ryan masuk.
Karina berjalan lebih dulu baru diikuti oleh Ryan. Mata Ryan terus memandang dekorasi rumah lama tersebut. Meskipun itu adalah rumah lama tapi terdapat gaya modern di dalamnya. Semua perabotan yang dimiliki kakek Dito adalah perabotan canggih yang Ryan belum lihat sama sekali. Perabotan boleh canggih tapi artsitektur rumah itu masih memiliki gaya rumah lama.
Karina pun telah sampai di ruang tamu. Kakek Dito sedang asyik bermain catur bersama salah satu pelayannya ditemani secangkir kopi.
"Kakek!" panggil Karina.
"Hm? Astaga ternyata cucuku rupanya! Ayo sini duduk Karina! Eh ada nak Ryan juga! Ayo duduk! Duduk!" kakek Dito mengajak dua tamunya tersebut.
Karina dan Ryan duduk bersebelahan. Kakek Dito meminta pelayannya tersebut untuk membawa mainan catur dan menyajikan minuman. Karina memulai pembicaraan serius ini kepada kakeknya.
"Kakek! Ada hal serius yang ingin aku bicarakan".
"Apa itu Karina?".
"Apa kakek sudah mengetahui kalau Andi akan segera menikah?".
"Hm? Kapan memangnya? Setahuku mereka baru tunangan saja dan acara tunangannya saja belum".
"Nah itu dia yang ingin aku bahas! Andi akan segera menikah sembilan hari lagi dan dia tidak memberitahu kita sama sekali".
"Hah?! Dimana cucu kurang ajar itu?! Aku harus menemuinya! Seenaknya saja dia mengadakan pernikahan tanpa memberitahu kita terlebih dahulu".
"Tadi Ryan memberi informasiku kalau Andi akan kesini nanti sore bersama Hiro".
__ADS_1
"Awas saja dia nanti! Aku tidak akan menyetujui pernikahan Andi bersama Hiro sebelum Dhika menikah".
"Itu juga merupakan hal serius! Dhika belum menikah tapi Andi sudah mau menikah saja, apakah hal ini baik kakek?".
"Hal ini kurang baik karena keluarga Dorothy pasti akan menuntut Dhika untuk segera menikahi Kaila. Sebaiknya kita bicarakan baik - baik hal ini kepada Andi".
"Tapi bagaimana kalau Andi menuntut segera menikah?".
"Kita akan memberi dia penjelasan pasti dia akan mengerti".
"Baiklah".
Karina sedikit khawatir dengan hubunga asmara kedua adiknya. Yang dimana Dhika masih menikmati hubungan dia sekarang bersama Kaila sedangkan Andi akan segera menikah bersama tunangan barunya yang juga mantan pertamanya. Ryan bisa melihat kekhawatiran Karina melalui wajahnya.
"Huaammm... Hm? Ibu dimana kita?" tanya Bimo yang baru bangun dari tidur lelapnya.
"Hahaha... Kita di rumah kakek Dito, apa kau tidak menyapa kakek buyutmu?" jawab Karina yang tertawa kecil melihat keimutan putranya.
Bimo turun dari pangkuan ibunya lalu beralih ke pangkuan kakek buyutnya. Bimo tersenyum lebar saat berada di pangkuang kakek Dito. Kakek Dito memberi Bimo kue coklat. Bimo sangat senang mendapat kua tersebut.
Selang beberapa menit Dhika pun datang bersama Kaila. Dhika menyapa kakeknya kemudian duduk dihadapan kakeknya. Kaila memberi salam kepada kakek Dito lalu duduk di sebelah Dhika.
"Kak Karina ingin membahas apa sampai harus menyuruh kami datang?" tanya Dhika yang belum mengetahui topik yang akan dibahas.
"Kakak sengaja menyuruh kalian datang kemari untuk membahas pernikahan Dhika" jawab Karina dengan sedikit keraguan.
