Cafe And Restoran

Cafe And Restoran
Chapter 125: Pagi baru bagi pasangan baru menikah


__ADS_3

Keesokan paginya Ryan dan Karina bangun dari tidurnya dengan keadaan tidak memakai kain(ya kalian tahu lah). Ryan menatap wajah Karina yang tampak sangat cantik walaupun dalam keadaan tidur. Tangan Ryan mengusap pipi halus Karina dan mendudukkan tubuhnya lalu bersandar pada punggung ranjang.


"Masih jam lima, sepertinya aku bangun terlalu cepat dan sebaiknya biarkan Karina tidur dulu" batin Ryan yang melihat jam di ponselnya.


Ryan kembali mengelus rambut Karina sambil melihat - lihat sosial medianya. Tapi tiba - tiba saja dia mendapatkan pesan dari anonim. Ryan membuka pesan dan sangat terkejut membaca pesan tersebut.


Kira - kira pesannya seperti ini,


"Hai Ryan! Selamat untuk pernikahanmu dengan Karina yang merupakan kakak -eh maksudku mantan kakak iparku. Aku sengaja mengirim pesan ini dengan maksud untuk memberitahukan kalau hari ini bibimu akan datang dan semoga beruntung".


Ryan mengetahui siapa pengirim pesan itu. Ponsel dimatikan kemudian meletakkan di atas nakas. Dia tidak ingin Karina tahu tentang pesan tersebut karena mungkin saja Karina akan khawatir atau perasaan lainnya akan muncul.


"Hmmm... Huaammm...hm?!" Karina perlahan - lahan membuka matanya dan terkejut melihat suaminya menutup mulutnya saat menguap.


"Kalau menguap itu ingat tutupin pakai tangan,biar keliatan sopan aja" Ryan mengelus rambut Karina kembali.


"Tapi kan aku bukan di tempat umum honey melainkan bersama suami tercintaku ini,hehehe..." Karina tersenyum saat melihat ekspresi Ryan mendengar ucapannya.


"Ada - ada saja kau ini" Ryan mengusak rambut Karina lalu beranjak dari ranjang menuju kamar mandi.


"Masih pagi sekali loh masa mau mandi aja?" Karina menarik selimut dan menutup seluruh tubuhnya.


"Ya pengen aja".

__ADS_1


Karina geleng - geleng mendengar jawaban Ryan. Sambil menunggu sang suami selesai mandi Karina mengambil ponselnya yang ada di atas nakas. Untungnya Karina tidak melihat ponsel Ryan yang menyala. Karina mulai menulusuri dunia maya yang ada di ponselnya.


Beberapa menit kemudian Ryan keluar dari kamar mandi dengan tampilan toplessnya. Ryan berjalan menuju nakas dan mengambil ponselnya. Dia terkejut melihat banyak pesan yang masuk. Pesan tersebut masih dengan pengirim pesan yang tadi.


Ryan berjalan menuju lemari pakaian dan membaca isi pesan tersebut. Isi pesan tersebut merupakan mengenai percakapan pengirim dengan bibi Rosie. Yang atas pengirim yang bawah bibi Rosie.


"Halo tante!".


"Siapa kamu? Kenapa kamu memanggil tante?".


"Kan wajar manggil wanita yang sudah menikah lama sebagai tante kalau panggil ibu takutnya ketuaan sih dan kurang keren gitu".


"Terserah kau saja! Apa maumu?".


"Keponakan yang mana? Ryan atau Ryaiden?".


"Ryan tante, sekarang dia sedang melangsungkan pernikahannya dengan wanita yang bernama Karina. Apakah tante tidak marah?".


"Karina? Si janda itu?".


"Iya tante! Ya ampun.... Ternyata Ryan sudah jadi anak yang durhakan gara - gara wanita itu".


"Dasar Ryan! Awas saja dia besok tante akan terbang ke negara C, terima kasih informasinya".

__ADS_1


"Sama - sama tante Rosie~....".


Ryan sangat kesal membaca pesan tersebut. Segera dia memakai pakaiannya lalu berjalan mendekati sang istri yang bersembunyi di balik selimut. Kedua tangan menyibak selimut dan segera dia peluk istri tercintanya.


"Akh! Honey~.... Jangan gitu ah! Aku belum pakai pakaian" Karina memukul dada Ryan karena tindakannya.


"Tidak apa - apa sweetie yang jelas aku sudah melihat semuanya,sekarang aku mandikan my little sweetie" Ryan menggendong Karina dan melangkah menuju kamar mandi.


Karina sangat malu mendengar jawaban Ryan. Sedangkan Ryan hanya tersenyum santai sesudah mengatakan kalimat barusan.


Saat di kamar mandi bukannya memandikan Karina melainkan Ryan kembali melanjutkan permainan dewasanya lagi tiga ronde. Sebenarnya Karina sudah menolaknya karena sebentar lagi dia akan ada rapat di rumah sakit. Tapi karena sudah terlanjur basah dan masuk ke itunya Karina ya.... Lanjut main aja.


Setelah selesai bermain di kamar mandi, Ryan membantu Karina mengeringkan rambutnya. Karina yang sudah terlihat rapi dengan pakaian kerjanya memasang raut wajah marah. Ryan sangat suka menjaili Karina sebab ketika Karina memasang wajah marah itu terlihat sangat seksi dan cantik bagi dia.


"Sudah selesai" Ryan meletakkan alat pengering rambut di atas meja rias.


"Makasi, aku mau masak sarapan" Karina pergi begitu saja ke dapur tanpa menatap wajah Ryan.


"Kalau begitu aku yang bangun dan mandikan Bimo" Ryan hanya tersenyum miring melihat tingkah laku istrinya.


Maaf ya anything kemarin author banyak kerjaan di rumah dan ndk sempet sama sekali terus masalah double updatenya kalau bisa author ganti jadi hari minggu,sekali lagi author minta maaf ya


MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA

__ADS_1


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>>


__ADS_2