Cafe And Restoran

Cafe And Restoran
Chapter 128: Bimo semakin dekat dengan Ryan


__ADS_3

Jam istirahat siang sudah dimulai dan restoran Happiness Food's semakin ramai. Ryan dan semua pegawainya semakin kewalahan menangani semua pesanan yang datang. Mungkin Ryan harus menambah satu atau dua pegawai lagi karena restorannya ini sudah terkenal di seluruh kota.


Beberapa jam telah menangani pesanan yang banyak akhirnya Ryan dan Bimo bisa beristirahat. Ryan memangku Bimo dan membantu putranya tersebut minum.


"Ayah~... Bimo mau makan" ucap Bimo dengan wajah memelas.


"Bimo mau makan apa?" Ryan memindahkan Bimo di sebelahnya.


"Mau makan ayam goreng yang ada di menu terus sama sayur kacang panjang yang tumis itu dan jangan lupa harus ada nasinya" Bimo langsung bersemangat menyebut setiap makanan yang dia inginkan.


Ryan langsung menuju dapur untuk mengambil yang Bimo minta. Si bocah manis itu melihat sekeliling restoran dan bisa melihat jelas bagaimana para pelanggan ayahnya makan dengan rasa puas. Dia bermimpi melihat bisa melihat suasana kafe ibunya seperti ini.


Tidak lama kemudian Ryan kembali dengan makan siang Bimo dan satu gelas besar air putih. Ryan kembali memangku Bimo dan mulai menyuapi sang putra.


"Hmmm... Enak ayah! Makanan ayah yang ter the best!" puji Bimo yang tidak lupa memberikan dua jempol kepada Ryan.


"Hehe... Makasi Bimo, ayo makan lagi supaya kita ada tenaga untuk pelanggan yang akan datang" jawab Ryan yang kembali menyuapi Bimo.


Si bocah manis mengangguk kemudian memakan suapan yang diberikan Ryan. Kedekatan ayah dan anak itu bisa dilihat oleh seluruh pelanggan yang ada disana. Ada beberapa pelanggan yang merasa iri melihat kedekatan Ryan dengan Bimo.


Dua suapan terakhir Bimo telah menghabiskan seluruh makan siangnya. Ryan memberikan segelas air putih kepada putranya. Bimo hanya meminum setengah gelas saja dan dia mengatakan kalau dirinya sudah keyang.


Ryan melangkah menuju dapur untuk meletakkan alat makan. Bimo turun dari kursi lalu pergi mencari ayahnya.


"Ayah! Mau gendong" Bimo merentangkan kedua tangannya di hadapan Ryan.


"Tunggu sebentar ya ayah mau cuci ini sebentar" Ryan segera mencuci piring dan gelas yang digunakan Bimo tadi.


Ryan sudah selesai mencuci piring kemudian dia mengelap tangannya dan baru menggendong Bimo. Bocah manis itu menyandarkan kepalanya di dada bidang ayahnya.


"Bimo".


"Kenapa ayah?".

__ADS_1


"Nanti mau ikut ayah ke gym?".


"Ke gym? Apa itu Gym ayah?".


"Gym adalah tempat orang - orang untuk berolahraga".


"Tapi kan ayah bisa saja olahraga di rumah dari pada harus ke Gym".


"Memang bisa ayah olahraga di rumah tapi kalau di gym lebih banyak alat yang membantu ayah berolahraga".


"Ohhh.... Bimo mau ikut,huuaammm" Bimo mulai mengantuk.


"Ya udah ayo bobok dulu" Ryan menepuk pelan punggung Bimo.


Ryan pelan - pelan berusaha menidurkan putranya tersebut. Ini merupakan pertama kalinya Ryan menidurkan seorang anak jadi dia harus melakukannya dengan baik.


Dua puluh menit setelahnya akhirnya Ryan bisa menidurkan Bimo. Ryan tetap dalam keadaan menggendong Bimo.


"Tio! Tolong jaga restoran sebentar ya aku mau pergi ke gym sebentar sama Bimo" ucap Ryan yang sudah siap pergi ke gym dengan tas gymnya.


"Makasi, pergi dulu bro" Ryan menerima pemberian Tio lalu beranjak pergi.


Ryan meletakkan Bimo di kursi penumpang bagian depan tidak lupa dia memakaikan seatbelt. Sesudah putranya aman baru giliran dirinya sekarang. Mobil Ryan mulai melaju menuju gym yang tidak terlalu jauh dari restoran.


Bimo tidur dengan lelapnya dan Ryan sebisa mungkin untuk mengendarai mobilnya dengan kecepatan normal. Ryan memarkirkan mobilnya di tempat biasa dia.


Ryan menggendong Bimo dan tasnya lalu berjalan masuk ke gym. Di dalam gym, Ryan disambut dengan beberapa teman gymnya dan tidak lupa memberikan selamat atas pernikahannya. Ryan menidurkan Bimo di kursi panjang dan dia mulai berolahraga dibantu dengan mentornya.


...............


Mari kita beralih ke Karina yang masih memikirkan tentang perdebatan dia tadi. Karina sangat takut jika bibi Rosie akan mengadukan hal ini ke Ryan. Tapi dia tahu kalau Ryan pasti akan membelanya. Namun tetap saja Karina khawatir kalau bibi Rosie akan melebih - lebihkannya.


"Sudahlah Karina jangan terlalu dipikirkan pasti Ryan percaya denganmu" ucap dokter July yang saat ini sedang di ruangan Karina untuk menyerahkan beberapa berkas.

__ADS_1


"Aku tahu tapi tetap saja aku khawatir,kau pasti tahu kalau bibi Rosie pasti akan bilang inilah itulah, segala macam pokoknya" jawab Karina dengan segala kekhawatirannya.


"Astaga Karina! Intinya percaya aja sama Ryan dan katakan saja yang sebenarnya" dokter July tidak habis pikir dengan Karina.


"Aku harus bagaimana sekarang? Kalau bibi Rosie datang lebih dulu bagaimana?".


"Sudahlah! Aku tidak paham lagi dengan cara pikirmu itu! Dah aku mau lanjut kerja!".


Dokter July keluar dari ruangan Karina. Direktur rumah sakit Cemara itu masih sangat khawatir dan dia memutuskan untuk pulang lebih dulu.


Beberapa saat kemudian Karina telah sampai di rumahnya tapi dia belum mendapati Ryan disana. Karina.


Ting! Tong!


Karina segera membuka pintu untuk membukakannya. Ternyata yang menjadi tamu adalah bibi Rosie.


"Kau lagi?! Kenapa kau ada disini?!" tanya bibi Rosie yang tiba - tiba emosian.


"Ini rumahku! Tentu saja aku disini! Kenapa bibi ada disini?!" jawab Karina yang juga ikutan emosi.


"Saya mau mencari ponakan saya! Dimana dia?! Apa kau menyembunyikannya?! Jawab!" bibi Rosie langsung nyelonong masuk.


"Ryan sedang berada di restorannya!" Karina berusaha untuk tidak meluapkan emosinya lagi.


"Ryan tidak ada di restorannya! Makanya saya kesini! Katakan dia dimana!".


"Aku hanya tahu dia ada restorannya selain itu aku tidak tahu!".


"Kalau begitu aku akan menunggunya sampai dia datang!".


Bibi Rosie duduk di salah satu sofa di rumah Karina. Si pemilik rumah sedang melacak keberadaan Ryan melaluo GPSNYA.


MAKASI YANG S7DAH MAMPIR DAN BACA

__ADS_1


Maaf guys kemarin author lupa tulis berapa chapternya


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>


__ADS_2