"Hah?! Andi mau menikah?! Kapan?! Masa dia duluan dari pada aku" Dhika terkejut mendengar jawaban kakaknya tersebut.
"Sembilan hari lagi Andi akan menikah tapi sebaiknya kita mengundur pernikahan ini dan membahas tentang hubunganmu saja, apa kalian ada rencana menikah?".
"Soal itu kami memang memiliki rencana tapi kami berencana menikah tahun depan sebab kami masih memperbaiki hubungan karena belakangan ini kita baru saja bertemu kembali jadi harus memperbaiki kembali".
"Itu benar kak Karina! Sebelumnya hubungan kami mengalami sedikit kerenggangan maka dari itu kami harus memperbaiki terlebih dahulu baru berjalan ke jenjang lebih serius" Kaila membantu Dhika berbicara.
__ADS_1
"Baiklah! Nanti kita bahas lagi setelah Andi dan Hiro datang" Karina menyandarkan tubuhnya di sofa sambil memijat pelipisnya.
Dhika sama sekali tidak mengetahui tentang rencana pernikahan Andi. Dia tahu betul sifat adiknya tersebut tapi terburu - buru dalam pernikahan itu merupakan bukan sifat Andi sama sekali. Kaila juga sedikit curiga dengan hubungan Andi dengan Hiro.
"Kak Karina! Apa menurutmu hubungan Andi dan Hiro tidak sedikit mencurigakan? Seperti ada satu hal yang tersembunyi" Kaila megungkapkan pemikirannya.
"Aku rasa begitu juga tapi Andi begitu mencintai Hiro tidak mungkinlah ada satu hal yang mencurigakan"Karina juga merasakan hal yang sama.
"Bukan itu maksudku! Masa iya mereka baru tunangan langsung menikah secepat ini? Apakah tidak mencurigakan?" acara pertunangan saja belum".
"Iya juga ya.... Apakah kau punya bukti lain? Atau ada petunjuk lain?".
"Ada! Kak Karina ingat tidak saat kita di belakang panggung? Kita mendengar pembicaraan Andi dan Hiro bukan? Mungkin ada suatu hal yang mereka bicarakan sehingga muncul kejadian seperti ini, bagaimana menurutku kakak?".
"Menurutku pendapatmu ada benarnya. Apakah ada cctv di tempat Andi dan Hiro bicara?".
"Aku rasa ada kak" ujar Dhika yang ikut nimbrung dipembicaraan dua wanita tersebut.
Dhika mengeluarkan ponselnya lalu memperlihatkan setiap cctv yang ada di gedung itu. Kaila menggeser foto - foto tersebut sampai pada akhirnya dia menemukan tempat Andi dan Hiro bicara.
"Itu tempatnya! Kita harus memeriksa hal ini" Kaila menunjuk satu foto di ponsel Dhika.
"Besok kita harus memeriksanya tanpa sepengetahuan Andi!" ucap Karina.
Semuanya langsung setuju mendengar ucapan Karina. Dhika segera menghubungi pihak gedung untuk memberitahu mereka tentang pemeriksaab hal ini.
"Besok aku dan Dhika yang memeriksa cctv " ucap Ryan.
"Ide bagus! Nanti setelah kalian mendapatkan salinan itu segera kirim ke Kaila nanti kami berdua akan memeriksanya" imbuh Karina.
Semua orang disana sudah sepakat untuk memeriksa kebenaran yang terjadi. Karina berharap Andi menikah dengan Hiro bukan berdasarkan paksaan. Dhika berusaha mengingat kembali satu memori dimana dia dan Andi ingin mengungkap satu masalah di perusahaan Hiro.
MAAF GUYS KEMARIN AUTHOR LUPA DOUBLE UPDATE KARENA AUTHOR HARUS NGERJAIN LAPORAN KEMARIN MAKA DARI ITU AUTHOR LUPA NGERJAIN NANTI AUTHOR USAHAIN DOUBLE UPDATE.
__ADS_1
MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA
To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>>>>