Cafe And Restoran

Cafe And Restoran
Chapter 39: Ryan Menenangkan Karina


__ADS_3

Ryan pergi ke rumah sakit Cemara sendirian dengan tujuan untuk memberitahu tentang obat - obatan tersebut. Setelah sampai di rumah sakit Ryan langsung masuk begitu saja ke ruang direktur sambil membawa beberapa selembaran kertas. Saat dia masuk ke ruangan Karina, Ryan terkejut melihat Karina yang sedang menangis dipojokkan.


"Astaga Karina! Ada apa denganmu? Kenapa kau bisa menangis? Siapa yang membuatmu menangis? Tenang saja aku akan menghajarnya" tanya Ryan yang menghampiri Karina dipojokkan.


"Ryan........ Andi masih belum bangun sama sekali! Bagaimana ini ?" jawab Karina yang menangis keras mengkhawatirkan kondisi adik bungsunya.


"Sabar Karina... Sekarang dia lagi berjuang melawan penyakit yang dia hadapi jadi, kau harus banyak - banyak berdoa" jawab Ryan yang mengusap punggung Karina agar lebih tenang.


"Apa salah adikku sampai dia diberikan cobaan seperti ini? Kenapa tidak padaku saja? Huhuhu..." Karina mempertanyakan mengenai Andi yang diberikan cobaan sebesar ini.


"Asal kau tahu saja Karina dua adik,anak, dancalon adik iparmu saat ini sedang berusaha melindungi dari bahaya yang bernama Michael. Adik bungsumu sudah mengobarkan dirinya sampai koma demi mendapatkan rahasia informasi Michael, adik sulung sekarang sedang berjuang mencari cara agar Michael bisa dihukum atas kekejamannya, anakmu juga ikut membantu dengan menjadi mata - mata disekitar rumah sakit dan calon adik iparmu juga membantu kekasihnya demi dapat melindungimu. Yang semua mereka lakukan itu demi keselamatan dan kebaikanmu. Sayangnya mereka harus merahisiakan ini" ucap Ryan dalam hatinya yang menyebut setiap orang yang berjuang untuk Karina.


"Sabar saja Karina, kita pasti akan segera menemukan pelakunya" Ryan sebenarnya ingin mengatakan kebenaran dari masalah Andi tapi Karina pasti tidak akan percaya ucapannya tanpa bukti.

__ADS_1


"Ryan!... Huhuhu... Aku ingin pelaku tersebut segera ditemukan dan diberikan hukuman setimpal! Akh! Aku benci dia!!!" Karina mengutuk pelaku atau Michael yang menyebabkan Andi seperti sekarang.


"Sudahlah... Kita tunggu hasil penyelidikan selanjutnya. Sekarang ayo kita ke ruang rawat Andi dan kita makan bersama disana, aku dengar dari perawat disini kau belum makan dari kemarin. Kebetulan aku membawa nasi kotak,nih!" ajak Ryan yang mengangkat kantung plastik berisi dua kotak nasi berukuran besar disertai air botolan juga.


Karina mengangguk iya untuk ajakan Ryan. Karina dibantu berdiri oleh Ryan dan air matanya dihapus oleh Ryan menggunakan saput tangan milik Ryan. Mereka berdua pindah tempat ke ruang rawat Andi. Ryan menggenggam tangan Karina menggunakan tangan yang satunya. Dari tangan Ryan, Karina bisa merasakan kehangatan Ryan terhadap dirinya.


Di ruang rawat inap Andi, Ryan dan Karina makan siang bersama disana. Karina sangat sedih melihat kondisi adiknya yang semakin memburuk. Menurut hasil pemeriksaan dokter tadi kondisi Andi semakin memburuk, tubuhnya semakin kurus walaupun sudah banyak menghabiskan begitu banyak kantung infus, denyut jantung yang semakin melemah dan wajahnya semakin pucat. Karina semakin mengkhawatirkan kondisi adiknya tersebut padahal Karina sudah bertanya pada dokter kalau kondisi akan baik - baik saja dalam beberapa hari kedepan tapi takdir berkata lain. Penyebab lain dari Andi semakin memburuk adalah efek samping dari obat yang disuntikkan Michael saat dia diculik.


"Andi semakin kurus, aku harap Andi bisa merasakan lauk nasi kotak yang aku makan sekarang" Ryan berdoa agar tuhan mentransferkan makanan yang ada diperutnya ke perut Andi.


"Ryan! Apakah Michael punya pacar?".


"Ekhem! Hm?! Aku rasa belum... Memang Michael dekat dengan beberapa wanita tapi rata - rata jadi fwb atau ons Michael saja" jawab Ryan yang sedikit tersedak mendengar pertanyaan Karina.

__ADS_1


"Hmmm... Laki - laki tidak bertanggung jawab! Apakah ada yang sampai hamil?" Karina kembali menyuap nasi ke mulutnya.


"Yang aku dengar ada sih... Mungkin sekitar empat atau lima wanita tapi wanita tersebut memilih menggugurkan kandungannya karena Michael tidak ingin bertanggung jawab" Ryan kembali menjawab rasa penasaran Karina.


"Wanita lain tidak mau tanggung jawab! Baru aku hamil anaknya dulu hilang entah kemana dan sekarang anaknya sudah besar baru peduli!" Karina menyebut Bimo adalah anak dari Michael.


"Tunggu! Bimo adalah anaknya Michael?" tanya Ryan yang terkejut mendengar perkataan Karina barusan.


"Iya! Bimo adalah anaknya Michael bukan mendiang suamiku. Tadi hasil tes DNA baru keluar dan jujur saja aku sangat terkejut tapi setelah kuingat - ingat kembali ternyata aku pernah main sama Michael" jawab Karina yang langsung menyebutkan fakta tentang Bimo.


Ryan terdiam mendengar jawaban yang keluar langsung dari mulut Karina. Dia tidak tahu harus bagaimana beraksi dan dia merasa dadanya sakit seperti ditusuk ribuan benda tajam.


MAAF PARA RIDERS KEMARIN MEMANGNYA MAY UPDATE TAPI AUTHOR KETIDURAN

__ADS_1


TO BE CONTINUED\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>


__ADS_2