Cafe And Restoran

Cafe And Restoran
Chapter 105: Ketemu mantan Karina


__ADS_3

Keesokan harinya lagi ternyata Ryan sudah menyelesaikan tugasnya lebih cepat dari apa yang dia perkirakan. Tapi sebelum dia kembali niatnya ingin membelikan sebuah kalung dan cincin untuk Karina.


Saat di toko perhiasan, Ryan melihat banyak sekali kalung dan cincin yang sangat indah. Memang perhiasannya terlihat indah namun harganya pasti kelihatan indah juga. Untuk masalah harga itu bukan sebuah problem besar bagi Ryan karena dia memiliki banyak uang yang cukup untuk membeli beberapa perhiasan.


Mbak dan mas pegawai disana merekomendasikan beberapa kalung untuk Ryan. Saking banyaknya yang direkomendasikan Ryan sampai bingung harus memilih yang mana.


"Ehmmm.... Mbak maaf ya, saya boleh minta pendapat mbak?" tanya Ryan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Boleh kok mas! Minta pendapat seperti apa?" jawab mbak pegawai yang juga merapikan beberapa kalung yang direkomendasikan.


"Menurut mbak perhiasan apa yang cocok untuk wanita usia tiga puluh tahun ke atas? Saya bertanya demikian karena pacar saya berusia tiga puluh tahun ke atas".


"Kalau menurut saya seorang wanita yang memasuki usia tiga puluh tahun biasanya akan menjadi lebih dewasa dan ingin hidup dengan apa yang dia miliki sekarang. Jadi menurut pendapat saya sebaiknya mas berikan kalung yang sederhana tapi mampu membuat berkesan di hati pacar mas".


"Hmmm.... Tapi model kalung dan cincin yang harus berikan seperti apa,ya?".


"Mas saya rekomendasikan kalung ini saja. Kalung ini memiliki desain liontin berlian putih murni berjejer di rantainya ditambah desain rantainya yang mendukung juga. Atau juga bisa masnya belikan yang ini saja desainnya bagus juga kok,untuk liontinnya memiliki bentuk kotak tapi di dalamnya ada dua berlian berbentuk hati dan untuk rantainya bisa dibilang sama seperti model sebelumnya. Jadi mas mau ambil yang mana?".


"Hmmm... Kalau begitu saya ambil yang liontinnya berbentuk kotak ini saja karena ini bisa mengeluarkan bunyi jadi saya mengetahui keberadaan pacar saya".


"Pilihan yang bagus mas! Bagaimana dengan cincinnya?".


Mbak pegawai itu mengeluarkan cincin couple yang terbaik untuk Ryan. Mata Ryan memperhatikan setiap cincinnya dengan teliti karena ini merupakan hadian untuk kekasih tercintanya. Sampai pada akhirnya Ryan menemukan cincin perak tebal dengan bagian tengahnya berlubang melingkar dan hiasan dua permata di atas serta bawah lubang tersebut. Untuk cincin yang itu memang dikhususkan untuk si pria sedangkan untuk wanitanya berbentuk seperti lubang di cincin pria ditambah ada berlian mungil bertengger di atas cincin.

__ADS_1


"Yang ini saja mbak! Berapa total semua?" ucap Ryan yang mengeluarkan kartu kreditnya.


"Total semuanya seratus tiga ratus tujuh puluh lima juta" jawab mbak pegawai yang menyiapkan surat - surat perhiasan tersebut.


Ryan memberikan kartu atmnya kepada mbak pegawai. Sesudah dibayar dan dibungkus Ryan langsung kembali ke markas untuk mengambil barang - barangnya terlebih dulu.


...****************...


Saat di markas, Ryan dikejutkan dengan Andi yang sedang berduaan bersama Aliya. Kenapa demikian? Karena posisi Andi yang mengukung dari atas dan Aliya di bawah. Ryan berjalan pelan - pelan kemudian mengambil tasnya dan menghantam Andi menggunakan tasnya.


"KALAU MAU LURUS TIDAK BEGINI JUGA CARANYA ANDI!" bentak Ryan yang langsung menarik Aliya.


