
Keesokan harinya di gedung perusahaan Dhika, kakek dan nenek Ryan datang dengan membawa surat sertifikat tanah. Kakek Ryan menyodorkan surat tersebut kepada Dhika.
"Bagus sekali kakek! Hebat! Baiklah aku akan menghapus berita itu siang ini" ucap Dhika yang menerima surat sertifikat tanah tersebut.
"Terima kasih banyak tuan Dhika! Kalau begitu saya pamit dulu bersama istri saya" jawab kakek Ryan yang pamitan pulang yang juga diikuti oleh istrinya.
Dhika memutar - mutar kursi kerjanya. Dari wajahnya tampak dia seperti memenangkan sebuah penghargaan saja. Kaila yang baru masuk ke ruangan Dhika,terlihat bingung dengan tingkah kekasihnya tersebut.
"Sayang kamu kenapa? Senyum - senyum sendiri" tanya Kaila yang memberikan minuman pesanan Dhika.
"Aku mendapatkan sertifikat tanah di wilayah barat yang dimiliki oleh keluarga Ryan, lihat ini!" jawab Dhika yang mengambil minumannya dan menunjukkan surat tersebut kepada Kaila.
Kaila membaca surat itu baik - baik sambil menikmati minumannya. Dhika yang masih merasa senang meminum minumannya dengan gaya.
"Hehe... Memang hebat sayangku ini! Dengan begini lengkap sudah seluruh wilayahmu di bagian barat" ucap Kaila yang terpukau dengan usaha Dhika.
"Tepat sekali sayangku! Dengan begini aku bisa melawan pria sialan itu" Dhika mengepal tangan kirinya yang dimana dia mengingat dendam lama terhadap seseorang.
"Siapa memangnya pria itu? Kenapa kau tampaknya dendam sekali dengan dia?" Kaila sedikit bingung dengan Dhika.
"Kau masih ingat hari setelah pernikahan kakakku dengan mendiang kakak iparku?".
"Ah iya! Aku ingat! Disana pertama kali kita ketemu! Pada saat itu aku melihat terburu - buru seperti mengejar sesuatu di depan hotel".
"Tepat sekali! Saat itu aku sedang mengejar kakakku yang dibawa oleh teman masa kecilnya masuk ke hotel. Namun, aku kehilangan jejak dan saat itu aku bertemu bidadari baik hati yang sedang meminta tolong".
"Ahh... Aku jadi malu sayang♡... Ya ampun".
"Aku lanjutkan ceritanya. Saat itu kakakku sedang mabuk dan yang membawa kakakku balik ke hotel bukan mendiang kakak iparku melainkan pria sialan tersebut selanjutnya kau tahu jawabannya".
"Jangan - jangan...".
"Benar sekali! Pria itu dan kakakku melakukan itu juga itu adalah pertama kalinya kakakku melakukan hubungan itu".
"Tunggu! Jadi yang membuat kakakmu punya anak adalah pria itu?".
"Tepat sekali!".
"Bukannya mendiang kakak iparmu juga melakukan itu pada kak Karina? Tidak mungkin tidak,kan?".
__ADS_1
"Itu memang benar! Tapi mendiang kakak iparku menggunakan pelindung saat melakukan hubungan itu jadi, fullnya berasal dari pria itu".
"Ya ampun! Tidak mungkin! Berarti selama ini Bimo adalah...".
"Anak dari pria tersebut. Awalnya saja aku terkejut mengetahui ini. Aku mengetahui hal ini dari bentuk hidung Bimo yang berbeda dari semua keluarganya".
"Oh iya! Hidung Bimo mirip seperti orang bule berbeda dengan orang - orang di negeri ini".
"Juga ada perubahan Bimo yang dimulai dari sekarang".
"Apa itu?".
"Yaitu rambutnya yang mulai berubah warna menjadi coklat".
"Aku merasa tidak memiliki perubahan ,dia sama saja".
"Coba perhatikan dari dekat! Untuk sekarang belum terlalu kelihatan tapi seiring berjalan waktu pasti kelihatan".
Kaila memikirkan ucapan Dhika mengenai perubahan Bimo dan kebenaran Bimo. Dhika tidak habis pikir tentang kelakuan teman masa kecil kakaknya tersebut. Entah saking cintanya atau rasa tidak ikhlasnya.
"Apakah kau tahu dimana pria itu?" tanya Kaila yang masih menyedot minumannya.
"Apakah kau tidak ingin mencegahnya?".
"Aku ingin mencegahnya tetapi orang suruhanku kehilangan jejak dan untuk sekarang sangat sulit menemukan pria itu".
"Bukankah ada Andi? Dia bisa mencari keberadaan orang itu".
"Itu masalahnya sayang! Dari kemarin sore aku menghubungi Andi tapi tidak jawab sama sekali".
"Hah?! Kemarin siang aku telponan dengan dia untuk minta rekomendasi tas dijawab kok".
"Itu kan kemarin siang! Aku bilang kemarin sore mulai tidak bisa dihubungi".
"Apakah Hans mengetahui hal ini?".
"Sepertinya tidak karena Hans saat ini sedang berada di luar negeri".
"Kalau begitu aku saja yang menghubungi Andi siapa tahu dia mau menjawab panggilanku".
__ADS_1
Kaila menghubungi Andi menggunakan handphonenya. Kaila melihat tulisan di handphone yaitu "berdering" yang itu artinya Andi bisa dihubungi. Dhika sedikit khawatir dengan kondisi adiknya tersebut.
"Clek! Halo?" ternyata panggilan tersebut terjawab tapi yang menjawabnya bukan Andi.
"Halo?! Andi! Kamu dimana?!" tanya Kaila yang menekan tombol speaker agar Dhika bisa mendengarnya.
"Tunggu sebentar nona! Aku akan melakukan video call" orang tersebut mengganti mode panggilan biasa menjadi video call.
Saat panggilan itu berganti tiba - tiba saja Kaila berteriak sampai melempar handphonenya. Dhika berdiri dan mengambil handphone Kaila yang terjatuh tadi.
Yang Dhika lihat bukan main. Melalui video call tersebut Dhika bisa melihat Andi di perkosa oleh banyak pria disana. Dhika menggenggam kuat handphone Kaila dan dia memeluk Kaila yang ketakutan.
"Hei lihat semuanya! Ada tuan Dhika disini! Katakan hai semuanya!" ucap orang tersebut yang mengangkat handphone Andi supaya pemandangan di belakang lebih jelas.
Semuanya melambaikan tangan ke arah handphone Andi kecuali pemilik handphone tersebut. Andi yang terlihat kesakitan dan tidak tahan akan tindakan semua orang disana. Tangan dan kaki Andi diikat hal itu yang membuat semua orang disana bisa puas bermain.
"Hei tuan Dhika! Biar saya katakan saja rasa tuan Andi sangat nikmat" ucap salah satu orang di belakang yang sedang bermain dengan Andi.
Dhika tampak sangat kesal sampai dia menggenggam kuat handphone Kaila. Dia mematikan video call tersebut kemudian merogoh saku celananya untuk mengambil handphonenya. Dhika meminta asistennya untuk mengerahkan semua pasukannya menuju tempat Andi diperkosa.
Dhika menggendong Kaila keluar ruangan untuk mengantarnya pulang. Kaila yang ketakutan memeluk erat kekasihnya itu.
Mobil Dhika melaju sangat cepat menuju kediaman Dorothy. Kaila yang mulai rasa takutnya bisa bernafas lega.
"Sayang! Kamu harus menyelamatkan Andi! Apapun caranya!" Kaila memberikan semangat kepada kekasihnya tersebut.
"Jangan khawatir sayang! Aku akan menyelamatkan Andi apapun yang terjadi!" jawab Dhika yang sudah tiba di kediaman Dorothy.
Dhika berpesan kepada Kaila untuk meningkatkan keamanan rumahnya dan jangan keluar rumah kecuali halaman rumah. Selesai mengantar Kaila pulang Dhika mengirimkan lokasi Andi dilecehkan pada asistennya yang sudah bersiap menyerang.
Dhika menambah kecepatan mobilnya untuk segera sampai disana dan membantu yang lain. Saat Dhika akan menyalip mobil yang ada di depannya tiba - tiba saja mobil itu menyampingkan mobil untuk menghadang mobil Dhika.
Dengan segera Dhika menginjak pedal rem kalau tidak akan kalian bayangin sendiri apa yang terjadi. Dhika keluar dari mobilnya untuk memarahi pengemudi mobil ugal - ugalan tersebut.
Saat Dhika keluar pengemudi mobil tersebut juga keluar. Dhika sangat senang bisa melihat wajah pengemudi tersebut.
"Lama tidak bertemu Dhika! Sekarang kau semakin menjadi - jadi saja".
Makasi yang sudah mampir:)
__ADS_1
To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>>>