"Tunggu dulu Ryan! Tunggu! Bukan aku bermaksud seperti apa yang kau pikirkan! Aku terpeleset tadi terus Aliya mau menangkapku tapi akunya terlalu berat jadinya dia ikut jatuh" jawab Andi yang berusaha menjelaskan situasi sebenarnya yang terjadi.


"Sudahlah! Alasan saja kau ini! Aliya sekarang kau pulang saja dan jangan seperti ini lagi!" Ryan membenarkan posisi tasnya.


"Bela saja terus Andi! Sekarang paman mau pulang dan ingat jangan lakukan seperti itu lagi yang tadi cuman peringatan saja kalau terjadi lagi maka hukumannya lain lagi,bye!" selesai memberi peringatan kepada dua orang yang tidak lurus itu Ryan langsung pergi dari markas.


Ryan melangkah masuk ke mobil barunya yang dibelikan Andi yang merupakan hadian terima kasihnya sudah membantu menyelesaikan misinya. Dia sangat menyukai mobil tersebut karena sangat sesuai dengan seleranya. Mobil baru tersebut mulai melaju menuju cafe milik Karina.


Di perjalanan Ryan sudah tidak sabar memberikan hadiah tersebut kepada Karina. Ditambah dia akan melamar Karina. Hubungan mereka terbilang masih sebentar tapi Ryan sengaja melamar Karina agar bisa bertunangan selama tiga bulan sebelum pernikahan. Tiga bulan itu merupakan fase mereka berusaha lebih dekat satu sama lain dan fase saling memahami satu sama lain.


Mobil Ryan telah sampai di parkiran cafe Karina. Kaki Ryan turun dari mobil tapi saat dia akan melangkah masuk, dirinya melihat sang kekasih sedang berpelukkan dengan direktur perusahaan targetnya Andi. Bukan hanya si pria yang memeluk Karina tapi si wanita juga memeluk tubuh si pria.

__ADS_1


Ryan terdiam dan susah mengeluarkan kata - kata yang menyangkut di hatinya. Yang berpelukkan belum menyadari keberadaan Ryan di sebelah sana. Tangan Ryan mengeluarkan foto yang ia temukan dan dua orang yang di foto sama seperti yang dia lihat sekarang. Saat Karina menoleh ke arah kirinya dia mendapati Ryan sedang melihatnya.


"Honey! Kapan kau datang? Ya ampun aku sangat rindu padamu" Karina melepas pelukannya lalu mendekati Ryan.


"Kalau aku tidak datang sekarang maka kamu akan melanjutkan peluk - pelukkanmu itu? Benarkan?" tanya Ryan dengan ketusnya.


"Hah? Apa yang kau katakan honey? Kenapa kau berbicara seperti itu? Silver merupakan mantanku" jawab Karina yang sedikit kebingungan mencerna ucapan Ryan.


"Mantan? Sudah tahu mantan ngapain kamu peluk - pelukkan sama dia?! Apa kamu tidak bisa memahami perasaanku saat melihatmu pelukan tadi?! Itu mantanmu loh! Sadar Karina! Kau itu sudah punya pacar dan pacarmu adalah aku! Bisakah kau paham?!".


"Aku paham perasaanmu sekarang honey, tapi dia hanya mantanku, kami tidak punya hubungan apapun. Dia meminta pelukan kepadaku untuk menghadapi masalahnya istilahnya sebagai penambah energi".


"Penambah energi?! Apa kau tidak paham apa yang kau lakukan barusan?! Katakan Karina!".


"Aku paham tapi aku kasihan sama dia".


"Jangan seperi Karina! Bagamana kalau kau melihatku berpelukan dengan wanita lain?! Apa kau tidak marah?! Apa kau tidak cemburu?!".


"Ya jelas aku marah! Kenapa aku tidak marah? Kenapa wanita itu memeluk pacarku? Seharusnya aku yang memeluk dia".


"Itu sudah tahu! Itulah perasaanku sekarang! Aku tidak suka melihatmu berpelukkan dengan pria lain! Entah alasan apapun itu pokoknya aku tidak suka".


"Kok kamu marah?! Silver itu mantan sekaligus teman baikku".

__ADS_1


"Teman baik atau mantan terserah kau saja! BYE!".


Ryan kembali memasuki mobilnya lalu berangkat entah kemana pun dia mau. Karina merasa kesal melihat kelakuan Rya


__ADS_2